Materi Online


Peristiwa Penting di Dunia dan Pengaruhnya - Sejarah (Soshum) SBMPTN



A.  MUNCULNYA  REVOLUSI DI BERBAGAI BIDANG

 

a. Reformasi Gereja

Kepausan dan gereja Katolik telah terkait erat dalam kehidupan  politik Eropa Barat selama ratusan tahun.  Hasil manipulasi  politik telah  meningkatkan kekayaan dan kekuasaan gereja yang  kemudian  mengakibatkan jatuhnya gereja sebagai sumber kekuatan  spiritual. Salah satu gerakan reformasi yang paling banyak pendukungnya  adalah Reformasi Gereja Jerman. Pemimpin  gerakan  tersebut  adalah  Martin  Luther,  seorang  pastor  dan juga  profesor  di Universitas Wittenburg. Pada 31  Oktober  1517, Luther menempelkan  95 tesisnya di depan Gereja Castle Wittenburg terkait masalah teologi  dan etik dalam ajaran dan praktik katolisme gereja. Salah satu masalah yang dikemukakannya  adalah sistem pengampunan  dosa yang harus didapatkan dari Paus dalam bentuk surat pengampunan  dosa (indulgence). Menurutnya, pengampunan  atau pembenaran itu berasal dari Tuhan (justification by faith).

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab munculnya gerakan Reformasi Gereja tersebut.

  1. Penjualan surat-surat pengampunan  dosa.
  2. Adanya penyimpangan  terhadap  acara sakramen atau  ritus  pemujaan terhadap  benda• benda keramat atau tokoh-tokoh suci (saints).
  3. Adanya anggapan  bahwa para pastor  adalah  orang  suci  membuat  munculnya  korupsi dari pihak gereja.
  4. Kebangkitan  nasionalisme  di  negara-negara  Eropa  sehingga  para raja mulai  menolak dominasi dan intervensi Paus ataupun lmperium Romawi dalam pemerintahan negaranya.
  5. Berkembangnya kapitalisme dan krisis ekonomi di Roma.
  6. Berkembangnya paham humanisme dan dimulainya masa Renaisans di seluruh Eropa.

 

