Materi Online


Peradaban Kuno - Sejarah (Soshum) SBMPTN



A.  PERADABAN LEMBAH SUNGAI EU FRAT DAN TIGRIS

 

  1. Letak Geografis
    Daerah di antara dua sungai, yakni Sungai Eufrat dan Sungai Tigris disebut daerah Mesopotamia (mezo = tengah, potamus = sungai). Daerah Mesopotamia dikenal sebagai daerah bulan sabit yang subur (the fertile crescent moon).
  2. Bangsa Sumeria
    Penguasa pertama daerah Mesopotamia adalah bangsa Sumeria.
    1. Hasil kebudayaan
      • Mengenal tulisan yang disebut huruf paku
      • Mengetahui penanggalan dan penggunaan  batu bata.
      • Menghasilkan cerita kepahlawanan berjudul Gilgamesh.
      • Telah mengadakan hubungan dengan kota-kota di Asia.
    2. Sistem kepercayaan
      Mempercayai  gejala  dan  kekuatan  alam  sehingga  mengenal  beberapa  dewa, seperti Dewa Bumi, Dewa Langit, dan Dewa Laut.
  3. Bangsa Babilonia Lama (3.000 SM)
    Pemimpin Babilonia lama adalah Hamurabi dan dewa utamanya adalah Dewa Marduk. Hasil kebudayaannya yang utama adalah  Codex Hamurabi, yakni  undang-undang di pahatan  batu yang berisi hukum perdata dan pidana atau larangan main hakim sendiri sehingga keamanan dan keadilan masyarakat dapat dijunjung tinggi.  Codex Hamurabi dipercaya sebagai undang• undang tertulis pertama di dunia.
  4. Bangsa Assyria
    Bangsa Assyria pusat pemerintahannya berada di tepi SungaiTigris dengan ibukotanya adalah Niniveh. Bangsa ini dikenal sebagai bangsa militan yang ahli berperang dan membuat senjata logam.
  5. Bangsa Babilonia Baru
    Bangsa  Babilonia  Baru  melanjutkan  kebudayaan  bangsa  Sumeria  dan  Babilonia  Lama. Pemimpin pertama Babilonia Baru adalah Nabopolassar yang berasal dari suku Kasdim atau dinasti ke-11. Kekaisaran ini mencapai puncak kejayaan pada masa Nebukadnezar II (604-562 SM).  Kekaisaran  Babilonia  Baru  dipercaya runtuh  akibat serangan  dari Kerajaan  Persia.  Hasil kebudayaan bangsa Babilonia Baru, antara lain:
    1. Gerbang Ishtar
    2. Zigurrat berbentuk piramida berundak yang tersusun atas tingkat yang mundur
    3. lstana bertingkat dengan taman gantung
    4. Menara Babilonia
    5. llmu perbintangan

 

 

B.  PERADABAN  LEMBAH SUNGAI KUNING

 

  1. Letak Geografis
    Peradaban bangsa Cina  kuno  berada di lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho atau sekarang Huang-He). Sungai Hwang-Ho disebut Sungai Kuning karena membawa  lumpur kuning di sepanjang alirannya. Sungai Hwang-Ho bersumber di daerah Pegunungan Kwen-Len di Tibet dan mengalir melalui daerah Pegunungan Cina Utara hingga membentuk data ran rendah dan bermuara di Teluk Tsii-Li, Laut Kuning.
  2. Mata Pencaharian Penduduk
    Daerah yang subur di lembah  sungai  menyebabkan  masyarakat Cina kuno dapat hidup dari bercocok tanam, seperti menanam  gandum,  padi, dan jagung. Tiga periode  utama sejarah Tiongkok  kuno terbagi  atas periode  Dinasti Shang, Qin, dan Han. Pada masa Dinasti Shang, mata  pencaharian  utama  penduduk  adalah  petani,  sedangkan  pada  masa Dinasti  Qin, penduduk   Cina  kuno  memiliki   mata  pencaharian  beragam,  seperti  penenun,  pedagang, dan pengrajin. Tiga  keahlian tersebut terus dipertahankan turun-temurun  hingga masa Cina modern.

