Peristiwa Penting di Dunia dan Pengaruhnya - Sejarah (Soshum) SBMPTN
A. MUNCULNYA REVOLUSI DI BERBAGAI BIDANG
a. Reformasi Gereja
Kepausan dan gereja Katolik telah terkait erat dalam kehidupan politik Eropa Barat selama ratusan tahun. Hasil manipulasi politik telah meningkatkan kekayaan dan kekuasaan gereja yang kemudian mengakibatkan jatuhnya gereja sebagai sumber kekuatan spiritual. Salah satu gerakan reformasi yang paling banyak pendukungnya adalah Reformasi Gereja Jerman. Pemimpin gerakan tersebut adalah Martin Luther, seorang pastor dan juga profesor di Universitas Wittenburg. Pada 31 Oktober 1517, Luther menempelkan 95 tesisnya di depan Gereja Castle Wittenburg terkait masalah teologi dan etik dalam ajaran dan praktik katolisme gereja. Salah satu masalah yang dikemukakannya adalah sistem pengampunan dosa yang harus didapatkan dari Paus dalam bentuk surat pengampunan dosa (indulgence). Menurutnya, pengampunan atau pembenaran itu berasal dari Tuhan (justification by faith).
Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab munculnya gerakan Reformasi Gereja tersebut.
- Penjualan surat-surat pengampunan dosa.
- Adanya penyimpangan terhadap acara sakramen atau ritus pemujaan terhadap benda• benda keramat atau tokoh-tokoh suci (saints).
- Adanya anggapan bahwa para pastor adalah orang suci membuat munculnya korupsi dari pihak gereja.
- Kebangkitan nasionalisme di negara-negara Eropa sehingga para raja mulai menolak dominasi dan intervensi Paus ataupun lmperium Romawi dalam pemerintahan negaranya.
- Berkembangnya kapitalisme dan krisis ekonomi di Roma.
- Berkembangnya paham humanisme dan dimulainya masa Renaisans di seluruh Eropa.
b. Revolusi Amerika
- Latar belakang
Para pelarian dari kekacauan dan tekanan di lnggris yang kemudian tinggal di Amerika Utara disebut kolonis. lnggris menganggap daerah kolonis di Amerika adalah milik mereka. Akibatnya, dengan gubernur jenderal dan pasukannya, pemerintah lnggris di bawah Raja George Ill menetapkan berbagai undang-undang yang membatasi kolonis khususnya dalam bidang perdagangan. Sejalan dengan undang-undang tersebut, lnggris juga menetapkan banyak pajak yang sangat merugikan rakyat koloni. Berdasarkan hal-hal tersebut, kolonis yang menginginkan kebebasan politik dan perdagangan kemudian melakukan pemberontakan. Pada tahun 1773, terjadi peristiwa Pesta Teh Boston di Massachusetts sebagai bentuktidaksetujunya kolonis terhadap UU Teh yang diberlakukan lnggris. Peristiwa tersebut dianggap pemerintah lnggris sebagai pemberontakan secara terbuka sehingga mereka kemudian memberlakukan UU Koersif (1774) yang lebih mengekang kebebasan kolonis. Seluruh kolonis menentang undang-undang tersebut dengan mengadakan Kongres Kontinental I. Akibatnya, lnggris bertekad menaklukkan kolonis dengan kekuatan senjata. Pihak koloni mengangkat George Washington, seseorang yang berjasa pada lnggris dalam Perang LautTujuh Tahun, untuk menghadapi ancaman tersebut. Konfrontasi terbuka antara lnggris dan kolonis tidak dapat dihindari sehingga pada tahun 1775 masa Perang Revolusi Amerika pun dimulai. Kolonis kemudian menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Amerika (Declaration of Independence) yang secara tegas menginginkan kemerdekaan sendiri (4 Juli 1776). - Kronologis Revolusi Amerika (1775-1783)
- 1764: UU Gula dan UU Mata Uang ditetapkan kepada kolonis. James Otis melakukan penentangan dengan menerbitkan "Hak-Hak Koloni lnggris" dengan semboyannya "Pajak tanpa perwakilan adalah tirani" (taxation without representation is tyranny). Pedagang di Boston kemudian memboikot barang-barang mewah lnggris.
