Materi Online


Pergerakan Nasional dan Kemerdekaan Indonesia - Sejarah (Soshum) SBMPTN



A.  LATAR BELAKANG

 

Pergerakan nasional adalah perjuangan organisasi kebangsaan  modern untuk meningkatkan taraf hidup di segala bidang  dan lepas dari belenggu penjajah.

  1. Kritik Conrad Theodore van Deventer dalam  tulisannya fen Eereschlud (hutang  kehormatan) dimuat  di  majalah  De  Gids  (1899)  mengungkapkan  perlunya   suatu   kewajiban  moral Pemerintah Belanda memberikan balas budi dari hasil eksploitasi di Hindia Belanda.
  2. Kritik  itu  mendapat  perhatian  serius  dari pemerintah  Belanda.  Kemudian,  Ratu  Wilhelmina mengeluarkan   kebijakan  Politik  Etis   (Politik  Balas  Budi).  Politik  ini   diterapkan  dalam kepemimpinan  Alexander W.F. ldenburg  (1909-1916). Ada  tiga  program  politik  etis,  yaitu irigasi, edukasi, dan transmigrasi.
  3. Pembangunan  infrastruktur  mulai  diperhatikan,  seperti jalur kereta  api  sepanjang  Jawa• Madura dan trem listrik di Batavia. Pemerintah kolonial juga membangun irigasi dalam bidang  pertanian. Selain itu, pemerintah juga melakukan emigrasi tenaga  kerja mu rah ke perkebunan di Sumatra. Perluasan  pendidikan gaya Barat ditandai dengan suratsurat R.A. Kartini  kepada sahabatnya Ny. R.M. Abendanon di Belanda.
  4. Pendidikan  tersebut  membuka  peluang   mobilitas  sosial  masyarakat  di  tanah  Hindia  dan memunculkan intelektual  bumiputra yang  akhirnya tersadar akan penjajahan  Belanda.  Para kaum   muda  terpelajar  inilah  yang   memulai  pergerakan  nasional   menuju  kemerdekaan Indonesia. Mereka menuangkan gagasan perubahan melalui media massa (pers).

 

 

B.  ORGANISASI PADA MASA AWAL PERGERAKAN  NASIONAL

 

Awal terbentuk  organisasi  pada  masa  awal  pergerakan  nasional   biasanya  tidak  memiliki tujuan politis tertentu. Organisasi tersebut  lebih  bertujuan  untuk menyatukan  kepentingan, seperti dalam  bidang  pendidikan dan perdagangan. Oleh karena dunia masih dalam  gejolak  Perang  Dunia I, organisasi pada masa awal pun akhirnya  merambah dunia politik. Organisasi ini sempat mengusulkan pembentukan Komite  Pertahanan  Hindia  (Comite lndie  Weerbaar) untuk mempertahankan Indonesia dari serangan asing di PD 1. Namun, usulan itu ditolak dan Belanda lebih mengutamakan pembentukan Dewan Rakyat Hindia (Volksraad).

 

a. Budi Utomo

  1. Budi Utomo didirikan oleh  mahasiswa  keluarga priyayi  Jawa yang  bersekolah  di STOVIA pada tanggal 20 Mei 1908 (dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional).
  2. Organisasi ini  dipimpin oleh  dr. Sutomo. Anggotanya  golongan terpelajar dan  pegawai  pemerintah  Jawa  dan  Madura, seperti  Gunawan,  Cipto  Mangunkusumo,  dan  R.T.  Ario Ti rtokusu mo.
  3. Tujuan  utamanya  adalah  kemajuan   bagi  Hindia  Belanda  dan  meningkatkan  derajat bangsa. Kegiatannya tidak politis dan ditujukan pada pendidikan dan budaya Jawa.
  4. Dalam perkembangannya,  muncul dua aliran dalam Budi Utomo: Aliran keanggotaan dibatasi untuk kalangan terpelajar, fokus pada pelajaran sekolah, dan tidak bergerak di bidang politik. Aliran gerakan kebangsaan yang demokratis dan lebih memperhatikan nasib rakyat.
  5. Pada tahun  1935,  Budi  Utomo  melebur bersama Partai  Bangsa  Indonesia  (PBI)  menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya).

