Mobilitas Sosial dan Kelompok Sosial - Sosiologi (Soshum) SBMPTN
A. MOBILITAS SOSIAL
Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari suatu lapisan sosial ke lapisan yang lain.
a. Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial
- Mobilitas sosial horizontal
Mobilitas horizontal merupakan perpindahan sosial yang tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas tersebut. Mobilitas ini terjadi dalam lapisan sosial yang sama, seperti mobilitas antargenerasi sebagai berikut.- Mobilitas intergenerasi: perpindahan status atau kedudukan yang terjadi di antara beberapa generasi.
- Mobilitas intragenerasi: perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.
- Mobilitas sosial vertikal
Mobilitas vertikal merupakan perpindahan sosial yang mengakibatkan adanya perubahan status dan kedudukan individu. Mobilitas ini terdiri atas dua jenis sebagai berikut.- Vertikal naik (social climbing): status dan kedudukan individu naik setelah terjadinya mobilitas sosial.
- Vertikal turun (social sinking): status dan kedudukan individu tu run setelah terjadinya mobilitas sosial.
b. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial
Saluran yang digunakan dalam mobilitas sosial sebagai berikut.
- Organisasi sosial
- Angkatan bersenjata
- Organisasi politik
- Lembaga keagamaan
- Organisasi ekonomi
- Organisasi profesi
- Organisasi keolahragaan
- Non-organisasi sosial
- Pendidikan
- Pernikahan
c. Dampak Mobilitas Sosial
- Dampak positif
- Mendorong peningkatan diri seseorang.
- Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik, seperti asimilasi, akulturasi, dan integrasi sosial menuju persatuan dan kesatuan bangsa.
- Dampak negatif
- Menimbulkan kesenjangan sosial.
- Menimbulkan kontlik sosial, baik antarkelompok sosial atau antargenerasi.
- Menimbulkan gangguan psikologis.
B. KELOMPOK SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto, kelompok adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hid up bersama karena saling berhubungan secara timbal balik dan saling memengaruhi.
a. Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
- Naluri gregariousness, yaitu keinginan manusia untuk hidup dan berinteraksi bersama.
- Adanya unsur kesamaan, seperti kesamaan kepentingan, solidaritas darah, keturunan atau daerah asal, kebudayaan, bahasa, dan lainnya.
- Adanya unsur kedekatan, seperti kedekatan tempat tinggal dan geografis.
- Adanya motivasi, tujuan, minat atau dorongan tertentu, seperti dorongan untuk menjaga alam, faktor keamanan, dan efektivitas kerja.
- Adanya konsensus (kesepakatan/mufakat) bersama mengenai pendapat atau pendirian, seperti kesadaran bahwa seseorang merupakan bagian kelompok yang bersangkutan.
b. Klasifikasi Kelompok Sosial
Menurut Ferdinand Tonnies, klasifikasi kelompok sosial berdasarkan erat-longgarnya ikatan antar-anggotanya adalah sebagai berikut.
- Paguyuban (Gemeinschaft)
Paguyuban adalah kelompok sosial yang anggotanya memiliki ikatan batin yang kuat dan hubungannya bersifat informal. Berdasarkan alasan terbentuknya, paguyuban dibedakan menjadi beberapa tipe berikut.- Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaftbyblood), misalnya keluarga, kelompok kekerabatan, dan kelompok genealogis (kesamaan nenek moyang).
- Paguyuban karena tempat (gemeinschaft ofplace), misalnya Rukun Tetangga, Rukun Warga.
- Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind), misalnya partai politik berdasarkan agama.
- Patembayan (Gesselschaft)
Patembayan adalah kelompok sosial yang anggotanya memiliki ikatan lahir yang bersifat pokok untukjangka waktu yang pendek. Contoh: ikatan antara pedagang dan organisasi dalam suatu pabrik atau industri. Ciri-ciri kelompok patembayan, antara lain:- memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal,
- memperhitungkan nilai guna (utilitarian),
- lebih didasarkan pada kenyataan sosial, dan
- hubungan antar-anggota bersifat formal.
Kelompok sosial berdasarkan interaksi sosial anggotanya diklasifikasikan sebagai berikut.