b. Revolusi Amerika

  1. Latar belakang
    Para  pelarian dari kekacauan dan tekanan di lnggris yang kemudian tinggal  di Amerika Utara  disebut  kolonis.  lnggris  menganggap   daerah  kolonis  di  Amerika  adalah  milik mereka. Akibatnya,  dengan  gubernur  jenderal  dan pasukannya, pemerintah  lnggris  di bawah Raja  George  Ill  menetapkan  berbagai  undang-undang  yang membatasi  kolonis khususnya dalam bidang perdagangan. Sejalan dengan undang-undang tersebut, lnggris juga  menetapkan  banyak pajak yang sangat merugikan  rakyat koloni. Berdasarkan  hal-hal tersebut, kolonis yang menginginkan kebebasan politik dan perdagangan  kemudian melakukan  pemberontakan.  Pada  tahun   1773,  terjadi  peristiwa  Pesta  Teh  Boston  di Massachusetts sebagai bentuktidaksetujunya kolonis terhadap UU Teh yang diberlakukan lnggris. Peristiwa tersebut dianggap pemerintah  lnggris sebagai  pemberontakan secara terbuka sehingga mereka kemudian memberlakukan UU Koersif (1774) yang lebih mengekang  kebebasan kolonis. Seluruh  kolonis  menentang undang-undang tersebut dengan  mengadakan  Kongres Kontinental I. Akibatnya, lnggris bertekad menaklukkan kolonis   dengan   kekuatan  senjata.  Pihak  koloni  mengangkat  George  Washington, seseorang yang berjasa pada lnggris dalam Perang LautTujuh Tahun, untuk menghadapi ancaman tersebut. Konfrontasi terbuka  antara lnggris dan kolonis tidak dapat dihindari sehingga pada tahun 1775 masa Perang Revolusi Amerika pun dimulai. Kolonis kemudian menandatangani  Deklarasi  Kemerdekaan  Amerika  (Declaration  of Independence)  yang secara tegas menginginkan kemerdekaan sendiri (4 Juli 1776).
  2. Kronologis Revolusi Amerika (1775-1783)
    • 1764: UU Gula dan UU Mata Uang ditetapkan kepada kolonis. James Otis melakukan penentangan dengan menerbitkan "Hak-Hak Koloni lnggris" dengan semboyannya "Pajak tanpa  perwakilan  adalah  tirani"  (taxation  without representation  is  tyranny). Pedagang di Boston kemudian memboikot barang-barang  mewah lnggris.
    • 1765:  UU  Perangko  (kolonis  harus membayar  pajak langsung  kepada lnggris)  dan UU Quartering  (kolonis  menyediakan  akomodasi  bagi pasukan lnggris  di Amerika) diberlakukan. Kelompok oposisi kemudian membentuk "The Sons of Liberty".
    • 1766:  Benjamin  Franklin  memperingatkan  lnggris  akan kemungkinan  revolusi jika undang-undang tersebut dipaksakan oleh  militer. Muncul  kekerasan di New York antara kelompok "The Sons of Liberty" dengan militer lnggris.
    • 1769:   Pemboikotan   barang-barang   lnggris   terjadi   di   Boston,   Rhode   Islands, Philadelphia, hingga North Carolina. George Mason menulis resolusi yang dibacakan George Washington di Virginia House of Burgesses mengenai  oposisi kolonis pada pajak tanpa perwakilan.
    • 10    Mei   1773:    Pemberlakuan    UU   Teh    mengakibatkan   terjadinya    monopoli perdagangan  oleh  EiC lnggris dengan  menempatkan  pengusaha  Amerika  hanya sebagai pihak tengah.
    • 16  Desember  1773:  Terjadi  Peristiwa  Pesta  Teh  Boston,  aktivis  kolonis  menyamar sebagai suku Mohawk  Indian kemudian menaiki kapal lnggris dan membuang  342 kontainer teh di Pelabuhan Boston. Peristiwa ini dirancang oleh Samuel Adams dan "The Sons of Liberty".
    • 1774: UU Koersif dan undang-undang lainnya diberlakukan sebagai tanggapan  atas pemberontakan  kolonis.  Seluruh  daerah  kolonis  membentuk dan  melaksanakan Kongres  Kontinental  I     untuk menyatakan  perlawanan  dan  menegakkan  hak-hak mereka pada "Life, Liberty, Property"
    • 18-19  April  1775:  Gubernur  Royal  Massachusetts  Thomas Gage  memerintahkan tentara lnggris menghancurkan  gudang  persenjataan kolonis di Concord sehingga terjadi peperangan di Lexington dan Concord.
    • 17 Juni 1775: Terjadi peperangan Bunker Hill antara lnggris dan pasukan kontinental (kolonis) yang dipimpin oleh George Washington.
    • 6  Juli   1775:   Kolonis   menyatakan   Deklarasi  Penyebab   dan   Kebutuhan   untuk Perlawanan dengan menyatakan "diselesaikan dengan mati sebagai orang merdeka daripada hidup sebagai budak".
    • Januari   1776:  Thomas  Paine   menerbitkan  "Common   Sense"  yang  menyatakan argumen tegas kemerdekaan bagi Amerika.
    • 7 Juni  1776:  Delegasi dari Virginia,  Richard  Henry  Lee, menyatakan  resolusi  formal untuk Kongres Kontinental agar mendeklarasikan kemerdekaannya dari lnggris.
    • 4 Juli  1776: Thomas Jefferson membacakan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (United States Declaration of Independence).
    • 2 Agustus 1776: Anggota Kongres menandatangani Deklarasi Kemerdekaan.
    • 15  November  1777:  Kongres  membentuk  kekuasaan tunggal  atas  pemerintahan nasional yang baru dalam Artikel Konfederasi.
    • 6 Februari  1778: Prancis menandatangani perjanjian aliansi dengan Amerika Serikat.
    • 11  Juni 1780: Konstitusi Massachusetts yang baru mendukung "seluruh manusia lahir bebas dan sederajat"yang mana termasuk para budak kulit hitam.
    • 28 September  1781: Terjadi  peristiwa  Pengepungan Yorktown yang berakibat pada menyerahnya pasukan lnggris.
    • 27 Februari 1782: Parlemen lnggris menentang berlanjutnya perang di Amerika.
    • 30 November 1782: Perjanjian damai di Paris ditandatangani lnggris, berisi pengakuan pada kemerdekaan Amerika dan ditarik mundurnya  pasukan lnggris dari Amerika.
    • 11  April 1783: Kongres menyatakan berakhirnya peperangan.
    • 3 September 1783: Perjanjian Paris ditandatangani oleh Amerika Serikat dan lnggris.
    • 14  Januari 1784:  Perjanjian  Paris  diratifikasi  oleh  Kongres  dan  Perang  Revolusi Amerika secara resmi berakhir.
  3. Dampak
    Deklarasi Kemerdekaan Amerika dalam Revolusi Amerika mengilhami  bangsa-bangsa di dunia untuk menentang penjajahan dan memerdekakan diri dari pemerintah kolonial.