 

b. Sarekat Islam (SI)

  1. Awalnya, SI  bernama Sarekat Dagang Islam  (SDI) yang didirikan  oleh R.M. Tirtoadisuryo. Tujuan  SDI  adalah  membela   kepentingan  para  pedagang   Indonesia  dari  ancaman monopoli  pedagang Cina. Kemudian, Tirtoadisuryo mengajak H. Samanhudi untuk ikut mendirikan SDI di Solo dan H.O.S. Cokroaminoto di Surabaya. Oleh karena masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, SDI tidak memiliki anggota yang cukup banyak.
  2. Pada tanggal  18 September 1912, SDI berubah menjadi Sarekat Islam oleh tokoh pendiri: H.O.S. Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Anggota SI pun melimpah dan SI pun berkembang  pesat karena berlandaskan agama Islam. Tujuan SI adalah mengembangkan jiwa  berdagang,  meningkatkan derajat rakyat bumiputra, dan  menggalang  persatuan umat Islam.
  3. Pada tanggal  29  Maret  1913,  H.O.S. Cokroaminoto  mengadakan  pertemuan  dengan pemerintah  kolonial   Belanda  untuk  memperjuangkan  SI   berbadan   hukum,   tetapi ditolak. Belanda memberikan  pengakuan justru pada cabang SI  di daerah. Mulai terjadi perpecahan dalam SI.
  4. Kongres SI tahun 1921  menetapkan disiplin partai rangkap anggota, yaitu setiap anggota SI  tidak boleh merangkap  sebagai anggota organisasi lain, terutama beraliran komunis. Akhirnya, SI  pecah menjadi dua, yaitu:
    • Golongan  Putih  tetap  berlandaskan  nasionalisme  dan Islam  dipimpin oleh  H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta. Pada tahun  1927, SI  Putih berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
    • Golongan  Merah berhaluan  sosialisme  kiri  (komunis)  dipimpin oleh  Semun  yang berpusat  di  Semarang.  SI  Merah berubah  nama menjadi Sarekat  Rakyat  (SR)  dan menjadi pendukung  kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).

 

c. lndische Partij (IP)

  1. Organisasi  ini   didirikan   oleh  tiga   serangkai,   yaitu   E.F.E.   Douwes   Dekker,   Suwardi Suryaningrat, dan Cipto Mangunkusumo pada tanggal 25 Desember 1912.
  2. Tujuan IP adalah mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dan keanggotaannya terbuka bagi semua golongan.
  3. IP  memiliki   surat  kabar  bernama  De Ekspress.  Surat  kabar  ini  mendapat  perhatian pemerintah  kolonial  karena memuat  propaganda  ide-ide  radikal  dan  kritis terhadap sistem pemerintahan kolonial.
  4. Suwardi  Suryaningrat  menulis artikel  berjudul  A/s lk fens Nederlander Was (Seandainya Saya Menjadi Seorang Belanda) dalam surat kabar tersebut yang mengkritik penggunaan dana pribumi  untuk perayaan ulang tahun ke-100 kemerdekaan Belanda dari Prancis.
  5. Akibat tulisan tersebut, IP menjadi partai terlarang dan tokohnya diasingkan ke Belanda.

 

 

C.  ORGANISASI RADIKAL/NONKOOPERASI

 

Organisasi radikal  menentang  pemerintahan  kolonial  secara  terang-terangan.  Organisasi di masa ini  menolak bekerjasama dan tidak mau dibuai  bujukan Belanda yang banyak terbukti hanya janji dan tidak pernah terwujud. Organisasi ini  memiliki  tokoh-tokoh penggerak yang terus terlibat dalam pergerakan nasional hingga kemerdekaan Indonesia.

 

a. Partai Komunis Indonesia

  1. Awalnya bernama  Partai  Komunis  Hindia  (PKH)  dan secara  resmi berdiri  pada tanggal 23  Mei 1920. PKH tidak  terlepas  dari lndische Social Democratische Vereeniging (ISDV). Tokohnya Darsono, Semaun, dan Alimin. PKH berubah menjadi PKI tahun  1927.
  2. PKI  terus berupaya mendapatkan pengaruh  dalam masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuhnya melakukan infiltrasi ke Sarekat Islam.
  3. Pada 13 November 1926, PKI  mengadakan  pemberontakan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,  dan Jawa  Timur.  Pemberontakan  tersebut  gagal karena massa tidak  siap  dan organisasi massa masih kacau.
  4. Tokoh pemberontakan dibuang  ke luar negeri dan PKI  dilarang. Akan tetapi, masih ada tokoh yang meneruskan aksi revolusioner, seperti Tan Malaka, Musso, dan D.N. Aidit.

