Pembangunan Berkelanjutan - Geografi (Soshum) SBMPTN
A. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
a. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan berwawasan lingkungan atau pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia dengan memanfaatkan sumber daya a lam secara bijaksana tan pa mengabaikan kelestarian lingkungan. Analisis dampak lingkungan (Amdal) harus dilakukan agar kualitas lingkungan dan ekosistem tidak rusak karena adanya proyek-proyek pembangunan. Pembangunan ini tidak hanya memperhatikan pemenuhan kebutuhan untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.
b. Ciri-Ciri Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan yang berkelanjutan harus mencerminkan tindakan yang mampu melestarikan lingkungan alam. Pembangunan berkelanjutan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- Memberi kemungkinan pada kelangsungan hidup dengan cara melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem yang mendukungnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Memanfaatkan sumber daya alam dengan memanfaatkan teknologi yang tidak merusak lingkungan.
- Meningkatkan dan melestarikan kemampuan serta fungsi ekosistem untuk memasok, melindungi,serta mendukung sumberdaya alam bagi kehidupan secara berkesinambungan.
- Menggunakan prosedur dan tata cara yang memerhatikan kelestarian fungsi dan kemampuan ekosistem untuk mendukung kehidupan, baik masa kini maupun masa yang akan datang.
B. PEMANASAN GLOBAL
a. Penyebab Pemanasan Global
Suhu di bumi ditentukan oleh keseimbangan antara energi dari matahari dan hilangnya energi tersebut ke luar angkasa. Satu per tiga energi matahari dipantulkan kembali ke luar angkasa, sedangkan sisanya diserap oleh tanah dan laut. Energi tersebut kemudian memanaskan permukaan bumi sehingga diradiasikan kembali sebagai panas dalam gelombang panjang (infrared). Gas-gas di atmosfer, seperti CO2, CH4, dan NOx dapat menyerap radiasi panas tersebut sehingga atmosfer bumi menjadi hangat (efek rumah kaca). Kemampuan ini menyebabkan gas-gas (O2, CH4, dan NOx dikenal sebagai gas rumah kaca (GRK). Bumi membutuhkan efek tersebut karena tanpa efek rumah kaca suhu tropis akan mencapai -10°C. Sejak revolusi industri, pembakaran bahan bakar fosil (minyak, batu bara, dan gas alam) telah melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (O2 dan CH4 sehingga meningkatkan efek GRK dan menaikkan suhu bumi secara global. Aktivitas manusia membakar cahaya matahari yang sudah menjadi fosil dipastikan menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global.
b. Dampak Pemanasan Global
Naiknya suhu bumi menyebabkan hal-hal berikut.
- Mencairnya permukaan es/gletser di daerah kutub.
- Naiknya permukaan air laut.
- Meningkatnya frekuensi bencana banjir di daerah-daerah tepi pantai.
- Terjadinya perubahan iklim dunia.
- Meningkatnya luas gurun pasir.
- Berkurangnya cadangan air bersih di bumi karena banyak sungai mulai mengering.