Materi Online


Kependudukan - Geografi (Soshum) SBMPTN



A.  SUMBER DATA KEPENDUDUKAN

 

a. Sensus Penduduk

Sensus  penduduk   merupakan  pencacahan  terhadap  semua  orang  dalam  suatu  negara, beserta ciri demografi dan ciri sosial ekonominya. Ciri demografi  meliputi umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah  anak lahir hidup, dan jumlah  anak yang masih hidup. Ciri sosial meliputi  pendidikan,  tempat tinggal,  bahasa, agama, dan  keterangan  rumah tangga.  Ciri ekonomi  meliputi jenis dan lapangan pekerjaan. Sensus penduduk  dilakukan  serentak dan menyeluruh oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu (10 tahun). Macam-macam sensus penduduk sebagai berikut.

  1. Sensus de facto
    Perhitungan penduduk yang ada di wilayah ketika sensus dilaksanakan.
  2. Sensus dejure
    Perhitungan penduduk yang benar-benar tinggal di wilayah tempat sensus dilaksanakan.

 

b. Survei Kependudukan

Survei kependudukan dilakukan secara acak terhadap sekelompok penduduk yang dianggap wakil dari seluruh populasi untuk memperoleh keterangan yang bersifat khusus dan lebih terperinci. Tingkat representatif data survei relatif rendah dibandingkan  data sensus, namun keterangan yang diperoleh lebih terperinci.

 

c. Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk  merupakan pencatatan terus-menerus mengenai peristiwa-peristiwa kehidupan (registrasi vital) setiap individu dalam populasi, seperti kelahiran, kematian, migrasi/kepindahan, pernikahan, perceraian, dan adopsi.

 

 

B. KOMPOSISI PENDUDUK

 

Setiap penduduk  dibedakan menurut komposisi umur dan jenis kelamin.

 

a. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)

Rasio jenis kelamin merupakan perbandingan  jumlah jenis kelamin penduduk  yang dihitung dengan persamaan berikut.

Sex ratio = (L/P) x 100

Keterangan:
L = jumlah  penduduk  laki-laki
P = jumlah  penduduk  perempuan

 

b. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)

Angka beban tanggungan menyatakan  perbandingan  antara  banyaknya orang yang  tidak produktif (umur  di bawah 15  tahun  dan 65 tahun  ke atas)  dengan  banyaknya  orang yang termasuk produktif secara ekonomi (umur 15-64 tahun). Angka ini dapat digunakan sebagai indikator  ekonomi  dari  suatu  negara  apakah  tergolong   negara  maju  atau  tidak.  Negara berkembang dengan fertilitas yang tinggi  akan memiliki angka beban tanggungan yang juga tinggi. Beban tanggungan dapat diketahui dengan persamaan berikut.

DR = (pend. usia muda + pend. usia tua / pend. usia dewasa (produktif)) x 100

Keterangan :
DR = angka beban tanggungan
Pend. usia muda = jumlah  penduduk  usia muda = usia 0-14 tahun
Pend. usia dewasa = jumlah  penduduk  usia dewasa = usia 15-64 tahun
Pend. usia tua = jumlah  penduduk  usia tua = usia > 65 tahun

 

c. Piramida Penduduk

Suatu  penduduk  dikatakan  sebagai  penduduk  "muda" jika  proporsi  penduduk  yang  besar merupakan  kelompok  umur dibawah 15  tahun,  sedangkan  penduduk  "tua" jika  penduduk  kelompok  umur  di atas  15  tahun  jauh  lebih  banyak daripada  yang  berumur  dibawah  15 tahun. Komposisi umur dan jenis kelamin penduduk  secara grafik dapat digambarkan  dalam bentuk piramida penduduk. Tiga ciri komposisi penduduk ditunjukkan dalam bentuk-bentuk piramida penduduk  berikut.

  1. Piramida penduduk muda berbentuk limas
    Ciri  penduduk  ekspansif, yakni jika sebagian  besar penduduk  berada dalam  kelompok umur termuda. Contoh: komposisi penduduk  di negara berkembang, seperti Indonesia.
  2. Piramida penduduk stasioner/tetap/granat
    Ciri  penduduk  stasioner, yakni jika penduduk  dalam tiap kelompok  umur hampir sama banyaknya. Contoh: komposisi penduduk yang terdapat di negara-negara maju.
  3. Piramida penduduk tua terbentuk batu nisan
    Ciri  penduduk   konstriktif,  yakni jika  penduduk  yang  berada  dalam  kelompok  umur termuda jumlahnya  sedikit. Contoh: terdapat di sebagian negara maju.