 

c. Revolusi Prancis

  1. Latar belakang
    Revolusi  Prancis terjadi  karena tiga  faktor utama, yakni  kekuasaan raja yang  absolut, krisis ekonomi, dan ketidakadilan politik yang dimiliki oleh para bangsawan dan pendeta Katolik. Berkembangnya paham/ideologi baru menjadi salah satu penggerak rasionalisme rakyat untuk mengakhiri  masalah di atas. Tokoh-tokoh pencetus Revolusi Prancis sebagai berikut.
    • John Locke, menyatakan ajaran kedaulatan rakyat (demokrasi).
    • Montesquieu, mencetuskan trias politika atau sistem pemerintahan atas pembagian kekuasaan, yakni  pembuat  undang-undang  (legislatif),  pelaksana  undang-undang (eksekutif), dan pengatur peradilan berdasarkan undang-undang (yudikatif). Pembagian tersebut bertujuan untuk menghilangkan kesewenang-wenangan.
    • J.J.  Rousseau,  mencetuskan  sistem  kontrak  sosial  yang  menyatakan  bahwa setiap manusia adalah sama dan merdeka dalam mengatur kehidupannya  kemudian membentuk  semacam  perjanjian   sesama  anggota  masyarakat  (contract social). ldeologi ini kemudian memunculkan  salah satu semboyan revolusi oleh tokoh rakyat Maximilien  Robespierre, yakni "Liberte, Egalite, Fratermite" (Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan).
  2. Kronologis Revolusi Prancis (1789-1799)
    Pada  masa krisis keuangan  yang  sangat  parah, Raja  Loise  XVI  memanggil  DPR (etats generaux) yang terdiri  atas tiga golongan,  yakni pendeta, bangsawan, dan rakyat biasa. Adanya DPR tidak dapat  menyelesaikan masalah karena para bangsawan dan pendeta tidak mau kehilangan hak-hak mereka sejakdulu, yakni hidup bebas dengan keistimewaan politik dan tanpa  pajak. Di lain pihak, kehidupan  rakyat semakin susah dan kemiskinan semakin meluas. Akibatnya, rakyat biasa golongan  Ill serta sebagian dari golongan  I  dan II membentuk Majelis Nasional secara diam-diam pada tahun 1789. Berikutnya, pada tanggal 11 Juli 1789, penasihat keuangan raja yang pro-rakyat bernama Jacques Necker dipecat setelah  menerbitkan  laporan  keuangan  pemerintah  kepada publik.  Laporan  keuangan itu  menunjukkan  bukti  bahwa  raja, keluarganya, dan  para  bangsawan  menghambur• hamburkan  uang  negara untuk kepuasan pribadi.  Hal  itu  memicu  kemarahan  rakyat sehingga mulai terjadi  pemberontakan terbuka  kepada pemerintahan monarki. Perang revolusi dimulai dengan  penyerangan  Penjara Bastille yang dipimpin oleh Marquis de Lafayette dari Tentara Nasional (14 Juli 1789). Penjara tersebut diserang karena merupakan simbol absolutisme raja yang menghukum  semua orang yang dianggap  berani melawan kehendaknya. Revolusi berlanjut dengan peristiwa-peristiwa berikut.
    • 4 Agustus 1789: Majelis Konstituante Nasional menghapuskan feodalisme.
    • 26 Agustus 1789: Majelis menerbitkan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.
    • 1 Oktober 1789:  Kerumunan  7.000 rakyat wanita  menuju Versailles dan menyerbu istana menuntut raja dan keluarganya kembali ke Paris untuk mengatasi kemiskinan yang semakin meluas.