 

b. Perhimpunan Indonesia

  1. Para mahasiswa Indonesia mendirikan  lndische Vereniging yang berubah  nama menjadi Perhimpunan  Indonesia  pada tahun  1925. Tokoh Pl adalah M. Hatta, dr. Sutomo, lwa Kusuma Sumantri, M. Natsir, Sukiman, dan Ali Sastroamijoyo.
  2. Kiprah  Pl  makin terasa ketika  tokohnya  menghadiri  berbagai  pertemuan  internasional bersifat humanistik seperti Kongres Liga Demokrasi lnternasional. Karena kehadiran tersebut,  Belanda  menangkap  tokoh-tokohnya.  Moh.  Hatta  diadili  dan  mengajukan pidato pembelaan berjudul Indonesia Vry.

 

c. Partai Nasional Indonesia

  1. Partai ini  lahir di Bandung pada 4 Juli  1927 dan tidak terlepas dari Algemeene Studie Club yang dipimpin oleh Sukarno.
  2. Lahirnya PNI dilatarbelakangi oleh situasi sosio-politikyang kompleks karena pemberontakan PKI. Rakyat perlu menyusun kekuatan baru menghadapi pemerintah kolonial Belanda.
  3. PNI  berkembang  pesat karena propagandanya  menarik  dan disampaikan  oleh  orator ulung, Sukarno. Untuk mengobarkan  semangat perjuangan nasional, Bung Karna mengeluarkan  trilogi  perjuangan  nasional, yaitu Kesadaran Nasional (Nationaale Geest), Kemauan/Tekad Nasional (Nationaale Wil), dan Tindakan Nasional (Nationaale Daad).
  4. Tiga asas PNI, yaitu selfhelp (menolong diri sendiri), selfreliance (percaya pad a diri sendiri), dan self determination (menentukan nasib sendiri).
  5. Pada akhir tahun 1927, PNI mengadakan pertemuan di Bandung yang dihadiri oleh wakil-wakil dari Partai Serikat Islam, Budi Utomo, Paguyuban Pasundan, Sumatranen Bond, dan Kaum Betawi. Pertemuannya menghasilkan kesepakatan untuk membentuk suatu badan kerja sama, yaitu Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).
  6. Pada  1929, jumlah  anggota  PNI  diperkirakan  mencapai  10.000 orang yang tersebar di Bandung,Jakarta,Yogyakarta,Semarang,danMakassar.Perkembanganinimengkhawatirkan Belanda dan Sukarno ditangkap dengan tuduhan merencanakan pemberontakan.
  7. Dalam  pengadilan,   Sukarno   mengajukan   pidato   pembelaannya   berjudul   Indonesia Menggugat dan dijatuhi hukuman penjara.

 

 

D.  MASA MODERAT/KOOPERASI

 

Organisasi dalam  masa ini  mengutamakan  jalur  diplomasi  dalam  Volksraad.  Akan tetapi, gerakan  organisasi  radikal  membuat  langkah  organisasi  moderat  seringkali  terpatahkan secara halus dengan  penolakan dan ketidaksetujuan pemerintah kolonial  Belanda terhadap suara yang dikemukakan  pribumi  dalam Volksraad.

 

a. Parindra

  1. Partai ini didirikan  di kota Solo oleh  dr. Sutomo tanggal  26  Desember  1935. Parindra merupakan fusi dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia.
  2. Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya. Asas politik Parindra adalah insidental, artinya tergantung pada situasi politik yang terjadi.
  3. Tokoh Parindra yang terkenal membela kepentingan rakyatdi Volksraadadalah Moh. Husni Thamrin.  Parindra berjuang  agar wakil-wakil  pribumi  di Volksraad semakin bertambah sehingga suara diplomasi untuk merdeka semakin kentara.
  4. Parindra mengajukan  Petisi Sutarjo yang berisi otonomisasi Indonesia dalam 10 tahun ke depan di dalam ruang lingkup Undang-Undang Belanda. Akan tetapi, petisi itu ditolak.