- 1765: UU Perangko (kolonis harus membayar pajak langsung kepada lnggris) dan UU Quartering (kolonis menyediakan akomodasi bagi pasukan lnggris di Amerika) diberlakukan. Kelompok oposisi kemudian membentuk "The Sons of Liberty".
- 1766: Benjamin Franklin memperingatkan lnggris akan kemungkinan revolusi jika undang-undang tersebut dipaksakan oleh militer. Muncul kekerasan di New York antara kelompok "The Sons of Liberty" dengan militer lnggris.
- 1769: Pemboikotan barang-barang lnggris terjadi di Boston, Rhode Islands, Philadelphia, hingga North Carolina. George Mason menulis resolusi yang dibacakan George Washington di Virginia House of Burgesses mengenai oposisi kolonis pada pajak tanpa perwakilan.
- 10 Mei 1773: Pemberlakuan UU Teh mengakibatkan terjadinya monopoli perdagangan oleh EiC lnggris dengan menempatkan pengusaha Amerika hanya sebagai pihak tengah.
- 16 Desember 1773: Terjadi Peristiwa Pesta Teh Boston, aktivis kolonis menyamar sebagai suku Mohawk Indian kemudian menaiki kapal lnggris dan membuang 342 kontainer teh di Pelabuhan Boston. Peristiwa ini dirancang oleh Samuel Adams dan "The Sons of Liberty".
- 1774: UU Koersif dan undang-undang lainnya diberlakukan sebagai tanggapan atas pemberontakan kolonis. Seluruh daerah kolonis membentuk dan melaksanakan Kongres Kontinental I untuk menyatakan perlawanan dan menegakkan hak-hak mereka pada "Life, Liberty, Property"
- 18-19 April 1775: Gubernur Royal Massachusetts Thomas Gage memerintahkan tentara lnggris menghancurkan gudang persenjataan kolonis di Concord sehingga terjadi peperangan di Lexington dan Concord.
- 17 Juni 1775: Terjadi peperangan Bunker Hill antara lnggris dan pasukan kontinental (kolonis) yang dipimpin oleh George Washington.
- 6 Juli 1775: Kolonis menyatakan Deklarasi Penyebab dan Kebutuhan untuk Perlawanan dengan menyatakan "diselesaikan dengan mati sebagai orang merdeka daripada hidup sebagai budak".
- Januari 1776: Thomas Paine menerbitkan "Common Sense" yang menyatakan argumen tegas kemerdekaan bagi Amerika.
- 7 Juni 1776: Delegasi dari Virginia, Richard Henry Lee, menyatakan resolusi formal untuk Kongres Kontinental agar mendeklarasikan kemerdekaannya dari lnggris.
- 4 Juli 1776: Thomas Jefferson membacakan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (United States Declaration of Independence).
- 2 Agustus 1776: Anggota Kongres menandatangani Deklarasi Kemerdekaan.
- 15 November 1777: Kongres membentuk kekuasaan tunggal atas pemerintahan nasional yang baru dalam Artikel Konfederasi.
- 6 Februari 1778: Prancis menandatangani perjanjian aliansi dengan Amerika Serikat.
- 11 Juni 1780: Konstitusi Massachusetts yang baru mendukung "seluruh manusia lahir bebas dan sederajat"yang mana termasuk para budak kulit hitam.
- 28 September 1781: Terjadi peristiwa Pengepungan Yorktown yang berakibat pada menyerahnya pasukan lnggris.
- 27 Februari 1782: Parlemen lnggris menentang berlanjutnya perang di Amerika.
- 30 November 1782: Perjanjian damai di Paris ditandatangani lnggris, berisi pengakuan pada kemerdekaan Amerika dan ditarik mundurnya pasukan lnggris dari Amerika.
- 11 April 1783: Kongres menyatakan berakhirnya peperangan.
- 3 September 1783: Perjanjian Paris ditandatangani oleh Amerika Serikat dan lnggris.
- 14 Januari 1784: Perjanjian Paris diratifikasi oleh Kongres dan Perang Revolusi Amerika secara resmi berakhir.
