Materi Online


Dinamika Bumi - Geografi (Soshum) SBMPTN



A.  BUMI SEBAGAI PLANET

 

a. Karakteristik Umum

Bumi terletak dalam sistem tata surya dan berada pada urutan ketiga dari matahari, yakni setelah  planet Merkurius dan Venus. Bumi  berjarak sekitar  150 juta  kilometer dari matahari dan memiliki diameter sekitar 12.750 km. Bumi merupakan  planet yang bentuknya hampir bulat dan  pepat di  kedua  kutubnya. Akibatnya,  garis tengah  khatulistiwa  lebih  panjang dibandingkan dengan garis kutub.

 

b. Teori Pembentukan Bumi

  1. Teori kontraksi
    Teori ini berasal dari pandangan Descartes yang menyatakan bahwa "Bumi kita susut dan mengerut karena pendinginan  sehingga terjadi pegunungan  dan lernbah-lembah".
  2. Teori apungan  dan pergeseran benua
    Pada zaman karbon, kemungkinan  besar hanya ada satu benua, yaitu Pangea. Sekitar 200 juta tahun  lalu, saat Pangea mengalami  perpecahan terbentuklah daratan Gondwana. Dalam  180  juta  tahun   terakhir,  tanah   Gondwana   mulai  terurai,   mula-mula   yang memisahkan  diri adalah  wilayah  Kutub  Selatan  dan  Australia,  kemudian  diikuti  oleh daratan Amerika, Afrika, dan akhirnya Greenland, serta Eropa. Bukti dari teori  ini adalah sebagai berikut.
    • Adanya  persamaan  formasi  geologi  antara  pantai  timur   Benua  Amerika  dengan pantai barat Eropa dan Afrika.
    • Adanya gerakan Greenland yang menjauhi Eropa dengan kecepatan 36 meter setiap tahun, sedangkan Pulau Madagaskar menjauhi Afrika Selatan sejauh 9 meter/tahun.
  3. Teori lempeng tektonik
    Menurut teori  lempeng  tektonik,  perubahan  permukaan  bumi  terjadi  karena lapisan terluar bumi saling bergerak relatif terhadap yang lain. Berdasarkan a rah pergerakannya, gerakan lempeng dapat dibedakan  menjadi 3 macam.
    1. Gerakan divergen
      Gerakan divergen merupakan gerakan dua lempeng yang saling menjauh sehingga terbentuk  celah di antara  kedua lempeng  tersebut.  Contoh:  aktivitas  vulkanisme laut dalam yang menghasilkan  lava basa berstruktur bantal, aktivitas gempa, dan pembentukan tanggul  dasar samudra (mid ocean ridge) di sepanjang tempat.
    2. Gerakan konvergen
      Gerakan konvergen merupakan gerakan saling bertumbukan sehingga dua lempeng saling menumpu  satu sama lain. Akibat dari gerakan ini terbentuk zona tunjaman (subduction zones). Zona tunjaman umumnya  berupa  pematang  gunung  api  atau parit samudra yang merupakan wilayah rawan gempa. Contoh: pa lung laut di Jepang dan palung di Mindanao.
    3. Gerakan transform (lempeng saling berpapasan)
      Gerakan transform merupakan dua lempeng yang bergerak sejajar berlawanan arah membentuk batas transform atau sesar (transform fault).
    Berikut ini beberapa bukti pergerakan lempeng tektonik yang dikemukakan oleh Alfred Wegener.
    • Kesamaan garis pantai Benua Amerika bagian selatan dengan Benua Afrika.
    • Semakin menyempitnya Samudra Atlantis.
    • Semakin mendesaknya batas Samudra Hindia ke arah selatan.
    • Aktivitas seismik di sesar San Andreas, California.
    • Kepulauan Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan  dengan  kecepatan  9 meter/tahun.

 

c. Pergerakan Bumi

  1. Rotasi
    Rotasi adalah peputaran bumi yang bertumpu pada porosnya. Periode rotasi bumi sekitar 23 jam 56 menit 4,09 detik atau dibulatkan menjadi 24 jam. Rotasi bumi  menyebabkan gerak semu harian matahari, pergantian siang dan malam, perbedaan waktu beberapa wilayah di bumi, pembelokan  arah angin, dan pembelokan  arus laut.
  2. Revolusi
    Revolusi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Waktu dari revolusi bumi adalah 365 hari 6 jam  9 menit  10  detik  atau  dibulatkan  menjadi 365  hari.  Bukti  bahwa bumi mengelilingi matahari (berevolusi) adalah terjadinya paralaks bintang dan terjadinya cahaya  bintang. Revolusi bumi  mengakibatkan perubahan  lamanya siang dan malam serta pergantian musim.