 

b. Gerindo

  1. Partai  ini didirikan  oleh tokoh  dari Partindo tanggal  24 Mei 1937. Tokoh tersebut antara lain Sartono, Sanusi Pane, dan Moh. Yamin.
  2. Tujuan Gerindo adalah mencapai Indonesia merdeka, memperkokoh  ekonomi Indonesia, mengangkat kesejahteraan kaum buruh, dan memberi bantuan kepada pengangguran.

 

c. Gapi

  1. Kekecewaan  atas  penolakan  Petisi  Sutarjo  memicu  Moh. Husni Thamrin  memprakarsai Gabungan Politik Indonesia (Gapi) pada 21  Mei 1939.
  2. Tujuan  Gapi  adalah   menuntut  Indonesia  Berparlemen   kepada  pemerintah   Belanda. Akhirnya,   pemerintah   Belanda   membentuk   Komisi   Visman   untuk   menyelidiki   dan mempelajari  perubahan ketatanegaraan Indonesia.
  3. Menurut  Komisi  Visman,  sebagian  besar rakyat  Indonesia  berkeinginan   hidup  dalam ikatan  Kerajaan  Belanda.  Gapi  menolak  keputusan  tersebut  karena dianggap   hanya rekayasa Belanda dan bertentangan dengan kepentingan rakyat Indonesia.

 

 

E.   KONGRES PEMUDA II

 

Kongres ini diselenggarakan  tanggal  27-28 Oktober 1928 dan dihadiri  berbagai organisasi pemuda.  Pada 28 Oktober 1928, para pemuda  peserta kongres ini berusaha mempertegas kembali  makna persatuan dan berhasil mencapai satu kesepakatan yang kemudian  dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yaitu:

  1. Pertama,  Kami Putra  dan Putri  Indonesia  mengaku bertumpah  darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga,  Kami  Putra  dan  Putri  Indonesia  menjunjung tinggi  bahasa persatuan,  bahasa Indonesia.

Dalam penutupan kongres itu pula untuk pertama kali dikumandangkan lagu Indonesia Raya dan Bendera Merah Putih dikibarkan  untuk mengiringi lagu tersebut.

 

 

F.    ORGANISASI PERGERAKAN BERBASIS KEAGAMAAN

 

a. Muhammadiyah

Pada tanggal  18 September 1912, K.H. Ahmad Dahlan membentuk Muhammadiyah. Kegiatannya antara lain:

  1. Memberantas buta huruf dan mendirikan  sekolah
  2. Mendirikan  Rumah Sakit
  3. Mendirikan  Bank Islam
  4. Menyingkirkan  tradisi kuno yang menyimpang  dengan ajaran Islam

 

b.    Nahdatul Ulama (NU)

Pada  tanggal  26 Januari  1926,  Nahdatul  Ulama  didirikan  oleh  K.H.  Hasyim  Asy'ari,  K.H. Abdul  Wahab Hasbullah, dan K.H. Abdul  Halim di Surabaya. Tujuannya adalah menyiarkan agama Islam berdasarkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. NU Mendirikan  masjid-masjid, pondok pesantren, dan madrasah.

 

c. MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia)

MIAI didirikan oleh K.H. Mas Mansyur dari Muhammadiyah  dan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dari NU pada tahun  1943. Organisasi ini adalah gabungan Ormas Islam.

 

d. Perkumpulan Politik Katolik Djawi

Perkumpulan  Politik  Katolik  Djawi  didirikan   oleh  I.J.  Kasimo  di  Yogyakarta  tahun   1920. Tujuannya adalah menghimpun masyarakat Indonesia yang beragama Katolik untuk berperan aktif memajukan  Indonesia. Gerakan  ini  kooperatif terhadap  Belanda  dan  bergerak  pada bidang sosial politik.

 

e. Perserikatan Kaum Christen

Pada  1929, R.M. Notosutarto dan Mr. Sawuji mendirikan  Perserikatan  Kaum Christen yang menuntut agar Vo/ksraad dijadikan parlemen dan kepala departemen menjadi menteri.

 

 

G. ORGANISASI  PERGERAKAN BERBASIS KEPEMUDAAN DAN KEPANDUAN

 

a. Tri Koro Darmo

Pada 7 Maret 1915, Tri Karo Darmo didirikan oeh dr. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Karo Darmo berarti tiga tujuan mulia (sakti, budi, dan bakti). Pada tahun  1918, Tri Kora Darmo berubah menjadi Jong Java.