 

 

C.   PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS DAN SUNGAI GANGGA

 

  1. Peradaban Lembah Sungai Indus
    Pemukiman di India bagian utara dan Pakistan mulai bermunculan sejak 7000 SM. Kebudayaan lembah Sungai Indus atau disebut juga Sungai Shindu (2500-1900 SM) memiliki  dua kota besar yang  mirip, yakni Mohenjodaro dan Harappa. Penduduknya dikenal  sebagai bangsa Harappa atau bangsa Dravida. Bangsa ini hidup dari pertanian dan perdagangan yang sangat pesat sehingga mampu berhubungan dengan penduduk  di Mesopotamia.
    Mohenjodaro berpenduduk 35.000  jiwa  dengan  keahlian  pengairan  yang  sangat baik. Di kota ini terdapat 700 sumur yang membawa air bawah tanah ke permukaan. Air yang sudah digunakan  di rumah penduduk  dialirkan  melalui  talang  ke jalanan,  lalu masuk ke selokan berpinggiran bata. Penataan  kota terbagi  atas dua wilayah, yakni  Sitadel dan Lower town. Sitadel merupakan tempat monumen-monumen penting, seperti Pemandian Besar dengan teknologi  antibocor. Bagian Lower town terdiri  atas rumah-rumah  penduduk  yang tersusun dalam sistem grid (mirip blok dalam kota modern).
    Peradaban lembah Sungai Indus berakhir  karena beberapa faktor, yakni bergesernya aliran sungai, gejala geologis seperti gempa bumi, dan kedatangan bangsa Arya (lndo-Eropa) yang ahli perang dan pembuat senjata logam. Bangsa Harappa kemudian berpindah dan menetap di India bagian selatan.
  2. Peradaban Lembah Sungai Gangga
    Bangsa Arya datang  ke lembah  Sungai  Indus sekitar  1500 SM dan hidup di sana  hingga 800 SM. Bangsa ini membawa serta kebudayaan sistem kasta, bahasa Sansekerta, dan kepercayaan pada Dewa-Dewi seperti  yang ada  di Eropa.  Salah  satu  hasil kebudayaannya adalah  empat Weda  (buku  himne) dan dua puisi panjang, Mahabarata  dan Ramayana.  Periode  kehidupan bangsa Arya disebutjuga Periode Weda (1800-600 SM). Sekitar 800 SM, bangsa ini kemudian berpindah  ke daerah lembah  Sungai  Gangga di bagian tenggara  India.  Keturunan  bangsa Arya kemudian membentuk kerajaan Hindu dan Buddha sehingga berikutnya dikenal periode Kemaharajaan Maurya (322-185 SM) dan Kemaharajaan Gupta (320-497 M).

 

 

D. PERADABAN LEMBAH SUNGAI NIL

 

  1. Letak Geografis dan Sistem Kepercayaan Penduduk
    Delta  Sungai  Nil  dikenal  juga  sebagai  daerah  bulan  sabit  yang  subur  (the  fertile  crescent moon).  Masyarakat  Mesir kuno  mendiami  daerah tersebut  sejak  3000 SM.  Awalnya  di sana terdapat dua negara kota, yakni Mesir Hulu  dan Mesir Hilir.  Pada  masa  Firaun  Menes,  kedua negara tersebut  berhasil dipersatukan  membentuk  Kerajaan  Mesir.  Masyarakat  mesir kuno mempercayai banyak dewa (politeisme), seperti Osiris sebagai dewa tertinggi, Anubis sebagai dewa kematian, Ra sebagai dewa matahari, Thot sebagai dewa pengetahuan, dan lainnya.
  2. Hasil Kebudayaan
    1. Memiliki sistem bahasa tertulis dengan huruf Hieroglif kuno (sekitar 3000 SM), kemudian tulisan Hieratus yang ditulis dengan tinta di kertas papirus sebagai bahasa fungsional.
    2. Memiliki  kepercayaan bahwa  kehidupan  setelah  kematian  sama dengan  sebelumnya sehingga roh orang yang meninggal akan tetap ada jika jasadnya tetap utuh. Oleh karena itu, mereka mengenal teknik pengawetan mayat (pemumian).
    3. Memiliki  kemampuan  Matematika yang sangat tinggi  sehingga  mampu  membangun piramida,  patung  spinx,  dan tata  kota yang  baik.  Piramida  merupakan  makam  para penguasa yang berisi harta, makanan, dan hewan peliharaan sebagai bekal mereka untuk kehidupan setelah kematian.
    4. Memiliki  kemajuan di bidang pertanian dengan keahlian bercocok tanam dan irigasi.
    5. Memiliki   kalender  berdasarkan  siklus  bintang  Sirius/Sothis yang  bertepatan  dengan naiknya air Sungai Nil. Kalender tersebut terdiri  atas  12  bulan  dan 365  hari sehingga dikenal sebagai kalender surya pertama di dunia.

 

 

E.   PERADABAN YUNANI DAN ROMAWI KUNO

 

  1. Peradaban Yunani Kuno
    Sejarah peradaban Yunani kuno terbagi atas empat periode penting sebagai berikut.
    1. Zaman Mykenai (7400-7700 SM)
      Pada akhir zaman Perunggu, Mykenai merupakan kota yang makmur dan sangat berpengaruh di Laut Aegea. Penelitian pada kapal Uluburun memberikan gambaran bahwa bangsa Yunani memiliki keahlian membuat senjata dan transportasi yang mampu melintasi tiga benua. Pada masa ini, bahasa Yunani kuno mulai digunakan dan menu rut puisi Iliad dan Odisseia karya Homeros, pemimpin  Mykenai adalah Agamemnon. Di dalam Odisseia juga diceritakan tentang perang antara bangsa Yunani dan kota Troya (sekarang Turki).
    2. Zaman Kegelapan (7700-750 SM)
      Zaman kegelapan merujuk pada masa setelah jatuhnya  Mykenai, di mana masih belum banyak catatan sejarah yang dapat menjelaskannya. Konon, masyarakat baru mulai memasuki  Yunani  dari  arah  utara.  Mereka  kemudian  memiliki   komunitas-komunitas kecil yang dipimpin seorang  raja.  Daerah-daerah kecil yang dipimpin raja-raja tersebut dipercaya sebagai cikal bakal adanya negara kota (polis).
    3.  Zaman Klasik (750-323 SM)
      Penemuan arkeolog pada tembikar, koin, kuil, dan patung Yunani di seluruh  penjuru Eropa, Asia Kecil, dan utara Afrika menunjukkan pelayaran yang luas dan banyak koloni yang mereka miliki. Salah satu koloninya adalah kota Miletus di Turki, di mana terdapat hasil kebudayaan Yunani  berupa  teater  pertunjukan  dan  altar  Poseidon  (dewa  laut). Bangsa Yunani sejak dulu mempercayai banyak dewa (politeisme) dengan pusat kegiatan agamanya adalah Akropolis, di mana terdapat Parthenon, kuil Dewi Athena. Selain penduduknya  dikenal sebagai pematung dan pelukis ternama, mereka juga sangat maju dalam ilmu pengetahuan. Kebudayaan Yunani telah memiliki sistem pemungutan suara, praktik demokrasi pertama di dunia, dan percetakan uang koin dari perunggu.
    4. Periode Helenistik (323-31 SM)
      Setelah  perang hampir  30 tahun  antara  Athena  dan Sparta  serta  sekutu  mereka, Philip II  dari  Makedonia   (utara  Yunani)  berkuasa  atas  seluruh  daerah  Yunani.  Kemudian, putranya yang  bernama  Alexander  Agung  memperluas  kekuasaan Yunani  hingga  ke India dan Afrika. Kebudayaan Helenistik (berarti "dari Yunani") berkembang  luas melalui arsitekstur, politik, sastra, seni, dan bahasa hingga ketiga benua tersebut. Salah satu hasil kebudayaannya adalah bahasa koine dan Mercusuar Pharos di Alexandria, Mesir, sebagai mercusuar pertama di dunia. Kekaisaran Alexander Agung jatuh dan terbagi menjadi tiga kerajaan hingga akhirnya dikuasai oleh Romawi sepenuhnya.
  2. Peradaban Romawi Kuno
    Peradaban Romawi Kuno berada di kota Roma, di tepi Sungai Tiber, Italia bagian tengah. Pada akhir  masa Pemerintahan  Republik  (200-27  SM),  bangsa  Romawi  menaklukkan  Kartago di Afrika  Utara, Yunani, Suriah  di Timur Tengah,  dan Prancis.  Kebudayaan  helenistik Yunani Kuno kemudian sangat memengaruhi  kebudayaan Romawi. Pengaruh kebudayaan tersebut sebagian  besar terletak pada seni  dan arsitektur. Seni  pahat/seni  patung  berkembang  pesat di seluruh Roma, di mana para penguasa Roma memerintahkan pematung untuk membuat patung yang mirip dengan yang ada di Yunani. Desain arsitekturYunani seperti kuil Parthenon, diadaptasi dalam pembangunan  kuil Pantheon dan Colosseum.