    • 12 Juli 1790: Majelis Nasional mengeluarkan Konstitusi Sipil Pendeta. Para revolusioner radikal  menolak otoritas  Paus  di  Roma  atas  gereja Prancis  dengan  memulai  upaya de-kristenisasi dan membentuk Kultus Alasan. Peristiwa ini kemudian menyebabkan Prancis terbagi  atas tiga faksi, faksi kiri (pro-revolusi radikal), tengah  (pro-revolusi), dan kanan (kontra-revolusi).
    • 20 September 1792: Konvensi Nasional menghapuskan monarki dan mendeklarasikan republik. Tanggal ini kemudian dijadikan  awal Tahun Satu dari Kalender Revolusi Prancis.
    • 5  September  1793-27  Juli  1794:  Faksi  kiri dipimpin oleh Maximilien  Robespierre, Partai Jacobin, memulai masa Pemerintahan Teror di mana semua orang yang tidak mendukung   revolusi  dihukum  pancung  dengan  pisau nasional guillotine, seperti Raja Louis XVI dan Permaisuri Marie Antoinette.
    • 26 September  1795-9  November  1799:  Dibentuk pemerintahan  Direktorat  Prancis untuk menyelesaikan  masa Pemerintahan Teror dengan  berhasil diredamnya  sisa• sisa pemberontakan faksi kiri dan kanan oleh Jenderal Napoleon Bonaparte.
  3. Pemerintahan Napoleon Bonaparte
    Keadaan Prancis menjadi lebih baiksaat berada dalam Pemerintahan Konsulat (1799-1804) dengan Napoleon Bonaparte sebagai Konsulat I. Pada tahun  1804-1815, Prancis berada dalam Pemerintahan  Kekaisaran (monarki kerakyatan) dengan kaisar pertama Napoleon I. Pada masa pemerintahannya, Prancis berhasil menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan  diplomasi ataupun peperangan.  Kebijakan penting pada masa Napoleon sebagai berikut.
    • Kitab Undang-Undang Napoleon.
    • Perubahan pada organisasi militer: mengenalkan istilah korps atau kumpulan dari divisi-divisi; menggunakan sistem perang artileri atau pasukan dengan alat berat penembak proyektil; mengadakan wajib  militer yang pertama di dunia; membuat standardisasi ukuran meriam; menggunakan semaphore untuk berkomunikasi khusus.
    • Kebijakan    untuk    menyatukan    Eropa    dengan    mengadakan    perjanjian    atau penyerangan terhadap lnggris.
    • Menerapkan   sistem   ekonomi   kontinental   (continental  stelsel)   untuk   melawan blokade  laut oleh  lnggris.  Napoleon  mengeluarkan  Dekret Berlin  (21   November 1806) yang isinya melarang  impor barang-barang  lnggris ke negara-negara Eropa yang bersekutu atau bergantung kepada Prancis. Seluruh hubungan  dengan lnggris harus diputus, tak terkecuali hubungan  surat-menyurat.
  4. Akibat Revolusi Prancis bagi Indonesia
    Berbagai  paham  dan sistem  yang  muncul  saat  Revolusi  Prancis  diadaptasi  oleh  para pendiri negara untuk dapat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    • Deklarasi  Hak  Asasi  Manusia  dan  Warga   Negara  serta   nasionalisme  atas  dasar kebebasan, persamaan,  dan  persaudaran  menginspirasi  bangsa Indonesia  untuk merdeka dan mengusir penjajah dari tanah air.
    • Sistem   pemerintahan   demokrasi  dalam  bentuk  Republik  menunjukkan   bentuk pemerintahan yang  lebih stabil daripada  monarki  di mana kedaulatan berada di tangan rakyat sebagaimana tercantum dalam Pancasila.
    • Sistem  pembagian  kekuasaan atas  pemerintahan  yang dikemukakan  Montesquie menginspirasi  adanya badan  legislatif DPR,  badan eksekutif Presiden, dan  badan yudikatif Komisi Yudisial.