 

b.   Javanische Padvinders Organisatie (JPO)

Pada 1916, S.P. Mangkunegoro VII mendirikan JPO yang bertujuan mengoordinasikan kegiatan kepanduan dan olahraga di berbagai sekolah.

 

c. Jong Sumatranen Bond

Pada 9 Desember 1917, Mohammad Yasin mendirikan Jong Sumatranen Bond di Jakarta yang terdiri atas  para pelajar Sumatra  yang tengah  studi  di Jakarta. Tujuan  didirikan  organisasi ini adalah  memperkokoh   ikatan  sesama  pelajar Sumatra dan  sekaligus  mengembangkan kebudayaan Sumatra.

 

d. Jong lslamieten Bond

Jong lslamieten Bond didirikan oleh pemuda pelajar Islam pada tanggal 1   Januari 1925. Tujuan pertama pembentukannya adalah untuk mengadakan  kursus-kursus agama Islam bagi para pelajar Islam dan mengikat rasa persaudaraan antara para pemuda terpelajar Islam.

 

 

H. ORGANISASI KEWANITAAN

 

Berikut adalah organisasi kewanitaan yang terbentuk untuk mendukung  pergerakan nasional Indonesia yang disusun berdasarkan urutan waktu.

Tahun Organisasi
1904 RA Kartini, putri Bupati Rembang, mendirikan  Sekolah Kartini di Semarang.
1908 Surat kabar kewanitaan pertama terbit bernama Putri Hindia.
1912 Majalah bulanan pertama untuk wanita terbit bernama Sworo.
1912 Gerakan Putri Mardikan berdiri di Jakarta. Tujuan organisasi ini adalah memajukan pengajaran terhadap anak-anak perempuan.
1912 Sofa Tresna didirikan di Yogyakarta.
1917 Maria Walanda Maramis mendirikan  Pikat di Manado.
1924 Muhammadiyah   mendirikan   organisasi  kewanitaan  yang  berorientasi   Islam, yaitu Aisyiah.
1925 Di Tasikmalaya, Dewi Sartika mendirikan  Perkumpulan Keutamaan lstri.
1929 KongresWanita I  diadakan diYogyakarta. KongrestersebutmembentukPeserikatan Perempuan Indonesia (PPI) yang tahun  1929 diubah namanya menjadi Perikatan Perhimpunan lstri Indonesia (PPII). Hari kongres ditetapkan menjadi Hari lbu.
1930 lstri Sadar yang bercorak politik didirikan  di Bandung.

 

 

I. PENJAJAHAN JEPANG

 

  1. Jepang mengeluarkan  kebijakan Pan Asia dan mengeluarkan  doktrin Hakka I   Ciu. Kemudian, Jepang mengalahkan pasukan gabungan sekutu yang dikenal dengan ABDA Com (AS, lnggris, Belanda, dan Australia) dalam pertempuran Battle ofJava Sea pada Februari 1942. Pada tanggal 8 Maret 1942, posisi Belanda di Indonesia digantikan oleh Jepang melalui Kapitulasi Kalijati.
  2. Jepang  ingin  rakyat  Indonesia  membantu  peperangan  Jepang  dan  menanamkan  dalam benak rakyat bahwa Jepang adalah saudara tua Indonesia dengan propaganda Tiga A: Nippon Cahaya Asia, Pelindung Asia, dan Pemimpin Asia.
  3. Jepang  membuat Putera  (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur pada tanggal  16 April 1943.
  4. Pada  tanggal  3  September  1943,  Jepang  membentuk  Chuo  Sang  In  (Badan  Pertimbangan Pusat) bertugas memajukan setiap usaha pemerintah untuk memenangkan  perang.
  5. Pada tahun 1944,Jenderal Kumakici Harada mendirikan perkumpulan tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk menarik simpati rakyat, seperti Jawa Hokokai hasil peleburan Tonarigumi  (RT), Fujinkai (barisan wanita), Kakyo Sakai, dan Tai lku Kai (perkumpulan olahraga).
  6. Jepang akhirnya kalah di Front Pasifik. Pemerintah Jepang pun memberikan janji kemerdekaan untuk rakyat Indonesia. Sehubungan dengan itu, dibentuklah BPUPKI dan PPKI.