- Dampak
Deklarasi Kemerdekaan Amerika dalam Revolusi Amerika mengilhami bangsa-bangsa di dunia untuk menentang penjajahan dan memerdekakan diri dari pemerintah kolonial.
c. Revolusi Prancis
- Latar belakang
Revolusi Prancis terjadi karena tiga faktor utama, yakni kekuasaan raja yang absolut, krisis ekonomi, dan ketidakadilan politik yang dimiliki oleh para bangsawan dan pendeta Katolik. Berkembangnya paham/ideologi baru menjadi salah satu penggerak rasionalisme rakyat untuk mengakhiri masalah di atas. Tokoh-tokoh pencetus Revolusi Prancis sebagai berikut.- John Locke, menyatakan ajaran kedaulatan rakyat (demokrasi).
- Montesquieu, mencetuskan trias politika atau sistem pemerintahan atas pembagian kekuasaan, yakni pembuat undang-undang (legislatif), pelaksana undang-undang (eksekutif), dan pengatur peradilan berdasarkan undang-undang (yudikatif). Pembagian tersebut bertujuan untuk menghilangkan kesewenang-wenangan.
- J.J. Rousseau, mencetuskan sistem kontrak sosial yang menyatakan bahwa setiap manusia adalah sama dan merdeka dalam mengatur kehidupannya kemudian membentuk semacam perjanjian sesama anggota masyarakat (contract social). ldeologi ini kemudian memunculkan salah satu semboyan revolusi oleh tokoh rakyat Maximilien Robespierre, yakni "Liberte, Egalite, Fratermite" (Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan).
- Kronologis Revolusi Prancis (1789-1799)
Pada masa krisis keuangan yang sangat parah, Raja Loise XVI memanggil DPR (etats generaux) yang terdiri atas tiga golongan, yakni pendeta, bangsawan, dan rakyat biasa. Adanya DPR tidak dapat menyelesaikan masalah karena para bangsawan dan pendeta tidak mau kehilangan hak-hak mereka sejakdulu, yakni hidup bebas dengan keistimewaan politik dan tanpa pajak. Di lain pihak, kehidupan rakyat semakin susah dan kemiskinan semakin meluas. Akibatnya, rakyat biasa golongan Ill serta sebagian dari golongan I dan II membentuk Majelis Nasional secara diam-diam pada tahun 1789. Berikutnya, pada tanggal 11 Juli 1789, penasihat keuangan raja yang pro-rakyat bernama Jacques Necker dipecat setelah menerbitkan laporan keuangan pemerintah kepada publik. Laporan keuangan itu menunjukkan bukti bahwa raja, keluarganya, dan para bangsawan menghambur• hamburkan uang negara untuk kepuasan pribadi. Hal itu memicu kemarahan rakyat sehingga mulai terjadi pemberontakan terbuka kepada pemerintahan monarki. Perang revolusi dimulai dengan penyerangan Penjara Bastille yang dipimpin oleh Marquis de Lafayette dari Tentara Nasional (14 Juli 1789). Penjara tersebut diserang karena merupakan simbol absolutisme raja yang menghukum semua orang yang dianggap berani melawan kehendaknya. Revolusi berlanjut dengan peristiwa-peristiwa berikut.- 4 Agustus 1789: Majelis Konstituante Nasional menghapuskan feodalisme.
- 26 Agustus 1789: Majelis menerbitkan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.
- 1 Oktober 1789: Kerumunan 7.000 rakyat wanita menuju Versailles dan menyerbu istana menuntut raja dan keluarganya kembali ke Paris untuk mengatasi kemiskinan yang semakin meluas.
- 12 Juli 1790: Majelis Nasional mengeluarkan Konstitusi Sipil Pendeta. Para revolusioner radikal menolak otoritas Paus di Roma atas gereja Prancis dengan memulai upaya de-kristenisasi dan membentuk Kultus Alasan. Peristiwa ini kemudian menyebabkan Prancis terbagi atas tiga faksi, faksi kiri (pro-revolusi radikal), tengah (pro-revolusi), dan kanan (kontra-revolusi).
- 20 September 1792: Konvensi Nasional menghapuskan monarki dan mendeklarasikan republik. Tanggal ini kemudian dijadikan awal Tahun Satu dari Kalender Revolusi Prancis.