 

 

C.  KELAHIRAN (NATALITAS)

 

Kelahiran (natalitas) atau fertilitas merupakan komponen demografi yang dapat memengaruhi perubahan penduduk.


a. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Angka Kelahiran

Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu penduduk  erat hubungannya dengan struktur umur, banyaknya  perkawinan,   umur  perkawinan,   penggunaan   alat  kontrasepsi,  pengguguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi. Faktor penunjang kelahiran (pronatalitas), antara lain:

  1. kawin pada usia muda,
  2. anak dianggap sumber tenaga, dan
  3. anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki.

Faktor penghambat kelahiran (antinatalitas), antara lain:

  1. adanya program Keluarga Berencana (KB),
  2. adanya ketentuan batas menikah, dan
  3. adanya pembatas tunjangan  anak bagi PNS.

 

b. Perhitungan Angka Kelahiran

Jenis-jenis perhitungan angka kelahiran sebagai berikut.

  1. Angka kelahiran kasar (Crude birth rate)
    Jumlah  kelahiran  per  1.000  penduduk   dalam  suatu  periode  tertentu  (biasanya  satu tahun).  Angka  ini  diperoleh  dengan  membagi  jumlah   kelahiran  yang  terjadi  dengan jumlah  penduduk  pada pertengahan tahun.

    CBR = (B/P) x 1000

    Keterangan:
    B = jumlah  kelahiran dalam satu tahun
    P = jumlah  penduduk  pertengahan tahun

    Angka kelahiran dapat digolongkan sebagai berikut.
    • Jika CBR < 20%, tergolong  rendah
    • Jika CBR 20-30%, tergolong  sedang
    • Jika CBR > 30%, tergolong  tinggi
  2. Angka kelahiran menurut umur (Age Spesific Fertility Rate/ASFR)

    ASFRx = (Bx / PFX) x 1000

    Keterangan:
    ASFRx  = angka kelahiran menurut kelompok umur x
    Bx = jumlah  kelahiran pada kelompok  umur x
    PFx = jumlah  wanita pada kelompok umur x
    x = umur wanita (dalam kelompok 5 tahunan = 15-19; 20-24; 25-29; 30-34; 35-39; 40-44; 45-49)

 

 

D. KEMATIAN (MORTALITAS)

 

Mortalitas  atau  morbiditas  (keadaan  sakit)  merupakan  komponen  demografi  yang  dapat memengaruhi  perubahan penduduk.

 

a. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Angka Kematian

Tinggi  rendahnya  angka  kematian  dipengaruhi  oleh  struktur  umur,  jenis  kelamin,  jenis pekerjaan, status sosial ekonomi, serta keadaan lingkungan di mana mereka berada. Faktor pendukung  kematian (promortalitas), antara lain:

  1. bencana alam dan kecelakaan,
  2. sarana kesehatan yang kurang memadai,
  3. rendahnya kesadaran akan kesehatan, dan
  4. tingginya  angka bunuh diri dan pembunuhan.

Faktor penghambat kematian (antimortalitas), antara lain:

  1. tingginya tingkat kesehatan masyarakat,
  2. lingkungan hidup yang sehat,
  3. fasilitas kesehatan yang lengkap, dan
  4. ajaran agama yang melarang bunuh diri.

 

b. Perhitungan Angka Kematian

Jenis-jenis perhitungan angka kematian sebagai berikut.

  1. Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)

    CDR = (D/P) x 1000

    Keterangan:
    D = angka kematian pada pertengahan tahun
    P = jumlah  penduduk

  2. Angka kematian menurut umur (Age Spesific Death Rate/ASDR)

    ASDRx = (Dx / Px) x 1000

    Keterangan:
    Dx = jumlah  kematian pada umur tertentu
    Px = jumlah  penduduk  pada umur tertentu

  3. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR)

    IMR = (D/B) x 1000

    Keterangan:
    D = Jumlah kematian bayi (umur < 1   tahun)
    B = Jumlah bayi yang dilahirkan

    Angka kematian bayi dapat digolongkan sebagai berikut.
    • Jika IMR antara 15-35, digolongkan rendah
    • Jika IMR antara 36-75, digolongkan sedang
    • Jika IMR antara 76-125, digolongkan tinggi
  4. Angka harapan hidup rata-rata (Life expectancy)
    Harapan hidup rata-rata merupakan suatu perkiraan tahun hidup rata-rata yang mungkin dicapai oleh seseorang yang berada pada umur tertentu berdasarkan angka kematian menurut  umur  pada tahun  tertentu.  Harapan  hidup  rata-rata  bukanlah  suatu  angka yang mutlak melainkan suatu ukuran hipotetis. Ukuran ini dapat dijadikan  indikator bagi keadaan kesehatan di suatu daerah tertentu.