 

 

J. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

 

  1. Pada tanggal 9 Agustus 1945, Panglima tertinggi di Saigon, Jenderal Terauci, memberitahukan kepada  Soekarno,  Moh.  Hatta,  dan  Rajiman Widyodiningrat  bahwa  Indonesia  diserahkan kepada Sekutu.
  2. Melalui radio, berita mengenai kekalahan Jepang sudah tersebar. Hal ini mendesak golongan muda untuk mengadakan pertemuan dengan Soekarno dan Moh. Hatta (golongan tua) pada tanggal  15 Agustus 1945.
  3. Golongan   tua   menganjurkan   agar   proklamasi   dibicarakan   melalui   PPKI.   Akan  tetapi golongan  muda  menolak  dan memutuskan  untuk  menculik  Soekarno  dan Moh. Hatta  ke Rengasdengklok. Daerah tersebut minim pengawasan pemerintah Jepang. Tujuannya adalah untuk menyakinkan bahwa golongan tua tidak diperalat Jepang.
  4. Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno menemui Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajaki sikap  pemerintah  Jepang.  Nishimura  menyatakan  bahwa  Jepang  tidak  bisa  memenuhi janjinya untuk memberi  kemerdekaan kepada Indonesia karena Jepang ditugasi untuk mempertahankan status quo di Indonesia sampai sekutu datang.
  5. Laksamana Maeda mempersilakan  rumahnya di Jalan  Imam  Bonjol  No.  1     sebagai tempat rapat penyusunan  teks Proklamasi Kemerdekaan. Naskah teks proklamasi  dirumuskan  oleh Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Subarjo. Naskah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta dan diketik oleh Sayuti Melik. Pembuatannya disaksikan oleh Sukarni, B.M. Diah, dan Sudiro.
  6. Pergantian  teks  Proklamasi  Kemerdekaan  Indonesia  yang dibacakan  pada 17  Agustus  1945 dari aslinya, antara lain:
    1. Kata tempoh  menjadi tempo,
    2. Kata wakil-wakil Bangsa Indonesia diganti menjadi Atas Nama Bangsa Indonesia, dan
    3. Tulisan Djakarta,  17-8-45 diganti Djakarta hari 17 boelan 8 tahoen 45.
  7. Pada  tanggal  17  Agustus  1945,  pembacaan  teks  Proklamasi  Kemerdekaan  Indonesia  oleh Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur No. 56 menandai Indonesia Merdeka.

 

 

K. PANITIA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA

 

  1. Pada tanggal  18 Agustus 1945, Sidang I   PPKI menghasilkan keputusan, yaitu:
    1. Pengesahan dan penetapan Undang-Undang Dasar 1945.
    2. Pemilihan Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
    3. Pembentukan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat).
  2. Pada tanggal  19 Agustus 1945, Sidang II PPKI menghasilkan keputusan, yaitu:
    1. Indonesia  terdiri  dari 8 wilayah  (Sumatra,  Jawa  Barat. Jawa Tengah, Jawa Timur,  Sunda Kecil/Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan).
    2. Pembentukan departemen dan penunjukkan para menteri.
    3. Masalah pertahanan negara.
  3. Pada tanggal 22 Agustus 1945, Sidang Ill PPKI menghasilkan keputusan, yaitu:
    1. KNIP  sebagai  DPR,  diketuai  oleh  Kasman  Singodimejo  dan Suwiryo  sebagai  sekretaris dengan anggota  136 orang.
    2. PNI sebagai partai tunggal  negara RI.
    3. BKR (Badan Keamanan Rakyat) sebagai penjaga keamanan umum.
  4. BKR didirikan  oleh Kaprawi  dan anggotanya  adalah  mantan  Heiho  dan PETA.  Pada  tanggal 5  Oktober  1945, TKR  berdiri  dan tanggal  5  Oktober  ditetapkan  menjadi  hari jadi TNI. TKR kemudian  berubah  menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman pada 24 Januari 1946. Secara resmi, TRI  berubah  nama menjadi Tentara Nasional Indonesia tanggal 3 Juli  1947.
  5. Pemerintah mengeluarkan  maklumat, yaitu:
    1. Maklumat  No. X 10 Oktober 1945  tentang  pemberian  kekuasaan legislatif pada Komite Nasional.
    2. Maklumat 3 November 1945 tentang pembentukan partai politik.
    3. Maklumat  14  November  1945  tentang  perubahan  sistem  pemerintahan  presidensial ke parlementer.