 

d.  Revolusi lndustri

Revolusi lndustri pertama kali terjadi di lnggris pada a bad ke-18 ditandai dengan digunakannya mesin uap untuk menggerakkan  mesin berbahan bakar kayu atau batu bara.

  1. Latar belakang
    Penyebab terjadinya  Revolusi lndustri di lnggris sebagai berikut.
    • lnggris  memiliki  cukup  bahan dasar untuk  industri,  seperti  bahan tambang  (bijih besi dan timah), batu bara, kapas, dan wol.
    • lnggris  melakukan  penelitian  terpadu  pada ilmu  alam  sehingga  memiliki banyak penemuan  baru. Berkembangnya ilmu pengetahuan didukung dengan  berdirinya lembaga ilmiah "Royal Society for Improving Natural Knowledge" pada tahun  1662.
    • Adanya kemajuan pesat dalam pelayaran  membawa  kemajuan pada perdagangan lnggris  sehingga  lnggris  berhasil  membentuk  kongsi  dagang  EiC yang  menjadi sumbangan terbesar bagi pemodalan industri.
    • Situasi politik lnggris yang stabil  mempercepat proses kemajuan di bidang industri. Adanya Revolusi Glorius tahun  1688 mengharuskan  pemimpin  monarki untuk setia pada piagam Bill of Right sehingga para raja harus tunduk  pada undang-undang dan mengambil  pajak atas persetujuan parlemen.
  2. Penemuan-penemuan penting
    Penemuan  penting  para ilmuwan  di lnggris  mempercepat  kerja dan melipatgandakan hasil industri. Penemuan-penemuan tersebut sebagai berikut.
    • Kumparan  terbang  (flying shuttle)  oleh John  Kay (1733)  yang mempercepat  proses pemintalan.
    • Mesin pemintal  benang (spinning jenny)  oleh James  Hargreves  (1767)  dan Richard Arkwright (1769).
    • Mesin  uap oleh  James  Watt  (1769)  yang  kemudian  dikembangkan   menjadi a lat transportasi cepat, seperti lokomotif karya Richard Treventhiek (1804), kereta api penumpang  oleh George Strepenson, dan kapal perang oleh Robert Fulton (1814).
    • Cap  silindir  oleh Thomas  Bell  (1769)  yang  memungkinkan  untuk  mencetak  kain dengan pola kembang lebih cepat dibandingkan pola cap balok oleh manusia.
    • Mesin tenun sebagai  penyempurnaan kumparan terbang oleh  Edmund  Cartwright (1785).
    • Alat  pemisah  biji  kapas  dari  serabutnya   (cottongin)   oleh  Whitney  (1794)  yang memungkinkan tersedianya kapas bersih dengan  cepat.
  3. Dampak
    Revolusi  lndustri  menyebabkan  munculnya  kaum  borjuis   sebagai  penguasa  industri dan  terjadi  urbanisasi  besar-besaran  untuk menuju  pusat  pekerjaan   di  pabrik-pabrik perkotaan. Berikutnya, muncul kapitalisme yang menyebabkan para buruh menjadi objek  pemerasan  para  penguasa  industri. Akibatnya, buruh tetap miskin dan hidup berjejal  di tempat tinggal kumuh  dan kotor di pusat-pusat kota  (slum area). Kemiskinan kemudian memicu meningkatnya kejahatan, ketergantungan pada minuman keras, pengangguran, wanita  dan anak-anak  ikut  bekerja.  Dampak tersebut kemudian menciptakan Revolusi Sosial. Parlemen  lnggris mengeluarkan  kebijakan-kebijakan   untuk  memperbaiki   nasib para pekerja industri (buruh).
    • Factory  Act  (1833)  berisi  ketentuan  bahwa  anak-anak  yang  berumur di  bawah  9 tahun tidak boleh  bekerja sebagai buruh, namun  hanya boleh  bekerja selama 9 jam dengan  mendapatkan pendidikan selama 2 jam oleh majikan.
    • Abolition  Bill  (1833)  berisi ketentuan  tentang  penghapusan perbudakan  di  lnggris dan koloninya.
    • Poor  Law  (1834)  berisi  ketentuan  tentang  pendirian rumah  kerja  bagi  pengemis dan penganggur, rumah  perawatan  bagi orang  cacat, dan pemberian  bantuan  bagi mereka yang tidak bekerja karena lanjut usia.
    • Corn Law  (1815-1846)  berisi  ketentuan  tentang  larangan  impor gandum dari  luar negeri.
  4. Pengaruh bagi Indonesia
    Revolusi   lndustri   memicu  dimulainya   masa  lmperialisme   Modern  dengan   paham liberalisme.  Pada  saat  lnggris  memerintah  Indonesia  (1811-1816),  Thomas  Stamford Raffles    mengenalkan    Indonesia    dengan    sistem    ekonomi    uang,    menghapuskan penyerahan wajib, kerja rodi, dan perbudakan, serta  memberlakukan pajak sewa tanah untuk  memberikan  kepastian  siapa  pemilik  tanah.  Ketika  Belanda  kembali  memiliki kekuasaan atas Indonesia dibuat perjanjian antara lnggris dan Belanda agar Belanda tetap melaksanakan  perdagangan  bebas.  Revolusi  lndustri juga sampai  ke Belanda  sehingga para kaum humanis  liberalnya  mulai mengecam  politik penjajahan  kuno Belanda yang mengeksploitasi  rakyat  Indonesia  dengan  kekerasan.  Akibatnya,  pemerintah  kolonial Belanda  kemudian  memberlakukan  Politik Etis di Indonesia. Keuntungan dari seluruh perubahan tersebut sebagai berikut.
    • Politik  Etis  memberikan   kesempatan  bangsa  Indonesia  memperoleh   pendidikan sehingga dapat membawa pikiran yang lebih maju.
    • Politik   kolonial   yang  liberal   memungkinkan   bangsa  Indonesia   mengenal   dan berhubungan  langsung dengan bangsa asing yang lain.