 

 

E.   MOBILITAS PENDUDUK

 

a. Faktor-Faktor Mobilitas Penduduk

Faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas penduduk  sebagai berikut.

  1. Faktor  pendorong:  adanya  bencana alam,  panen  gagal, lapangan  kerja terbatas,  dan kurangnya sarana pendidikan.
  2. Faktor penarik: berasal dari daerah tujuan, seperti kesehatan, pendidikan, dan upah yang tinggi.
  3. Faktor penghalang: jarak dan biaya transportasi.
  4. Faktor individu: faktor dari dalam diri seseorang, seperti umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.

 

b. Jenis-Jenis Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk sama dengan fertilitas dan mortalitas, yakni salah satu variabel demografi yang memengaruhi  pertumbuhan penduduk  suatu daerah/negara. Jenis-jenis mobilitas penduduksebagaiberikut.

  1. Urbanisasi: perpindahan  penduduk  dari desa ke kota.
  2. Transmigrasi: perpindahan  penduduk  dari daerah padat ke daerah yang kurang padat.
  3. lmigrasi: masuknya penduduk  dari satu negara ke negara yang lain.
  4. Emigrasi: keluarnya penduduk  dari satu negara ke negara yang lain.
  5. Remigrasi: kembalinya penduduk  ke negara asalnya.

 

 

F. PERUBAHAN PENDUDUK

 

a. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk  dapat dihitung jumlahnya  dengan persamaan berikut.

P = (L - M) + (I - E)

Keterangan:
P = pertambahan penduduk
L = jumlah  kelahiran dalam 1 tahun
M = jumlah  kematian dalam 1 tahun
I= jumlah  penduduk yang masuk (imigrasi)
E = jumlah  penduduk yang keluar (emigrasi)


Pertumbuhan penduduk  digolongkan sebagai berikut.

  1. Jika P < 1 %, digolongkan rendah
  2. Jika P 1-2%, digolongkan sedang
  3. Jika P > 2%, digolongkan tinggi

 

b. Persamaan Berimbang

Kelahiran,   kematian,  dan  migrasi   merupakan  tiga  komponen   yang  akan   memengaruhi perubahan jumlah  penduduk. Metode persamaan berimbang  (the balancing equation) dapat digunakan  untuk menghitung perubahan penduduk  dari tahun ke tahun.

Pt =P0 + (B-D) + (I-E)

Keterangan:
Pt = banyaknya penduduk  pada tahun akhir.
P0 = banyaknya penduduk  pada tahun awal.
B = banyaknya kelahiran
D = banyaknya kematian
I = banyaknya migrasi masuk
E = banyaknya migrasi keluar
(B-D) = pertumbuhan penduduk  alamiah
(I-E) = migrasi neto

 

c. Proyeksi Penduduk

Proyeksi penduduk  memperkirakan jumlah  penduduk di masa yang akan datang berdasarkan asumsi dari arah perkembangan  mortalitas dan fertilitas. Proyeksi penduduk  dapat dihitung sebagai berikut.

Pt =P0 (1+r)n

Keterangan:
Pt = jumlah  penduduk tahun terakhir
P0   = jumlah  penduduk tahun awal
r = pertumbuhan penduduk  (dalam %)
n = selisih tahun antara Pt dan P0

 

 

G.  KEPADATAN PENDUDUK

 

Kepadatan penduduk  di suatu daerah dibandingkan dengan  luas tanah dinyatakan dengan banyaknya penduduk  per kilometer persegi (km2 . Dalam kepadatan penduduk  dikenal dua ukuran, yakni perbandingan  banyaknya penduduk dengan luas seluruh tanah dan banyaknya penduduk  dibanding luas tanah yang dapat ditanami.

 

a. Kepadatan Penduduk Geografis

Kepadatan  penduduk  geografis  atau aritmatika  menunjukkan penyebaran  penduduk  dan tingkat kepadatan penduduk di suatu daerah. Kepadatan penduduk geografis dapat diketahui dengan persamaan berikut.

= Jumlah penduduk (Jiwa) /  Luas wilayah (km2)

 

b. Kepadatan Penduduk Agraris

Kepadatan penduduk agraris dapat diketahui dengan persamaan berikut.
 
= Jumlah penduduk petani (Jiwa) / Luas lahan pertanian (km2)