Peta - Geografi (Soshum) SBMPTN
A. PENGERTIAN DAN FUNGSI PETA
a. Pengertian Peta
Peta merupakan gambaran terperinci mengenai permukaan bumi yang diperkecil menurut ukuran geometrisnya dan ditampilkan pada bidang datar.
b. Fungsi Peta
Peta memiliki fungsi sebagai berikut.
- Menunjukkan lokasi di permukaan bumi.
- Melukiskan luas dan pola suatu wilayah.
- Menunjukkan ketinggian dan kemiringan lereng.
B. KOMPONEN PETA
a. Judul
Judul menunjukkan informasi mengenai jenis dan isi peta sesuai tujuan pembuatannya. Pada peta umum, judul hanya menunjukkan wilayah peta, sedangkan pada peta khusus menunjukkan tema, wilayah, dan data waktu. Contoh: Peta Wilayah Indonesia (peta umum), Peta Pariwisata Indonesia tahun 2017 (peta khusus).
b. Garis Astronomi
Garis astronomi menunjukkan lokasi absolut dari suatu objek. Garis ini merupakan garis khayal yang melingkari bumi dari dua arah, yakni dari arah horizontal disebut garis lintang (paralel), sedangkan dari arah vertikal disebut garis bujur (meridian). Angka yang menunjukkan koordinat lintang dan bujur terdapat pada garis tepi peta.
c. Skala
Skala peta merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan yang diukur secara mendatar. Peta yang dibuat dengan skala besar menyajikan gambar dengan ukuran besar sehingga data yang ditampilkan lebih detail. Semakin besar skala peta, semakin sempit wilayah cakupannya. Skala peta dalam bentuk pecahan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
Skala = (Jarak pada peta / Jarak sesungguhnya)
d. Simbol
Simbol merupakan tanda pengenal objek yang bersifat konvensional. Simbol peta berfungsi untuk mewakili objek fisik (gunung dan sungai) maupun objek sosial (jalan raya dan kawasan industri). Contoh: gunung ditandai dengan simbol kerucut, sungai ditandai dengan simbol garis berwarna biru, jalan raya ditandai dengan simbol garis merah atau kuning, dan kawasan industri ditandai dengan simbol cerobong asap.
e. Legenda
Legenda merupakan keterangan dari simbol. Contoh: Δ gunung, ≈ perairan, dll.
f. Lattering
Lattering merupakan sistem penulisan pada peta. Contoh: tubuh air ditulis miring dengan warna biru.
g. Warna
Warna digunakan untuk membedakan keadaan wilayah atau fenomena fisik. Warna peta dibedakan atas dua sifat berikut.
- Kualitatif
Sifat kualitatif membedakan unsur objek. Contoh: tubuh air, seperti sungai, danau, dan laut berwarna biru, dataran rendah berwarna hijau, dan dataran tinggi berwarna kuning. - Kuantitatif
Sifat kuantitatif membedakan nilai gradasi objek. Contoh: laut dangkal berwarna biru muda, sedangkan laut dalam berwarna biru tua.
h. Inset
Inset menunjukkan lokasi daerah yang ada pada peta dalam kedudukannya dengan daerah sekitar yang lebih luas. Inset berfungsi untuk memperjelas posisi wilayah yang dipetakan.
i. Proyeksi Peta
Proyeksi peta merupakan cara menggambarkan garis-garis paralel dan garis meridian dari globe ke kertas datar. Proyeksi peta dibedakan atas tiga sistem tersebut.
- Proyeksi azimuthal
Proyeksi azimuthal disebut juga proyeksi zenithal, yakni proyeksi permukaan bola bumi ke bidang datar. Proyeksi azimuthal dibedakan sesuai bidang proyeksinya.- Proyeksi azimuth normal: bidang proyeksi bersinggungan dengan kutub sehingga cocok untuk memetakan daerah kutub.
- Proyeksi azimuth transversal: bidang proyeksi tegak lurus dengan ekuator.
- Proyeksi azimuth oblique: bidang proyeksi menyinggung salah satu tempat di antara kutub dan ekuator.
- Proyeksi kerucut
Proyeksi kerucut merupakan proyeksi yang dilakukan dengan cara memproyeksikan permukaan bola bumi pada kerucut yang menyinggung sepanjang satu lingkaran kemudian dibuka. Proyeksi ini digunakan untuk memetakan daerah lintang 45° atau lintang tengah. - Proyeksi silinder
Proyeksi silinder merupakan proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya adalah silinder. Proyeksi ini sesuai untuk menggambarkan wilayah yang luas, wilayah khatulistiwa, atau lintang rendah.
C. JENIS-JENIS PETA
a. Berdasarkan Skala Peta
- Kadaster: peta dengan skala antara 1:100-1:5.000
- Skala besar: peta dengan skala antara 1:5.000-1:250.000
- Skala sedang: peta dengan skala antara 1:250.000-1:500.000
- Skala kecil: peta dengan skala antara 1:500.000-1:1.000.000
- Skala geografis: peta dengan skala lebih dari 1:1.000.000
b. Berdasarkan lsi Peta
- Peta umum (Peta ikhtisar)
Peta umum menggambarkan seluruh ketampakan alam (sungai, danau, gunung) dan ketampakan buatan (jalan, permukiman, dan kawasan industri).- Peta topografi (peta rupa bumi): menggambarkan permukaan bumi secara vertikal dengan garis kontur sehingga tampak reliefnya. Contoh: peta topografi DKI Jakarta, peta rupa bumi Indonesia.
- Peta korografi: menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi tanpa garis kontur. Contoh: peta wilayah Pulau Jawa, peta Indonesia, peta kawasan Eropa, dan peta dunia.
- Peta khusus (Peta tematik)
Peta tematik menggambarkan permukaan bumi berdasarkan ketampakan tertentu. Contoh: peta geologi, peta jenis tanah, peta vegetasi, peta cu rah hujan, peta isohyet, peta pemukiman, peta transportasi, dan peta kepadatan penduduk.
D. PEMANFAATAN PETA
a. Bidang Pertanian
Analisis peta memberikan kemudahan dalam menentukan daerah atau area yang cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian serta jenis komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah tersebut. Berikut ini adalah jenis peta yang diperlukan untuk analisis kegiatan pertanian.
- Peta topografi (peta rupa bumi): memberikan informasi ketinggian wilayah sehingga dapat diketahui pula potensi curah hujan, suhu, dan kemiringan lerang suatu wilayah.
- Peta tematik: peta tanah dan peta geologi.
b. Bidang lndustri
Peta dapat digunakan untuk menentukan lokasi industri. Peta yang diperlukan adalah peta yang memberikan informasi mengenai topografi wilayah, aksesibilitas suatu wilayah terhadap wilayah lain, ketersediaan sumber daya alam yang menjadi bahan baku, konektivitas atau jaringan jalan menuju lokasi, dan kepadatan penduduk.