Jika kecepatan rata-rata sebuah benda sama dengan nol, maka ?
Benda bergerak dengan kecepatan tetap
Jarak yang ditempuhnya sama dengan nol
Benda bergerak bolak-balik
Perpindahan benda itu sama dengan nol
Kelajuan rata-rata benda sama dengan nol
ð¾ð‘’ð‘ð‘’ð‘ð‘Žð‘¡ð‘Žð‘› = ð‘ƒð‘’ð‘Ÿð‘ð‘–ð‘›ð‘‘ð‘Žâ„Žð‘Žð‘› / ð‘Šð‘Žð‘˜ð‘¡ð‘¢
Karena kecepatan rata-rata = 0, maka perpindahan = 0
Benda dengan massa 2 kg bergerak dengan laju konstan 10 ms−1, kemudian menabrak sebagai pegas yang dalam keadaan bebas sehingga tertekan sebesar 10 cm. Jika gesekan-gesekan diabaikan maka konstanta pegas tersebut adalah ….
1100 Nm−1
1400 Nm−1
1700 Nm−1
2000 Nm−1
2400 Nm−1
Benda dengan massa 2 kg yang bergerak dengan kecepatan 10 m/s mempunyai energi kinetik sebesar:
Ek = ½mv2
= ½ × 2 × 102 joule
= 100 joule
Saat menabrak pegas, energi kinetik tersebut diserap oleh pegas dan diubah menjadi energi potensial sehingga pegas tertekan 10 cm (10−1 m).
ð¸ð‘˜ = ð¸ð‘
100 = ½.ð‘˜.ð‘¥2
100 = ½ × ð‘˜ × (10 − 1)2
𑘠= 20.000
Jadi, konstanta pegas tersebut adalah 20.000 N/m (-).
Reaksi fisi uranium diberikan sebagai berikut:
ð‘› + 92ð‘ˆ235 → 92ð‘ˆ236 → 56ðµð‘Ž141 + 36ð¾ð‘Ÿ92 + ð‘¥
x adalah ….
n
α
β
γ
3n
anb + 92U235 → 92U236
Dengan menggunakan hukum kekekalan nomor atom dan nomor massa, diperoleh:
𑎠+ 92 = 92
𑎠= 0
ð‘ + 235 = 236
ð‘ = 1
∴ ð‘› = 0ð‘›1
Selanjutnya uranium tersebut mengalami fisi menjadi Barium dan Kripton.
92ð‘ˆ236 → 56ðµð‘Ž141 + 36ð¾ð‘Ÿ92 + ð‘Žð‘¥ð‘
92 = 56 + 36 + ð‘Ž
92 = 92 + ð‘Ž
𑎠= 0
236 = 141 + 92 + ð‘
236 = 233 + ð‘
ð‘ = 3
∴ ð‘¥ = 0ð‘¥3
= 3 × 0ð‘›1
= 3ð‘›
Jadi, x adalah 3n (E).
Suatu benda bergetar harmonic dengan amplitude 5 cm dan frekuensi 8 Hz. Saat simpangannya mencapai 2.5 cm, jika sudut fase awal nol, maka sudut fase getarannya adalah….
60o
45o
60o
90o
30o
Diketahui :
𑦠= 2.5 ð‘ð‘š
ð´ = 5ð‘ð‘š
Persamaan dasar gerak harmonic
𑦠= ð´ ð‘ ð‘–ð‘› (ð‘¤ð‘¡ + ðœƒ0) = 5 ð‘ ð‘–ð‘› (ð‘¤ð‘¡ + ðœƒ0)
0.5 = ð‘ ð‘–ð‘› (ð‘¤ð‘¡ + ðœƒ0)
(ð‘¤ð‘¡ + ðœƒ0) = 30o
Seutas tali yang panjangnya 8 m memiliki massa 1,04 gram. Tali digetarkan sehingga sebuah gelombang transversal menjalar dengan persamaan y = 0,03 sin (x+30t), x dan y dalam meter dan t dalam detik. Maka tegangan tali tersebut adalah …
0,12
0,13
0,14
0,15
0,16
Diketahui
L = 8 m, m = 1,04 g, ω = 30, k= 1, y = 0,03 sin (x+30t)
Besar tegangan tali :
ð¹ = ðœŒ.ð‘£2
ð¹ = (ð‘š/ð¿)( ðœ”/ð‘˜)2
ð¹ = (1,04ð‘¥10−3 / 8)(30/1)2
ð¹ = (0,13ð‘¥10−3)(900)
ð¹ = 117ð‘¥10−3
ð¹ = 0,117 = 0,12
Peristiwa berikut disebabkan oleh rotasi bumi ....