 

 

B. MUNCULNYA  BERBAGAI PAHAM BARU DI EROPA

 

a. Sosialisme

Paham sosialisme pertama kali muncul di lnggris oleh Robert Owen. Paham sosialisme demokratis  dikembangkan  oleh  Pierre Joseph  Proudhon  dalam  bukunya  Philosophi de la Misereyang mengungkapkan pentingnya pembagian hak milikantara individu secara sukarela dan  merata  tanpa  adanya  pemaksaan  dari  pihak  manapun  termasuk  negara.  Sosialisme radikal dikembangkan  oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Pemikiran kedua tokoh tersebut mendorong  timbulnya   penentangan perluasan kaum  kapitalis dengan  tekad  terwujudnya masyarakat tanpa kelas. Sosialisme radikal pada akhirnya cenderung  bersifat komunis. Komunisme berfokus pada penghapusan hak milik perseorangan dan menggantinya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara (kediktatoran).

 

b. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan paham kebangsaan berdasarkan rasa cinta tanah airyang digunakan sebagai asas dalam mencapai, mempertahankan, mengabadikan identitas, dan integrasi kekuatan  bangsanya. Nasionalisme  mampu  mewujudkan   kehidupan  negara  dengan  asas persatuan, namun  nasionalisme yang  berlebihan,  seperti  ultranasionalisme menjadi salah satu faktor pendorong  kolonialisme yang merugikan bangsa lain.

 

c. Fasisme

Fasisme merupakan  ideologi nasionalis otoriter yang  mengedepankan  bangsa sendiri dan cenderung  memandang  rendah bangsa lain.

  1. Fasisme di Jerman
    Pada tahun  1919, Adolf Hitler mendirikan  Partai  Buruh Jerman  berasas fasisme yang kemudian  menjadi  NSDAP atau disebut Partai Nazi. Nazi dan fasisme tersebut muncul karena sebab berikut.
    • Kenangan  akan  kejayaan masa lampau yang ingin  diperoleh  kembali, seperti  masa pemerintahan Wilhelm I  dan Fredrich.
    • Ketidakpuasan rakyat pada keadaan ekonomi yang menyulitkan.
    • Pemerintahan    demokratis    parlementer    mengutamakan    kepentingan    pribadi sehingga dianggap tidak pantas untuk terus digunakan.
  2. Fasisme di Italia
    Italia merupakan salah satu negara pemenang Perang Dunia I, namun keadaan negaranya sangat buruk. Akibatnya muncul fasisme yang merupakan paham untuk mengutamakan negara di atas segalanya. Partai Fasis yang didirikan oleh Bento Mussolini (1919) dibentuk atas sebab berikut.
    • Bangsa Italia yang merosot kedudukannya menginginkan kejayaan Romawi masa lalu.
    • Adanya ketidakpuasan rakyat karena banyaknya pengangguran.
    • Sistem   pemerintahan   demokratis   negara  kesatuan   Italia  dianggap  tidak  dapat mengatasi kesulitan rakyat.

 

d. Liberalisme, Kapitalisme, dan Demokrasi

  1. Liberalisme
    Liberalisme merupakan paham tentang berbagai kebebasan yang berhubungan  dengan sistem ekonomi, politik, dan agama  bagi setiap individu. Tokoh-tokoh yang mendukung paham ini adalah Voltaire, J.J. Rousseau, Mostesquieu, Adam Smith, dan John Locke.
  2. Kapitalisme
    Kapitalisme lahir dari adanya liberalisme dalam bidang ekonomi. Menurut Adam Smith, setiap individu dapat berusaha secara bebas tanpa adanya campur tangan  pemerintah yang sedang  berkuasa. Konsep  ini  kemudian  mendorong  kehidupan  yang individualis dan materialis.
  3. Demokrasi
    Demokrasi dipercaya lahir dari adanya liberalisme dalam bidang politik. Artinya, absolutisme dari golongan  raja/bangsawan  dan pemimpin   agama dihapuskan. Pada perkembangannya,  demokrasi  bagi kaum  liberal dipandang  sebagai suatu kebebasan individu yang mencakup banyak hal. Di lain pihak, kaum komunis menganggap demokrasi sebagai  upaya  penghancuran  sistem  kapitalis  karena negara  harus tetap  menguasai sistem perekonomian  bukan dimiliki oleh individu atau golongan.

 

e. Merkantilisme

Merkantilisme merupakan paham tentang perlunya meningkatkan kekayaan agar kesejahteraan  dan  kekuasaan lebih  mudah  didapatkan. Merkantilisme kemudian  menjadi pelopor  negara  kolonialis untuk berlomba-lomba mengumpulkan  logam emas yang saat itu digunakan sebagai ukuran kekayaan.