- In group dan out group
Konsep pembentukan kedua kelompok ini merupakan perwujudan dari adanya kecenderungan sikap etnosentrisme, yakni menilai kebudayaan lain dengan menggunakan ukuran sendiri. Kelompok sosial in group dibentuk berdasarkan perasaan simpati, sedangkan kelompok sosial out group dibentuk berdasarkan perasaan antipati. - Primary group dan secondary group
Kelompok primary group ditandai dengan kenal-mengenal antara anggota kelompok, kerja samanya erat, dan bersifat pribadi. Kelompok secondary group terdiri atas banyak orang, hubungan antara setiap anggota tidak perlu saling mengenal secara pribadi, dan sifat kelompok ini tidak tetap. - Formal group dan informal group
- Formal group
Kelompok ini memiliki peraturan tegas yang sengaja diciptakan untuk mengatur hubungan di antara anggotanya. Setiap anggota memiliki kedudukan yang disertai dengan pembagian tugas. Contoh: asosiasi sarjana, himpunan wanita, atau perkumpulan pelajar. - Informal group
Kelompok ini tidak memiliki struktur dan organisasi yang tegas dan pasti. Setiap anggota berada dalam kelompok kecil tan pa struktur formal. Contoh: klik (clique).
- Formal group
Kelompok sosial berdasarkan cara pembentukannya diklasifikasikan sebagai berikut.
- Kelompok semu
Kelompok semu bersifat sementara dan tidak memiliki kemungkinan untuk membentuk tradisi atau ikatan antar-anggota. Bentuk-bentuk kelompok semu sebagai berikut.- Kerumunan (Crowd)
- Pendengar formal (formal audience), misalnya penonton bioskop atau peserta pengajian.
- Kerumunan pengguna fasilitas yang sama (inconvenient causal crowds), misalnya orang-orang yang mengantri karcis atau menunggu bis.
- Kerumunan karena suasana panik (panic causal crowds), misalnya kerumunan orang yang menyelamatkan diri dari banjir.
- Kerumunan penonton (spectator causal crowd), misalnya kerumunan orang yang menyaksikan kebakaran.
- Kerumunan ekspresif yang direncanakan (planned expressive crowds), misalnya orang-orang yang berdansa, berpesta, dan berekreasi.
- Kerumunan yang tidak ingin tunduk pada hukum (acting lawless crowds atau acting mobs), misalnya kerumunan pendemo atau gerombolan pedagang kaki lima yang mengamuk karena dilarang berjualan di tepi jalan.
- Kerumunan tak bermoral (immoral lawless crowds), misalnya orang-orang yang mabuk.
- Massa (Mass)
Massa merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan. Misalnya, kelompok yang dikumpulkan untuk berdemonstrasi. - Publik
Publik merupakan kelompok semu dengan ciri-ciri terbentuknya hampir sama dengan massa, perbedaannya adalah publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu tern pat yang sama. Misalnya, publik yang terkonsentrasi pada radio atau televisi.
- Kerumunan (Crowd)
- Kelompok nyata
Kelompok nyata kehadirannya selalu konstan. Bentuk-bentuk kelompok nyata sebagai berikut.- Kelompok statistik (statistical group)
Kelompok statistik bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial, dan umumnya terbentuk sebagai sasaran penelitian oleh ahli statistik atau sosiolog. Misalnya, kelompok penduduk usia 10- 15 tahun di beberapa kecamatan. - Kelompok kemasyarakatan (societal group)
Kelompok kemasyarakatan sadar pada adanya kesamaan jenis, seperti jenis kelamin, warna kulit, dan kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi antara anggotanya sehingga mereka tidak terlibat dalam organisasi. - Kelompok sosial (sosial group)
Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama, seperti tempat tinggal, pekerjaan, kedudukan atau kegemaran yang sama. Misalnya, tetangga atau teman sepermainan. - Kelompok asosiasi (associational group)
Kelompok asosiasi adalah kelompok yang terorganisasi dan memiliki struktur formal (kepengurusan), seperti ketua, staf, dan anggota.
- Kelompok statistik (statistical group)