- 5 September 1793-27 Juli 1794: Faksi kiri dipimpin oleh Maximilien Robespierre, Partai Jacobin, memulai masa Pemerintahan Teror di mana semua orang yang tidak mendukung revolusi dihukum pancung dengan pisau nasional guillotine, seperti Raja Louis XVI dan Permaisuri Marie Antoinette.
- 26 September 1795-9 November 1799: Dibentuk pemerintahan Direktorat Prancis untuk menyelesaikan masa Pemerintahan Teror dengan berhasil diredamnya sisa• sisa pemberontakan faksi kiri dan kanan oleh Jenderal Napoleon Bonaparte.
- Pemerintahan Napoleon Bonaparte
Keadaan Prancis menjadi lebih baiksaat berada dalam Pemerintahan Konsulat (1799-1804) dengan Napoleon Bonaparte sebagai Konsulat I. Pada tahun 1804-1815, Prancis berada dalam Pemerintahan Kekaisaran (monarki kerakyatan) dengan kaisar pertama Napoleon I. Pada masa pemerintahannya, Prancis berhasil menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi ataupun peperangan. Kebijakan penting pada masa Napoleon sebagai berikut.- Kitab Undang-Undang Napoleon.
- Perubahan pada organisasi militer: mengenalkan istilah korps atau kumpulan dari divisi-divisi; menggunakan sistem perang artileri atau pasukan dengan alat berat penembak proyektil; mengadakan wajib militer yang pertama di dunia; membuat standardisasi ukuran meriam; menggunakan semaphore untuk berkomunikasi khusus.
- Kebijakan untuk menyatukan Eropa dengan mengadakan perjanjian atau penyerangan terhadap lnggris.
- Menerapkan sistem ekonomi kontinental (continental stelsel) untuk melawan blokade laut oleh lnggris. Napoleon mengeluarkan Dekret Berlin (21 November 1806) yang isinya melarang impor barang-barang lnggris ke negara-negara Eropa yang bersekutu atau bergantung kepada Prancis. Seluruh hubungan dengan lnggris harus diputus, tak terkecuali hubungan surat-menyurat.
- Akibat Revolusi Prancis bagi Indonesia
Berbagai paham dan sistem yang muncul saat Revolusi Prancis diadaptasi oleh para pendiri negara untuk dapat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.- Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara serta nasionalisme atas dasar kebebasan, persamaan, dan persaudaran menginspirasi bangsa Indonesia untuk merdeka dan mengusir penjajah dari tanah air.
- Sistem pemerintahan demokrasi dalam bentuk Republik menunjukkan bentuk pemerintahan yang lebih stabil daripada monarki di mana kedaulatan berada di tangan rakyat sebagaimana tercantum dalam Pancasila.
- Sistem pembagian kekuasaan atas pemerintahan yang dikemukakan Montesquie menginspirasi adanya badan legislatif DPR, badan eksekutif Presiden, dan badan yudikatif Komisi Yudisial.
d. Revolusi lndustri
Revolusi lndustri pertama kali terjadi di lnggris pada a bad ke-18 ditandai dengan digunakannya mesin uap untuk menggerakkan mesin berbahan bakar kayu atau batu bara.
- Latar belakang
Penyebab terjadinya Revolusi lndustri di lnggris sebagai berikut.- lnggris memiliki cukup bahan dasar untuk industri, seperti bahan tambang (bijih besi dan timah), batu bara, kapas, dan wol.
- lnggris melakukan penelitian terpadu pada ilmu alam sehingga memiliki banyak penemuan baru. Berkembangnya ilmu pengetahuan didukung dengan berdirinya lembaga ilmiah "Royal Society for Improving Natural Knowledge" pada tahun 1662.
- Adanya kemajuan pesat dalam pelayaran membawa kemajuan pada perdagangan lnggris sehingga lnggris berhasil membentuk kongsi dagang EiC yang menjadi sumbangan terbesar bagi pemodalan industri.
- Situasi politik lnggris yang stabil mempercepat proses kemajuan di bidang industri. Adanya Revolusi Glorius tahun 1688 mengharuskan pemimpin monarki untuk setia pada piagam Bill of Right sehingga para raja harus tunduk pada undang-undang dan mengambil pajak atas persetujuan parlemen.