 

 

C.  IMPERIALISME DAN KOLONIALISME

 

a. Pengertian lmperialisme dan Kolonialisme

Kata imperialisme digunakan  pertama kali untuk menyebutkan politik lnggris yang bertujuan memperluas kerajaan hingga meliputi seluruh dunia. Asal kata imperialisme dipercaya berasal dari bahasa latin"imperare"yang berarti memerintah. Hak untuk memerintah disebut imperium dan orang yang memiliki hak tersebut adalah imperator. lmperialisme dapat diartikan sebagai sistem  politik yang  bertujuan  menjajah  negara  lain  untuk mendapatkan  kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar. Selain imperialisme, ada juga bentuk penjajahan yang disebut kolonialisme. Kolonialisme adalah paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara tersebut.

 

b. Latar Belakang

lmperialisme  dan  kolonialisme  global  dipercaya  terjadi  setelah  Perang  Salib  dan jatuhnya Konstantinopel ke Kaisaran Ottoman (Turki) tahun 1453. Akibatnya, jalur perdagangan melewati Laut Tengah ditutup sehingga orang-orang  Eropa  harus mencari jalur perdagangan yang  lain. Perkembangan dan kemajuan teknologi  dalam bidang  pelayaran kemudian  memungkinkan bangsa-bangsa Eropa tiba di Benua Asia yang sangat kaya akan sumber daya alam.

Selain  masalah di atas, faktor-faktor  lain  yang menjadi penyebab  pelayaran bangsa-bangsa Eropa hingga munculnya penjajahan sebagai berikut.

  1. Adanya misi 3G, yakni untuk meningkatkan kekayaan, mendapatkan kejayaan/kekuasaan, dan menyebarkan agama (Gold, Glory, God/Gospel).
  2. Adanya semangat penaklukan (reconquista) terhadap orang-orang yang beragama Islam.
  3. Kisah  perjalanan  Marcopolo  (1254-1324),  seorang  pedagang  dan penjelajah  dari Italia yang berhasil berlayar hingga ke Cina dalam buku Book of Various Experience.
  4. Adanya keinginan  mengetahui  lebih jauh  rahasia alam  semesta,  keadaan geografi, dan bangsa-bangsa yang tinggal  di belahan bumi lainnya.
  5. Berkembangnya  Renaisans dan pernyataan  penjelajah Copernicus  bahwa bumi ini  bulat (teori heliosentris).

 

c. lmperialisme Modern

Keberhasilan pelayaran bangsa-bangsa Eropa ke dunia baru telah memberikan mereka banyak  keuntungan dan kekayaan hingga lebih dari satu abad. Setelah muncul Revolusi lndustri, masa baru imperialisme  bangsa  Eropa  pun dimulai. lmperialisme  modern  muncul  karena  industri yang  besar  membutuhkan  banyak  bahan  mentah  dan  pasar  yang  luas.  Akibatnya,  bangsa Eropa  membutuhkan  banyak  daerah  jajahan sebagai  sumber  bahan  mentah  dan  tempat memasarkan   barang-barang   hasil  industri   mereka.  Jadi,  sesuai  tujuannya,   imperialisme dibedakan atas imperialisme kuno dengan  misi 3G dan imperialisme modern dengan  tujuan kemajuan ekonomi industri.

 

d. Dampak lmperialisme

  1. Bidang politik
    • Terciptanya suatu tanah jajahan.
    • Muncul  politik pemerasan  dan politik dunia.
    • Berkobarnya perang  kolonial.
    • Munculnya nasionalisme.
  2. Bidang ekonomi
    • Kekayaan dan industri imperium semakin meningkat, sedangkan perniagaan bangsa jajahan lenyap.
    • Adanya  lalu lintas perdagangan dunia.
    • Adanya  kapital surplus/penanaman modal di tanah jajahan.
    • Kekuatan ekonomi penduduk asli tanah jajahan lenyap.
  3. Bidang sosial
    • Adanya  ketimpangan di bidang  pendidikan.
    • Muncul  gerakan atau paham Westernisasi.
    • Adanya pandangan bahwa bangsa terjajah lebih rendah statusnya daripada imperator.

 

 

D.  PERANG DUNIA I

 

Perang Dunia I merujuk pada perang  besar antara tahun 1914-1918 yang terjadi di Eropa.

 

a. Latar Belakang dan Kronologis Perang Dunia I

Perang Balkan I   dan II menyebabkan  Eropa terbagi  atas dua aliansi negara besar, yakni Blok Sentral yang terdiri  atas Jerman, Austria-Hungaria, dan  Bulgaria, serta  Blok Sekutu  (Triple Entente)  yang  terdiri   atas  Prancis,  lnggris,  dan  Rusia.  Persaingan  antara  negara-negara tersebut  diperkuat  dengan  adanya  revolusi  industri  dan  imperialisme.  Akibatnya,  kedua aliansi bertambah besar dengan negara-negara di bawah kekuasaan mereka. Dalam keadaan yang  tidak  kondusif itu,  terjadi  pembunuhan   Pangeran  Frans  Ferdinand,  putra  mahkota Austria-Hungaria  di  Sarajevo.  Pembunuhan  dilakukan  oleh  seorang  nasionalis Yugoslavia sehingga pihak tertuduhnya adalah Serbia (Blok Sekutu). Pada 28 Juli 1914, pihak Austria-Hungaria menyatakan perang pada Serbia yang kemudian segera diikuti oleh anggota aliansi lainnya. Perang terbagi dalam empat medan pertempuran (front) dengan melibatkan negara benua lain, seperti Amerika Serikat dan Jepang yang memihak  Blok Sekutu, serta Ottoman (Turki) yang memihak  Blok Sentral. Perang Dunia I resmi berakhir  pada 11  November 1918 dengan kemenangan di pihak sekutu. Penyelesaian perang terikat dalam Perjanjian Versailles, Perjanjian Sevres, Perjanjian St. German, Perjanjian Trianon, dan Perjanjian Meulilly.

 

b. Dampak Perang Dunia I pada Indonesia

  1. Bidang politik
    PD  I menyebabkan  semakin  banyaknya  gerakan  radikal  oleh  rakyat sehingga terjadi keruntuhan monarki dan muncul pemerintahan demokratis di Eropa. Hal itu menginspirasi para pemuda dan cendekia di tanah air untuk meningkatkan pertahanan diri atau wajib militer bagi pribumi, serta kesadaran pada mobilisasi politik rakyat. Organisasi-organisasi di Indonesia mulai tidak bersikap lunak pada pemerintah Hindia-Belanda sehingga mulai dikenal organisasi yang bersifat moderat dan radikal.
  2. Bidang ekonomi
    PD I menyebabkan  Belanda semakin mengeksploitasi komoditas ekspor pertanian dan minyak  bumi  di  Indonesia  tanpa  memperhatikan  keadaan  penduduk.  Akibatnya,  di Jawa terjadi  pertumbuhan  penduduk  yang  tinggi  dan  persediaan  pangan  menurun. Semakin globalnya hubungan setiap negara di dunia juga menyebabkan turunnya  harga komoditas ekspor di Indonesia. Hal itu terjadi  karena muncul  negara lain yang mampu menghasilkan  bahan yang sama.
  3. Bidang sosial
    Kemiskinan dan kelaparan yang diderita rakyat semakin mempertajam perbedaan antara pribumi  dengan orang Eropa.

 

 

E. PERANG DUNIA II

 

Perang Dunia II merujuk pada perang besar antara tahun  1939-1945.


a. Latar Belakang Perang Dunia II

Terjadinya Perang Dunia II disebabkan oleh hal-hal berikut.

  1. Sebab umum
    • Terjadinya perang senjata antarnegara.
    • Terjadinya  pertentangan  paham/ideologi,  seperti  liberalisme, fasisme,  komunisme, dan ultranasionalisme.
    • Setiap negara berlomba mencari sekutu dan menerapkan politik aliansi.
    • Kegagalan    Liga    Bangsa-Bangsa    (LBB)    mempertahankan    perdamaian   setelah terjadinya  PD I.
    • Munculnya pemikiran revanche atau semangat untuk balas dendam.
    • Semakin meluasnya politik ekspansi sehingga terjadi perebutan daerah kekuasaan.
  2. Sebab khusus
    • Penyerbuan Jerman ke Polandia (perebutan kota Danzig yang berisi warga Jerman).
    • Pernyataan perang pihak sekutu karena Jerman telah melanggar Perjanjian Versailles.
    • Adanya Pakta Tripartit antara Jerman, Italia, dan Jepang.
    • Penyerbuan Jepang terhadap  Pangkalan  Amerika Serikat di Hawaii  (Pearl  Harbour) yang kemudian menyebabkan Perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya).

 

b. Dampak Perang Dunia II pada Indonesia

Perang Dunia II menyebabkan perubahan kekuasaan atas Indonesia, dari pemerintah kolonial Hindia-Belanda  menjadi Jepang.  Saat  Jepang  mengalami  kekalahan atas  sekutu  di Perang Asia  Pasifik,  rakyat Indonesia  menyiapkan  kemerdekaan  hingga  akhirnya  proklamasi  atas kemerdekaan Indonesia berhasil dilaksanakan pada 17 Agustus 1945.