terjadinya siang dan malam
terjadinya pergantian musim
terjadinya pembelokan arah angin
perubahan tahunan posisi zenit matahari
Akibat rotasi bumi adalah :
Perbandingan jumlah lilitan kawat pada kumparan primer dan sekunder sebuah transformator adalah 1 : 4. Tegangan dan kuat arus masukannya masing-musing 10 V dan 2 A. Jika daya rata-rata yang berubah menjadi kalor pada transformator tersebut adalah 4 W dan tegangan keluarannya adalah 40 V, maka kuat arus keluarannya bernilai ....
0,1 A
0,4 A
0,5 A
0,6 A
0,8 A
ð‘›ð‘/ð‘›ð‘ = 1/4
ð‘‰ð‘ = 10 ð‘‰
ð¼ð‘ = 2 ð´
ð‘‰ð‘ = 40 ð‘‰
Philang = 4 watt
ð¼ð‘ = ?
ð‘ƒð‘ = ð‘ƒð‘ − ð‘ƒâ„Žð‘–ð‘™ð‘Žð‘›ð‘”
ð‘‰ð‘ . ð‘–ð‘ = ð‘‰ð‘. ð‘–ð‘ − ð‘ƒâ„Žð‘–ð‘™ð‘Žð‘›ð‘”
40 . ð‘–ð‘ = (10 . 2) − 4
40 ð‘–ð‘ = 16
ð¼ð‘ = 0,4 ð´
Seseorang astronot melayang dalam kapal angkasa yang sedang mengitari bumi, karena pada posisi itu ....
gaya gravitasi bumi pada astronot nol.
gaya gravitasi bumi dan bulan pada astronot di orbit itu saling meniadakan.
gaya gravitasi bumi dan gaya Archimedes saling meniadakan.
gaya gravitasi bumi pads astronot dan kapal angkasa bertindak sebagai gaya sentripetal.
(1)(4) Untuk benda yang bergerak melingkar bekerja gaya sentri petal dan yang bertindak sebagai gaya sentri petal adalah gaya gravitasi bumi pada astronot dan kapal angkasa. Jadi gaya gravitasi bumi pada astronot dan kapal tidak not.
(2) Belum tentu terletak pada garis hubung antarabumi dan bulan.
(3) Tidak ada pengaruh gaya Archimides karena kerapatan udara angkasa sangat kecil.
Sebuah benda yang mula-mula diam ditumbuk oleh benda lain. Bila massa kedua benda sama dan tumbukan lenting sempurna, maka ....
setelah tumbukan, kecepatan benda yang menumbuk menjadi nol dan benda kedua kecepatannya sama dengan benda pertama sebelum menumbuk.
koefisien restitusinya satu.
jumlah momentum, linear kedua benda, sebelum dan sesudah tumbukan sama besar.
sebelum dan sesudah tumbukan, jumlah energi kinetik kedua benda itu sama besar.
(1)
EA + EB = EA’ + EB’
1/2ð‘šð‘‰ð´² + 1/2ð‘šð‘‰ðµ² = 1/2ð‘šð‘‰ð´’² + 1/2ð‘šð‘‰ðµ’²
1/2ð‘šð‘£ð´² + 0 = 0 + 1/2ð‘šð‘£ðµ′²
VA = VB' → kecepatan A sama besar kecepatan B setelah tumbukan.
(2) lenting sempurna e = 1
(3) satu benar tiga benar
(4) dari persamaan di atas mVA² = mVB² berarti energi kinetik A sebelum tumbukan sama besar energi kinetik B setelah tumbukan
Ketika suatu inti mengalami peluruhan radioaktif, nomor massa inti yang baru adalah ….
selalu lebih besar dari nomor massa yang awal
selalu lebih kecil dari nomor massa yang awal
selalu sama dengan nomor massa yang awal
tidak pernah lebih besar dari nomor massa yang awal
tidak pernah lebih kecil dari nomor massa yang awal
Pada saat peluruhan:
Jika memancarkan partikel α ⇒ A’ < A
Jika memancarkan electron ⇒ A’ = A
Jika memancarkan positron ⇒ A’ = A
Jika memancarkan gamma ⇒ A’ = A
Dengan A’ = massa inti yang baru dan A = massa inti awal.
Penjelasan di atas menunjukkan massa inti baru tidak pernah lebih besar dari massa yang awal.