- Penemuan-penemuan penting
Penemuan penting para ilmuwan di lnggris mempercepat kerja dan melipatgandakan hasil industri. Penemuan-penemuan tersebut sebagai berikut.- Kumparan terbang (flying shuttle) oleh John Kay (1733) yang mempercepat proses pemintalan.
- Mesin pemintal benang (spinning jenny) oleh James Hargreves (1767) dan Richard Arkwright (1769).
- Mesin uap oleh James Watt (1769) yang kemudian dikembangkan menjadi a lat transportasi cepat, seperti lokomotif karya Richard Treventhiek (1804), kereta api penumpang oleh George Strepenson, dan kapal perang oleh Robert Fulton (1814).
- Cap silindir oleh Thomas Bell (1769) yang memungkinkan untuk mencetak kain dengan pola kembang lebih cepat dibandingkan pola cap balok oleh manusia.
- Mesin tenun sebagai penyempurnaan kumparan terbang oleh Edmund Cartwright (1785).
- Alat pemisah biji kapas dari serabutnya (cottongin) oleh Whitney (1794) yang memungkinkan tersedianya kapas bersih dengan cepat.
- Dampak
Revolusi lndustri menyebabkan munculnya kaum borjuis sebagai penguasa industri dan terjadi urbanisasi besar-besaran untuk menuju pusat pekerjaan di pabrik-pabrik perkotaan. Berikutnya, muncul kapitalisme yang menyebabkan para buruh menjadi objek pemerasan para penguasa industri. Akibatnya, buruh tetap miskin dan hidup berjejal di tempat tinggal kumuh dan kotor di pusat-pusat kota (slum area). Kemiskinan kemudian memicu meningkatnya kejahatan, ketergantungan pada minuman keras, pengangguran, wanita dan anak-anak ikut bekerja. Dampak tersebut kemudian menciptakan Revolusi Sosial. Parlemen lnggris mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk memperbaiki nasib para pekerja industri (buruh).- Factory Act (1833) berisi ketentuan bahwa anak-anak yang berumur di bawah 9 tahun tidak boleh bekerja sebagai buruh, namun hanya boleh bekerja selama 9 jam dengan mendapatkan pendidikan selama 2 jam oleh majikan.
- Abolition Bill (1833) berisi ketentuan tentang penghapusan perbudakan di lnggris dan koloninya.
- Poor Law (1834) berisi ketentuan tentang pendirian rumah kerja bagi pengemis dan penganggur, rumah perawatan bagi orang cacat, dan pemberian bantuan bagi mereka yang tidak bekerja karena lanjut usia.
- Corn Law (1815-1846) berisi ketentuan tentang larangan impor gandum dari luar negeri.
- Pengaruh bagi Indonesia
Revolusi lndustri memicu dimulainya masa lmperialisme Modern dengan paham liberalisme. Pada saat lnggris memerintah Indonesia (1811-1816), Thomas Stamford Raffles mengenalkan Indonesia dengan sistem ekonomi uang, menghapuskan penyerahan wajib, kerja rodi, dan perbudakan, serta memberlakukan pajak sewa tanah untuk memberikan kepastian siapa pemilik tanah. Ketika Belanda kembali memiliki kekuasaan atas Indonesia dibuat perjanjian antara lnggris dan Belanda agar Belanda tetap melaksanakan perdagangan bebas. Revolusi lndustri juga sampai ke Belanda sehingga para kaum humanis liberalnya mulai mengecam politik penjajahan kuno Belanda yang mengeksploitasi rakyat Indonesia dengan kekerasan. Akibatnya, pemerintah kolonial Belanda kemudian memberlakukan Politik Etis di Indonesia. Keuntungan dari seluruh perubahan tersebut sebagai berikut.- Politik Etis memberikan kesempatan bangsa Indonesia memperoleh pendidikan sehingga dapat membawa pikiran yang lebih maju.
- Politik kolonial yang liberal memungkinkan bangsa Indonesia mengenal dan berhubungan langsung dengan bangsa asing yang lain.