 

d. Pengaruh Pergerakan Bumi

  1. Pengaruh rotasi
    1. Terjadinya siang dan malam
      Perputaran   bumi   pada   porosnya   mengakibatkan   sebagian   bumi   ada   yang menghadap  matahari dan ada yang  membelakangi  matahari. Bagian  bumi  yang menghadap  matahari akan mengalami  waktu  siang karena mendapat cahaya dari matahari, sedangkan bagian bumi yang membelakangi  matahari akan mengalami waktu malam karena tidak mendapat cahaya matahari.
    2. Terjadinya gerak semu harian matahari
      Gerak semu  harian  matahari  adalah  matahari  seolah-olah  bergerak  mengelilingi bumi.  Pada  pagi  hari, matahari tampak  terbit di  sebelah  timur,  pada siang  hari matahari  tampak   berada  di  atas  kepala,  dan  pada  sore  hari  matahari  tampak terbenam  di sebelah barat.
    3. Terjadinya perbedaan waktu di berbagai belahan bumi
      Bagian gelap terang yang berbeda juga mengakibatkan terjadinya perbedaan waktu di bumi. Bumi terbagi  menjadi 24 daerah waktu.  Kota Greenwich di lnggris dilalui garis bujur 0° dan ditetapkan  sebagai  pusat  daerah waktu  di  bumi.  Setiap  selisih 15°  menyebabkan  selisih  perbedaan  waktu  1    jam.  Bagian  bumi  di  sebelah  timur Greenwich mengalami  waktu  yang lebih cepat dari Greenwich, sedangkan bagian bumi di sebelah barat Greenwich mengalami waktu yang lebih lam bat. Hal ini karena arah rotasi bumi dari barat ke timur  sehingga bagian bumi sebelah timur  akan lebih dulu menghadap  matahari.
    4. Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi bumi Rotasi bumi menimbulkan gaya sentrifugal, yakni gaya yang arahnya menjauhi pusat. Gaya sentrifugal menyebabkan  bumi berbentuk tidak bulat sempurna, tetapi pepat pada kedua kutubnya dan mengembung pada khatulistiwa. Hal ini menyebabkan percepatan gravitasi bumi lebih besar di daerah kutub daripada di derah khatulistiwa.
    5. Terjadinya pembelokan  arah angin Angin  adalah  udara  yang  bergerak  atau  berpindah   tempat  karena  perbedaan tekanan. Menurut hukum  Buys Ballot, angin bertiup dari tempat yang bertekanan tinggi  menuju tempat yang bertekanan lebih rendah. Pada belahan bumi selatan, angin berbelok  ke arah kiri dan pada belahan bumi utara, angin berbelok  ke arah kanan.
    6. Terjadinya pembelokan  arah arus laut Angin mengakibatkan terjadinya arus laut. Pada belahan bumi selatan, arah arus laut berbelok berlawanan a rah jarum jam, sedangkan pada belahan bumi utara, a rah arus laut searah jarum jam. Gerak pembelokan  arah angin dan arus laut sebagai akibat rotasi bumi disebut efek Coriolis.
  2. Pengaruh revolusi
    1. Perbedaan lama siang dan malam
      Kombinasi antara  revolusi  bumi  serta  kemiringan  sumbu  bumi  terhadap  bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala a lam yang diamati berulang setiap tahunnya. Peristiwa ini nampakjelas diamati di sekitar kutub utara dan kutub selatan.
    2. Perubahan musim
      Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim, yakni musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
    3. Perubahan kenampakan rasi bintang
      Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi  membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang yang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Rasi bintang yang umum  dikenal, antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain.
    4. Kalender masehi
      Berdasarkan pembagian bujur, yaitu bujur barat dan bujur timur, batas penanggalan internasional  ialah  bujur 180°. Akibatnya, jika di belahan timur  bujur 180° tanggal 15 maka di belahan barat bujur 180° masih tanggal  14, seolah-olah melompat satu hari. Hitungan  kalender masehi berdasarkan pada kala revolusi bumi, di mana satu tahun sama dengan  365 1/4 hari. Kalender masehi yang mula-mula digunakan adalah 4 kalender Julius Caesar atau Kalender Julian. Kalender Julian berdasarkan pada selang waktu  antara satu musim  semi dengan  musim  semi  berikutnya di  belahan  bumi utara. Selang waktu ini tepatnya adalah 365,242 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik.