Pergerakan Nasional dan Kemerdekaan Indonesia - Sejarah (Soshum) SBMPTN
A. LATAR BELAKANG
Pergerakan nasional adalah perjuangan organisasi kebangsaan modern untuk meningkatkan taraf hidup di segala bidang dan lepas dari belenggu penjajah.
- Kritik Conrad Theodore van Deventer dalam tulisannya fen Eereschlud (hutang kehormatan) dimuat di majalah De Gids (1899) mengungkapkan perlunya suatu kewajiban moral Pemerintah Belanda memberikan balas budi dari hasil eksploitasi di Hindia Belanda.
- Kritik itu mendapat perhatian serius dari pemerintah Belanda. Kemudian, Ratu Wilhelmina mengeluarkan kebijakan Politik Etis (Politik Balas Budi). Politik ini diterapkan dalam kepemimpinan Alexander W.F. ldenburg (1909-1916). Ada tiga program politik etis, yaitu irigasi, edukasi, dan transmigrasi.
- Pembangunan infrastruktur mulai diperhatikan, seperti jalur kereta api sepanjang Jawa• Madura dan trem listrik di Batavia. Pemerintah kolonial juga membangun irigasi dalam bidang pertanian. Selain itu, pemerintah juga melakukan emigrasi tenaga kerja mu rah ke perkebunan di Sumatra. Perluasan pendidikan gaya Barat ditandai dengan suratsurat R.A. Kartini kepada sahabatnya Ny. R.M. Abendanon di Belanda.
- Pendidikan tersebut membuka peluang mobilitas sosial masyarakat di tanah Hindia dan memunculkan intelektual bumiputra yang akhirnya tersadar akan penjajahan Belanda. Para kaum muda terpelajar inilah yang memulai pergerakan nasional menuju kemerdekaan Indonesia. Mereka menuangkan gagasan perubahan melalui media massa (pers).
B. ORGANISASI PADA MASA AWAL PERGERAKAN NASIONAL
Awal terbentuk organisasi pada masa awal pergerakan nasional biasanya tidak memiliki tujuan politis tertentu. Organisasi tersebut lebih bertujuan untuk menyatukan kepentingan, seperti dalam bidang pendidikan dan perdagangan. Oleh karena dunia masih dalam gejolak Perang Dunia I, organisasi pada masa awal pun akhirnya merambah dunia politik. Organisasi ini sempat mengusulkan pembentukan Komite Pertahanan Hindia (Comite lndie Weerbaar) untuk mempertahankan Indonesia dari serangan asing di PD 1. Namun, usulan itu ditolak dan Belanda lebih mengutamakan pembentukan Dewan Rakyat Hindia (Volksraad).
a. Budi Utomo
- Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa keluarga priyayi Jawa yang bersekolah di STOVIA pada tanggal 20 Mei 1908 (dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional).
- Organisasi ini dipimpin oleh dr. Sutomo. Anggotanya golongan terpelajar dan pegawai pemerintah Jawa dan Madura, seperti Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Ti rtokusu mo.
- Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda dan meningkatkan derajat bangsa. Kegiatannya tidak politis dan ditujukan pada pendidikan dan budaya Jawa.
- Dalam perkembangannya, muncul dua aliran dalam Budi Utomo: Aliran keanggotaan dibatasi untuk kalangan terpelajar, fokus pada pelajaran sekolah, dan tidak bergerak di bidang politik. Aliran gerakan kebangsaan yang demokratis dan lebih memperhatikan nasib rakyat.
- Pada tahun 1935, Budi Utomo melebur bersama Partai Bangsa Indonesia (PBI) menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya).
b. Sarekat Islam (SI)
- Awalnya, SI bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh R.M. Tirtoadisuryo. Tujuan SDI adalah membela kepentingan para pedagang Indonesia dari ancaman monopoli pedagang Cina. Kemudian, Tirtoadisuryo mengajak H. Samanhudi untuk ikut mendirikan SDI di Solo dan H.O.S. Cokroaminoto di Surabaya. Oleh karena masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, SDI tidak memiliki anggota yang cukup banyak.
- Pada tanggal 18 September 1912, SDI berubah menjadi Sarekat Islam oleh tokoh pendiri: H.O.S. Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Anggota SI pun melimpah dan SI pun berkembang pesat karena berlandaskan agama Islam. Tujuan SI adalah mengembangkan jiwa berdagang, meningkatkan derajat rakyat bumiputra, dan menggalang persatuan umat Islam.
- Pada tanggal 29 Maret 1913, H.O.S. Cokroaminoto mengadakan pertemuan dengan pemerintah kolonial Belanda untuk memperjuangkan SI berbadan hukum, tetapi ditolak. Belanda memberikan pengakuan justru pada cabang SI di daerah. Mulai terjadi perpecahan dalam SI.
- Kongres SI tahun 1921 menetapkan disiplin partai rangkap anggota, yaitu setiap anggota SI tidak boleh merangkap sebagai anggota organisasi lain, terutama beraliran komunis. Akhirnya, SI pecah menjadi dua, yaitu:
- Golongan Putih tetap berlandaskan nasionalisme dan Islam dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta. Pada tahun 1927, SI Putih berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
- Golongan Merah berhaluan sosialisme kiri (komunis) dipimpin oleh Semun yang berpusat di Semarang. SI Merah berubah nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) dan menjadi pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).
c. lndische Partij (IP)
- Organisasi ini didirikan oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Cipto Mangunkusumo pada tanggal 25 Desember 1912.
- Tujuan IP adalah mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dan keanggotaannya terbuka bagi semua golongan.
- IP memiliki surat kabar bernama De Ekspress. Surat kabar ini mendapat perhatian pemerintah kolonial karena memuat propaganda ide-ide radikal dan kritis terhadap sistem pemerintahan kolonial.
- Suwardi Suryaningrat menulis artikel berjudul A/s lk fens Nederlander Was (Seandainya Saya Menjadi Seorang Belanda) dalam surat kabar tersebut yang mengkritik penggunaan dana pribumi untuk perayaan ulang tahun ke-100 kemerdekaan Belanda dari Prancis.
- Akibat tulisan tersebut, IP menjadi partai terlarang dan tokohnya diasingkan ke Belanda.
C. ORGANISASI RADIKAL/NONKOOPERASI
Organisasi radikal menentang pemerintahan kolonial secara terang-terangan. Organisasi di masa ini menolak bekerjasama dan tidak mau dibuai bujukan Belanda yang banyak terbukti hanya janji dan tidak pernah terwujud. Organisasi ini memiliki tokoh-tokoh penggerak yang terus terlibat dalam pergerakan nasional hingga kemerdekaan Indonesia.
a. Partai Komunis Indonesia
- Awalnya bernama Partai Komunis Hindia (PKH) dan secara resmi berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. PKH tidak terlepas dari lndische Social Democratische Vereeniging (ISDV). Tokohnya Darsono, Semaun, dan Alimin. PKH berubah menjadi PKI tahun 1927.
- PKI terus berupaya mendapatkan pengaruh dalam masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuhnya melakukan infiltrasi ke Sarekat Islam.
- Pada 13 November 1926, PKI mengadakan pemberontakan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemberontakan tersebut gagal karena massa tidak siap dan organisasi massa masih kacau.
- Tokoh pemberontakan dibuang ke luar negeri dan PKI dilarang. Akan tetapi, masih ada tokoh yang meneruskan aksi revolusioner, seperti Tan Malaka, Musso, dan D.N. Aidit.
b. Perhimpunan Indonesia
- Para mahasiswa Indonesia mendirikan lndische Vereniging yang berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925. Tokoh Pl adalah M. Hatta, dr. Sutomo, lwa Kusuma Sumantri, M. Natsir, Sukiman, dan Ali Sastroamijoyo.
- Kiprah Pl makin terasa ketika tokohnya menghadiri berbagai pertemuan internasional bersifat humanistik seperti Kongres Liga Demokrasi lnternasional. Karena kehadiran tersebut, Belanda menangkap tokoh-tokohnya. Moh. Hatta diadili dan mengajukan pidato pembelaan berjudul Indonesia Vry.
c. Partai Nasional Indonesia
- Partai ini lahir di Bandung pada 4 Juli 1927 dan tidak terlepas dari Algemeene Studie Club yang dipimpin oleh Sukarno.
- Lahirnya PNI dilatarbelakangi oleh situasi sosio-politikyang kompleks karena pemberontakan PKI. Rakyat perlu menyusun kekuatan baru menghadapi pemerintah kolonial Belanda.
- PNI berkembang pesat karena propagandanya menarik dan disampaikan oleh orator ulung, Sukarno. Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karna mengeluarkan trilogi perjuangan nasional, yaitu Kesadaran Nasional (Nationaale Geest), Kemauan/Tekad Nasional (Nationaale Wil), dan Tindakan Nasional (Nationaale Daad).
- Tiga asas PNI, yaitu selfhelp (menolong diri sendiri), selfreliance (percaya pad a diri sendiri), dan self determination (menentukan nasib sendiri).