B. MUNCULNYA BERBAGAI PAHAM BARU DI EROPA
a. Sosialisme
Paham sosialisme pertama kali muncul di lnggris oleh Robert Owen. Paham sosialisme demokratis dikembangkan oleh Pierre Joseph Proudhon dalam bukunya Philosophi de la Misereyang mengungkapkan pentingnya pembagian hak milikantara individu secara sukarela dan merata tanpa adanya pemaksaan dari pihak manapun termasuk negara. Sosialisme radikal dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Pemikiran kedua tokoh tersebut mendorong timbulnya penentangan perluasan kaum kapitalis dengan tekad terwujudnya masyarakat tanpa kelas. Sosialisme radikal pada akhirnya cenderung bersifat komunis. Komunisme berfokus pada penghapusan hak milik perseorangan dan menggantinya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara (kediktatoran).
b. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan paham kebangsaan berdasarkan rasa cinta tanah airyang digunakan sebagai asas dalam mencapai, mempertahankan, mengabadikan identitas, dan integrasi kekuatan bangsanya. Nasionalisme mampu mewujudkan kehidupan negara dengan asas persatuan, namun nasionalisme yang berlebihan, seperti ultranasionalisme menjadi salah satu faktor pendorong kolonialisme yang merugikan bangsa lain.
c. Fasisme
Fasisme merupakan ideologi nasionalis otoriter yang mengedepankan bangsa sendiri dan cenderung memandang rendah bangsa lain.
- Fasisme di Jerman
Pada tahun 1919, Adolf Hitler mendirikan Partai Buruh Jerman berasas fasisme yang kemudian menjadi NSDAP atau disebut Partai Nazi. Nazi dan fasisme tersebut muncul karena sebab berikut.- Kenangan akan kejayaan masa lampau yang ingin diperoleh kembali, seperti masa pemerintahan Wilhelm I dan Fredrich.
- Ketidakpuasan rakyat pada keadaan ekonomi yang menyulitkan.
- Pemerintahan demokratis parlementer mengutamakan kepentingan pribadi sehingga dianggap tidak pantas untuk terus digunakan.
- Fasisme di Italia
Italia merupakan salah satu negara pemenang Perang Dunia I, namun keadaan negaranya sangat buruk. Akibatnya muncul fasisme yang merupakan paham untuk mengutamakan negara di atas segalanya. Partai Fasis yang didirikan oleh Bento Mussolini (1919) dibentuk atas sebab berikut.- Bangsa Italia yang merosot kedudukannya menginginkan kejayaan Romawi masa lalu.
- Adanya ketidakpuasan rakyat karena banyaknya pengangguran.
- Sistem pemerintahan demokratis negara kesatuan Italia dianggap tidak dapat mengatasi kesulitan rakyat.
d. Liberalisme, Kapitalisme, dan Demokrasi
- Liberalisme
Liberalisme merupakan paham tentang berbagai kebebasan yang berhubungan dengan sistem ekonomi, politik, dan agama bagi setiap individu. Tokoh-tokoh yang mendukung paham ini adalah Voltaire, J.J. Rousseau, Mostesquieu, Adam Smith, dan John Locke. - Kapitalisme
Kapitalisme lahir dari adanya liberalisme dalam bidang ekonomi. Menurut Adam Smith, setiap individu dapat berusaha secara bebas tanpa adanya campur tangan pemerintah yang sedang berkuasa. Konsep ini kemudian mendorong kehidupan yang individualis dan materialis. - Demokrasi
Demokrasi dipercaya lahir dari adanya liberalisme dalam bidang politik. Artinya, absolutisme dari golongan raja/bangsawan dan pemimpin agama dihapuskan. Pada perkembangannya, demokrasi bagi kaum liberal dipandang sebagai suatu kebebasan individu yang mencakup banyak hal. Di lain pihak, kaum komunis menganggap demokrasi sebagai upaya penghancuran sistem kapitalis karena negara harus tetap menguasai sistem perekonomian bukan dimiliki oleh individu atau golongan.
e. Merkantilisme
Merkantilisme merupakan paham tentang perlunya meningkatkan kekayaan agar kesejahteraan dan kekuasaan lebih mudah didapatkan. Merkantilisme kemudian menjadi pelopor negara kolonialis untuk berlomba-lomba mengumpulkan logam emas yang saat itu digunakan sebagai ukuran kekayaan.