 

 

F.   SUKU  MAYA DAN  SUKU  INKA

 

  1. Suku lnka
    Suku lnka (1100-1532 M) merupakan bangsa ketiga penghuni  negara Peru, Amerika Selatan, yakni setelah bangsa Moche (200 SM-700 M) dan Chimu (1100-1470 M). Kehidupan suku lnka  periode akhir  (1463-1532  M) diwarnai  dengan  penaklukan  besar oleh Raja  Pachacuti dan anaknya, Tupac Inca.  Pada  puncak kekuasaan mereka, rakyat  lnka  berjumlah  sekitar  10 juta orang yang terdiri atas 100 jenis masyarakat dari kebudayaan yang berbeda.
  2. Suku Maya
    Suku  Maya berasal dari pedesaan di dataran  rendah  Mesoamerika lalu  menyebar ke seluruh Yucatan (sekarang Meksiko). Periode sejarah suku Maya secara garis besar dibedakan sebagai berikut.
    1. Praklasik (1500 SM-250 M)
      Suku   Maya  sudah   mengenal  tulisan  yang  disebut  glif.   Kota-kota   beserta   piramida dan  kuilnya  dibangun   di  atas  hutan  hujan.  Semua  kota  tersebut dihubungkan  oleh jalur  perdagangan  yang jauh.  Suku Maya telah  mengenal  sistem kerajaan dan sistem kepercayaan pada dewa jagung.
    2. Klasik (250-900 M)
      Agama menjadi inti  kehidupan  Maya, di mana piramida digunakan  sebagai makam para penguasa yang dihubungkan dengan para dewa. Para astronom mempelajari pergerakan benda-benda  langit di malam hari. llmu agama dan astronomi melandasi dua kalender Maya, yakni siklus 260 hari dan siklus 365 hari. Di pusat-pusat kota Maya, terdapat tanah berbentuk huruf I  sebagai lapangan bola yang terhubung dengan upacara pengurbanan. Pertanian diusahakan secara intensif yang terlihat dari adanya irigasi di daerah kering Pantai  Yucatan.  Kanal-kanal  dan  waduk-waduk  dibangun   untuk  memastikan  bahwa setiap kota memiliki  persediaan air yang cukup.
    3. Pascaklasik (900-1500 M)
      Pusat peradaban  Maya di  kota Chichen  ditaklukkan oleh  bangsa Toltec dari  Meksiko tengah. Para ahli menyebut periode ini sebagai proses Meksikanisasi pada bangsa Maya.