- Pada akhir tahun 1927, PNI mengadakan pertemuan di Bandung yang dihadiri oleh wakil-wakil dari Partai Serikat Islam, Budi Utomo, Paguyuban Pasundan, Sumatranen Bond, dan Kaum Betawi. Pertemuannya menghasilkan kesepakatan untuk membentuk suatu badan kerja sama, yaitu Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI).
- Pada 1929, jumlah anggota PNI diperkirakan mencapai 10.000 orang yang tersebar di Bandung,Jakarta,Yogyakarta,Semarang,danMakassar.Perkembanganinimengkhawatirkan Belanda dan Sukarno ditangkap dengan tuduhan merencanakan pemberontakan.
- Dalam pengadilan, Sukarno mengajukan pidato pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat dan dijatuhi hukuman penjara.
D. MASA MODERAT/KOOPERASI
Organisasi dalam masa ini mengutamakan jalur diplomasi dalam Volksraad. Akan tetapi, gerakan organisasi radikal membuat langkah organisasi moderat seringkali terpatahkan secara halus dengan penolakan dan ketidaksetujuan pemerintah kolonial Belanda terhadap suara yang dikemukakan pribumi dalam Volksraad.
a. Parindra
- Partai ini didirikan di kota Solo oleh dr. Sutomo tanggal 26 Desember 1935. Parindra merupakan fusi dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia.
- Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya. Asas politik Parindra adalah insidental, artinya tergantung pada situasi politik yang terjadi.
- Tokoh Parindra yang terkenal membela kepentingan rakyatdi Volksraadadalah Moh. Husni Thamrin. Parindra berjuang agar wakil-wakil pribumi di Volksraad semakin bertambah sehingga suara diplomasi untuk merdeka semakin kentara.
- Parindra mengajukan Petisi Sutarjo yang berisi otonomisasi Indonesia dalam 10 tahun ke depan di dalam ruang lingkup Undang-Undang Belanda. Akan tetapi, petisi itu ditolak.
b. Gerindo
- Partai ini didirikan oleh tokoh dari Partindo tanggal 24 Mei 1937. Tokoh tersebut antara lain Sartono, Sanusi Pane, dan Moh. Yamin.
- Tujuan Gerindo adalah mencapai Indonesia merdeka, memperkokoh ekonomi Indonesia, mengangkat kesejahteraan kaum buruh, dan memberi bantuan kepada pengangguran.
c. Gapi
- Kekecewaan atas penolakan Petisi Sutarjo memicu Moh. Husni Thamrin memprakarsai Gabungan Politik Indonesia (Gapi) pada 21 Mei 1939.
- Tujuan Gapi adalah menuntut Indonesia Berparlemen kepada pemerintah Belanda. Akhirnya, pemerintah Belanda membentuk Komisi Visman untuk menyelidiki dan mempelajari perubahan ketatanegaraan Indonesia.
- Menurut Komisi Visman, sebagian besar rakyat Indonesia berkeinginan hidup dalam ikatan Kerajaan Belanda. Gapi menolak keputusan tersebut karena dianggap hanya rekayasa Belanda dan bertentangan dengan kepentingan rakyat Indonesia.
E. KONGRES PEMUDA II
Kongres ini diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 dan dihadiri berbagai organisasi pemuda. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda peserta kongres ini berusaha mempertegas kembali makna persatuan dan berhasil mencapai satu kesepakatan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yaitu:
- Pertama, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
- Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
- Ketiga, Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Dalam penutupan kongres itu pula untuk pertama kali dikumandangkan lagu Indonesia Raya dan Bendera Merah Putih dikibarkan untuk mengiringi lagu tersebut.
F. ORGANISASI PERGERAKAN BERBASIS KEAGAMAAN
a. Muhammadiyah
Pada tanggal 18 September 1912, K.H. Ahmad Dahlan membentuk Muhammadiyah. Kegiatannya antara lain:
- Memberantas buta huruf dan mendirikan sekolah
- Mendirikan Rumah Sakit
- Mendirikan Bank Islam
- Menyingkirkan tradisi kuno yang menyimpang dengan ajaran Islam
b. Nahdatul Ulama (NU)
Pada tanggal 26 Januari 1926, Nahdatul Ulama didirikan oleh K.H. Hasyim Asy'ari, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, dan K.H. Abdul Halim di Surabaya. Tujuannya adalah menyiarkan agama Islam berdasarkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. NU Mendirikan masjid-masjid, pondok pesantren, dan madrasah.
c. MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia)
MIAI didirikan oleh K.H. Mas Mansyur dari Muhammadiyah dan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dari NU pada tahun 1943. Organisasi ini adalah gabungan Ormas Islam.
d. Perkumpulan Politik Katolik Djawi
Perkumpulan Politik Katolik Djawi didirikan oleh I.J. Kasimo di Yogyakarta tahun 1920. Tujuannya adalah menghimpun masyarakat Indonesia yang beragama Katolik untuk berperan aktif memajukan Indonesia. Gerakan ini kooperatif terhadap Belanda dan bergerak pada bidang sosial politik.
e. Perserikatan Kaum Christen
Pada 1929, R.M. Notosutarto dan Mr. Sawuji mendirikan Perserikatan Kaum Christen yang menuntut agar Vo/ksraad dijadikan parlemen dan kepala departemen menjadi menteri.
G. ORGANISASI PERGERAKAN BERBASIS KEPEMUDAAN DAN KEPANDUAN
a. Tri Koro Darmo
Pada 7 Maret 1915, Tri Karo Darmo didirikan oeh dr. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Karo Darmo berarti tiga tujuan mulia (sakti, budi, dan bakti). Pada tahun 1918, Tri Kora Darmo berubah menjadi Jong Java.
b. Javanische Padvinders Organisatie (JPO)
Pada 1916, S.P. Mangkunegoro VII mendirikan JPO yang bertujuan mengoordinasikan kegiatan kepanduan dan olahraga di berbagai sekolah.
c. Jong Sumatranen Bond
Pada 9 Desember 1917, Mohammad Yasin mendirikan Jong Sumatranen Bond di Jakarta yang terdiri atas para pelajar Sumatra yang tengah studi di Jakarta. Tujuan didirikan organisasi ini adalah memperkokoh ikatan sesama pelajar Sumatra dan sekaligus mengembangkan kebudayaan Sumatra.
d. Jong lslamieten Bond
Jong lslamieten Bond didirikan oleh pemuda pelajar Islam pada tanggal 1 Januari 1925. Tujuan pertama pembentukannya adalah untuk mengadakan kursus-kursus agama Islam bagi para pelajar Islam dan mengikat rasa persaudaraan antara para pemuda terpelajar Islam.
H. ORGANISASI KEWANITAAN
Berikut adalah organisasi kewanitaan yang terbentuk untuk mendukung pergerakan nasional Indonesia yang disusun berdasarkan urutan waktu.
| Tahun | Organisasi |
| 1904 | RA Kartini, putri Bupati Rembang, mendirikan Sekolah Kartini di Semarang. |
| 1908 | Surat kabar kewanitaan pertama terbit bernama Putri Hindia. |
| 1912 | Majalah bulanan pertama untuk wanita terbit bernama Sworo. |
| 1912 | Gerakan Putri Mardikan berdiri di Jakarta. Tujuan organisasi ini adalah memajukan pengajaran terhadap anak-anak perempuan. |
| 1912 | Sofa Tresna didirikan di Yogyakarta. |
| 1917 | Maria Walanda Maramis mendirikan Pikat di Manado. |
| 1924 | Muhammadiyah mendirikan organisasi kewanitaan yang berorientasi Islam, yaitu Aisyiah. |
| 1925 | Di Tasikmalaya, Dewi Sartika mendirikan Perkumpulan Keutamaan lstri. |
| 1929 | KongresWanita I diadakan diYogyakarta. KongrestersebutmembentukPeserikatan Perempuan Indonesia (PPI) yang tahun 1929 diubah namanya menjadi Perikatan Perhimpunan lstri Indonesia (PPII). Hari kongres ditetapkan menjadi Hari lbu. |
| 1930 | lstri Sadar yang bercorak politik didirikan di Bandung. |
I. PENJAJAHAN JEPANG
- Jepang mengeluarkan kebijakan Pan Asia dan mengeluarkan doktrin Hakka I Ciu. Kemudian, Jepang mengalahkan pasukan gabungan sekutu yang dikenal dengan ABDA Com (AS, lnggris, Belanda, dan Australia) dalam pertempuran Battle ofJava Sea pada Februari 1942. Pada tanggal 8 Maret 1942, posisi Belanda di Indonesia digantikan oleh Jepang melalui Kapitulasi Kalijati.
- Jepang ingin rakyat Indonesia membantu peperangan Jepang dan menanamkan dalam benak rakyat bahwa Jepang adalah saudara tua Indonesia dengan propaganda Tiga A: Nippon Cahaya Asia, Pelindung Asia, dan Pemimpin Asia.