C. IMPERIALISME DAN KOLONIALISME
a. Pengertian lmperialisme dan Kolonialisme
Kata imperialisme digunakan pertama kali untuk menyebutkan politik lnggris yang bertujuan memperluas kerajaan hingga meliputi seluruh dunia. Asal kata imperialisme dipercaya berasal dari bahasa latin"imperare"yang berarti memerintah. Hak untuk memerintah disebut imperium dan orang yang memiliki hak tersebut adalah imperator. lmperialisme dapat diartikan sebagai sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar. Selain imperialisme, ada juga bentuk penjajahan yang disebut kolonialisme. Kolonialisme adalah paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara tersebut.
b. Latar Belakang
lmperialisme dan kolonialisme global dipercaya terjadi setelah Perang Salib dan jatuhnya Konstantinopel ke Kaisaran Ottoman (Turki) tahun 1453. Akibatnya, jalur perdagangan melewati Laut Tengah ditutup sehingga orang-orang Eropa harus mencari jalur perdagangan yang lain. Perkembangan dan kemajuan teknologi dalam bidang pelayaran kemudian memungkinkan bangsa-bangsa Eropa tiba di Benua Asia yang sangat kaya akan sumber daya alam.
Selain masalah di atas, faktor-faktor lain yang menjadi penyebab pelayaran bangsa-bangsa Eropa hingga munculnya penjajahan sebagai berikut.
- Adanya misi 3G, yakni untuk meningkatkan kekayaan, mendapatkan kejayaan/kekuasaan, dan menyebarkan agama (Gold, Glory, God/Gospel).
- Adanya semangat penaklukan (reconquista) terhadap orang-orang yang beragama Islam.
- Kisah perjalanan Marcopolo (1254-1324), seorang pedagang dan penjelajah dari Italia yang berhasil berlayar hingga ke Cina dalam buku Book of Various Experience.
- Adanya keinginan mengetahui lebih jauh rahasia alam semesta, keadaan geografi, dan bangsa-bangsa yang tinggal di belahan bumi lainnya.
- Berkembangnya Renaisans dan pernyataan penjelajah Copernicus bahwa bumi ini bulat (teori heliosentris).
c. lmperialisme Modern
Keberhasilan pelayaran bangsa-bangsa Eropa ke dunia baru telah memberikan mereka banyak keuntungan dan kekayaan hingga lebih dari satu abad. Setelah muncul Revolusi lndustri, masa baru imperialisme bangsa Eropa pun dimulai. lmperialisme modern muncul karena industri yang besar membutuhkan banyak bahan mentah dan pasar yang luas. Akibatnya, bangsa Eropa membutuhkan banyak daerah jajahan sebagai sumber bahan mentah dan tempat memasarkan barang-barang hasil industri mereka. Jadi, sesuai tujuannya, imperialisme dibedakan atas imperialisme kuno dengan misi 3G dan imperialisme modern dengan tujuan kemajuan ekonomi industri.
d. Dampak lmperialisme
- Bidang politik
- Terciptanya suatu tanah jajahan.
- Muncul politik pemerasan dan politik dunia.
- Berkobarnya perang kolonial.
- Munculnya nasionalisme.
- Bidang ekonomi
- Kekayaan dan industri imperium semakin meningkat, sedangkan perniagaan bangsa jajahan lenyap.
- Adanya lalu lintas perdagangan dunia.
- Adanya kapital surplus/penanaman modal di tanah jajahan.
- Kekuatan ekonomi penduduk asli tanah jajahan lenyap.
- Bidang sosial
- Adanya ketimpangan di bidang pendidikan.
- Muncul gerakan atau paham Westernisasi.
- Adanya pandangan bahwa bangsa terjajah lebih rendah statusnya daripada imperator.
D. PERANG DUNIA I
Perang Dunia I merujuk pada perang besar antara tahun 1914-1918 yang terjadi di Eropa.
a. Latar Belakang dan Kronologis Perang Dunia I
Perang Balkan I dan II menyebabkan Eropa terbagi atas dua aliansi negara besar, yakni Blok Sentral yang terdiri atas Jerman, Austria-Hungaria, dan Bulgaria, serta Blok Sekutu (Triple Entente) yang terdiri atas Prancis, lnggris, dan Rusia. Persaingan antara negara-negara tersebut diperkuat dengan adanya revolusi industri dan imperialisme. Akibatnya, kedua aliansi bertambah besar dengan negara-negara di bawah kekuasaan mereka. Dalam keadaan yang tidak kondusif itu, terjadi pembunuhan Pangeran Frans Ferdinand, putra mahkota Austria-Hungaria di Sarajevo. Pembunuhan dilakukan oleh seorang nasionalis Yugoslavia sehingga pihak tertuduhnya adalah Serbia (Blok Sekutu). Pada 28 Juli 1914, pihak Austria-Hungaria menyatakan perang pada Serbia yang kemudian segera diikuti oleh anggota aliansi lainnya. Perang terbagi dalam empat medan pertempuran (front) dengan melibatkan negara benua lain, seperti Amerika Serikat dan Jepang yang memihak Blok Sekutu, serta Ottoman (Turki) yang memihak Blok Sentral. Perang Dunia I resmi berakhir pada 11 November 1918 dengan kemenangan di pihak sekutu. Penyelesaian perang terikat dalam Perjanjian Versailles, Perjanjian Sevres, Perjanjian St. German, Perjanjian Trianon, dan Perjanjian Meulilly.
b. Dampak Perang Dunia I pada Indonesia
- Bidang politik
PD I menyebabkan semakin banyaknya gerakan radikal oleh rakyat sehingga terjadi keruntuhan monarki dan muncul pemerintahan demokratis di Eropa. Hal itu menginspirasi para pemuda dan cendekia di tanah air untuk meningkatkan pertahanan diri atau wajib militer bagi pribumi, serta kesadaran pada mobilisasi politik rakyat. Organisasi-organisasi di Indonesia mulai tidak bersikap lunak pada pemerintah Hindia-Belanda sehingga mulai dikenal organisasi yang bersifat moderat dan radikal. - Bidang ekonomi
PD I menyebabkan Belanda semakin mengeksploitasi komoditas ekspor pertanian dan minyak bumi di Indonesia tanpa memperhatikan keadaan penduduk. Akibatnya, di Jawa terjadi pertumbuhan penduduk yang tinggi dan persediaan pangan menurun. Semakin globalnya hubungan setiap negara di dunia juga menyebabkan turunnya harga komoditas ekspor di Indonesia. Hal itu terjadi karena muncul negara lain yang mampu menghasilkan bahan yang sama. - Bidang sosial
Kemiskinan dan kelaparan yang diderita rakyat semakin mempertajam perbedaan antara pribumi dengan orang Eropa.
E. PERANG DUNIA II
Perang Dunia II merujuk pada perang besar antara tahun 1939-1945.
a. Latar Belakang Perang Dunia II
Terjadinya Perang Dunia II disebabkan oleh hal-hal berikut.
- Sebab umum
- Terjadinya perang senjata antarnegara.
- Terjadinya pertentangan paham/ideologi, seperti liberalisme, fasisme, komunisme, dan ultranasionalisme.
- Setiap negara berlomba mencari sekutu dan menerapkan politik aliansi.
- Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) mempertahankan perdamaian setelah terjadinya PD I.
- Munculnya pemikiran revanche atau semangat untuk balas dendam.
- Semakin meluasnya politik ekspansi sehingga terjadi perebutan daerah kekuasaan.
- Sebab khusus
- Penyerbuan Jerman ke Polandia (perebutan kota Danzig yang berisi warga Jerman).
- Pernyataan perang pihak sekutu karena Jerman telah melanggar Perjanjian Versailles.
- Adanya Pakta Tripartit antara Jerman, Italia, dan Jepang.
- Penyerbuan Jepang terhadap Pangkalan Amerika Serikat di Hawaii (Pearl Harbour) yang kemudian menyebabkan Perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya).
b. Dampak Perang Dunia II pada Indonesia
Perang Dunia II menyebabkan perubahan kekuasaan atas Indonesia, dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda menjadi Jepang. Saat Jepang mengalami kekalahan atas sekutu di Perang Asia Pasifik, rakyat Indonesia menyiapkan kemerdekaan hingga akhirnya proklamasi atas kemerdekaan Indonesia berhasil dilaksanakan pada 17 Agustus 1945.