- Jepang membuat Putera (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur pada tanggal 16 April 1943.
- Pada tanggal 3 September 1943, Jepang membentuk Chuo Sang In (Badan Pertimbangan Pusat) bertugas memajukan setiap usaha pemerintah untuk memenangkan perang.
- Pada tahun 1944,Jenderal Kumakici Harada mendirikan perkumpulan tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk menarik simpati rakyat, seperti Jawa Hokokai hasil peleburan Tonarigumi (RT), Fujinkai (barisan wanita), Kakyo Sakai, dan Tai lku Kai (perkumpulan olahraga).
- Jepang akhirnya kalah di Front Pasifik. Pemerintah Jepang pun memberikan janji kemerdekaan untuk rakyat Indonesia. Sehubungan dengan itu, dibentuklah BPUPKI dan PPKI.
J. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
- Pada tanggal 9 Agustus 1945, Panglima tertinggi di Saigon, Jenderal Terauci, memberitahukan kepada Soekarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Widyodiningrat bahwa Indonesia diserahkan kepada Sekutu.
- Melalui radio, berita mengenai kekalahan Jepang sudah tersebar. Hal ini mendesak golongan muda untuk mengadakan pertemuan dengan Soekarno dan Moh. Hatta (golongan tua) pada tanggal 15 Agustus 1945.
- Golongan tua menganjurkan agar proklamasi dibicarakan melalui PPKI. Akan tetapi golongan muda menolak dan memutuskan untuk menculik Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Daerah tersebut minim pengawasan pemerintah Jepang. Tujuannya adalah untuk menyakinkan bahwa golongan tua tidak diperalat Jepang.
- Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno menemui Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajaki sikap pemerintah Jepang. Nishimura menyatakan bahwa Jepang tidak bisa memenuhi janjinya untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia karena Jepang ditugasi untuk mempertahankan status quo di Indonesia sampai sekutu datang.
- Laksamana Maeda mempersilakan rumahnya di Jalan Imam Bonjol No. 1 sebagai tempat rapat penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan. Naskah teks proklamasi dirumuskan oleh Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Subarjo. Naskah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta dan diketik oleh Sayuti Melik. Pembuatannya disaksikan oleh Sukarni, B.M. Diah, dan Sudiro.
- Pergantian teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan pada 17 Agustus 1945 dari aslinya, antara lain:
- Kata tempoh menjadi tempo,
- Kata wakil-wakil Bangsa Indonesia diganti menjadi Atas Nama Bangsa Indonesia, dan
- Tulisan Djakarta, 17-8-45 diganti Djakarta hari 17 boelan 8 tahoen 45.
- Pada tanggal 17 Agustus 1945, pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur No. 56 menandai Indonesia Merdeka.
K. PANITIA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA
- Pada tanggal 18 Agustus 1945, Sidang I PPKI menghasilkan keputusan, yaitu:
- Pengesahan dan penetapan Undang-Undang Dasar 1945.
- Pemilihan Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
- Pembentukan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat).
- Pada tanggal 19 Agustus 1945, Sidang II PPKI menghasilkan keputusan, yaitu:
- Indonesia terdiri dari 8 wilayah (Sumatra, Jawa Barat. Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil/Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan).
- Pembentukan departemen dan penunjukkan para menteri.
- Masalah pertahanan negara.
- Pada tanggal 22 Agustus 1945, Sidang Ill PPKI menghasilkan keputusan, yaitu:
- KNIP sebagai DPR, diketuai oleh Kasman Singodimejo dan Suwiryo sebagai sekretaris dengan anggota 136 orang.
- PNI sebagai partai tunggal negara RI.
- BKR (Badan Keamanan Rakyat) sebagai penjaga keamanan umum.
- BKR didirikan oleh Kaprawi dan anggotanya adalah mantan Heiho dan PETA. Pada tanggal 5 Oktober 1945, TKR berdiri dan tanggal 5 Oktober ditetapkan menjadi hari jadi TNI. TKR kemudian berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman pada 24 Januari 1946. Secara resmi, TRI berubah nama menjadi Tentara Nasional Indonesia tanggal 3 Juli 1947.
- Pemerintah mengeluarkan maklumat, yaitu:
- Maklumat No. X 10 Oktober 1945 tentang pemberian kekuasaan legislatif pada Komite Nasional.
- Maklumat 3 November 1945 tentang pembentukan partai politik.
- Maklumat 14 November 1945 tentang perubahan sistem pemerintahan presidensial ke parlementer.