Materi Online


Negara Maju dan Negara Berkembang - Geografi (Soshum) SBMPTN



A. INDIKATOR NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

 

Suatu negara dapat diindikasikan sebagai negara maju atau negara berkembang  berdasarkan indikator berikut.

 

a. Pendapatan Nasional (Gross National Product)

Pendapatan  nasional adalah  pendapatan  dari produk  barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua warga negara selama satu tahun.

 

b. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita dihitung dengan persamaan berikut.

Pendapatan per kapita = Pendapatan Nasional (GNP) / Jumlah Penduduk

 

c. lndeks Mutu Hidup

lndeks mutu hidup ditentukan berdasarkan faktor-faktor berikut.

  1. Angka kematian bayi dan balita.
  2. Angka harapan hidup (dari umur satu tahun).
  3. Tingkat melek huruf.

 

d. lndeks Pembangunan Manusia (Human Development Index)

IPM  (HDI)  ditentukan  berdasarkan  empat  faktor,  antara  lain  standar  hidup,  pendidikan, kesehatan, dan umur.

 

e. Pemenuhan Kebutuhan Pokok

Pemenuhan  kebutuhan  pokok  meliputi  kebutuhan  nutrisi,  kesehatan,  sanitasi,  suplai  air, pendidikan, dan perumahan.

 

 

B. NEGARA MAJU

 

Negara  maju  adalah  negara yang  memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi  tinggi,  standar hidupnya tinggi, didominasi oleh sektor industri tersier (jasa), dan industri kuartener (jasa ahli) dengan teknologi  modern.

 

a. Ciri-Ciri Negara Maju

Negara maju memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Pendapatan per kapita tinggi
  2. Angka harapan hidup tinggi
  3. Tingkat pertumbuhan penduduk  relatif lebih rendah
  4. Angka beban ketergantungan rendah
  5. Kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan sosial sangat baik
  6. Sebagian besar penduduk  bekerja di sektor industri dan jasa
  7. Pemanfaatan IPTEK tinggi
  8. Skar lndeks Pembangunan Manusia (Human Development Index, HDI) tinggi
  9. Komoditas ekspor berasal dari produk hasil olahan atau industri

 

b. Sebaran Negara Maju

Berikut adalah sebaran dari negara-negara maju yang umumnya berada di wilayah subtropis.

No Wilayah Negara Maju
1 Amerika Utara Amerika Serikat, Kanada
2 Afrika Afrika Selatan
3 Eropa Barat Belanda,   Belgia,   Denmark,   Finlandia,   lnggris,   Italia,   Jerman, Norwegia, Perancis, Spanyol, Swiss, Swedia
4 Eropa Timur Rusia
5 Asia Timur Jepang
6 Asia Korea Selatan dan Singapura (The new industrial country)
7 Oceania Australia, Selandia Baru/New Zealand

 

 

C.   NEGARA BERKEMBANG

 

Negara berkembang  adalah negara yang memiliki  tingkat pertumbuhan ekonomi  rendah, standar hidup rendah, sektor industri kurang berkembang,  dan sedang mengalami  proses pembangunan.

 

a. Ciri-Ciri Negara Berkembang

Negara berkembang  memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Pendapatan per kapita rendah
  2. Angka harapan hidup rendah
  3. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
  4. Angka beban ketergantungan tinggi
  5. Kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan sosial masih rendah
  6. Sebagian besar penduduk  bekerja di sektor pertanian
  7. Pemanfaatan IPTEK masih rendah
  8. Skar lndeks Pembangunan Manusia (Human Development Index, HDI) berada pada tingkat menengah ke bawah
  9. Komoditas ekspor berasal dari produk mentah
  10. Tingginya  angka  pengangguran  karena  besarnya jumlah   penduduk dan  terbatasnya lapangan pekerjaan.

 

b. Sebaran Negara Berkembang

Berikut ini adalah sebaran negara-negara berkembang yang sebagian besar terletak di belahan bumi selatan yang beriklim tropis.

No Negara Berkembang
1 Semua negara yang ada di Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Amerika Latin)
2 Semua negara di Afrika, kecuali Afrika Selatan.
3 Beberapa negara di Eropa Barat, seperti Yunani, Portugal, dan Turki
4 Satu negara di Eropa Utara, yakni Islandia
5 Semua negara di Asia, kecuali Jepang, Korea Selatan, dan Singapura
6 Semua negara di Oceania, kecuali Australia dan Selandia Baru (New Zealand)

 

c. Indonesia sebagai Negara Berkembang

Pengembangan wilayah Indonesia dilakukan dengan mengusahakan industrialisasi. Namun, pada tingkat regional terjadi ketimpangan proses pembangunan  antara kawasan barat dengan kawasan timur.  Pembangunan  di  kawasan timur  Indonesia jauh  tertinggal  dibandingkan pembangunan di kawasan barat. Faktor penyebab ketimpangan tersebut merupakan ciri-ciri dari Indonesia yang masih dalam tahap berkembang. Faktor-faktor tersebut sebagai berikut.

  1. Konsentrasi kegiatan ekonomi
    Adanya berbagai infrastruktur menyebabkan  konsentrasi kegiatan ekonomi  terpusat di Pulau  Jawa.  Oleh karena itu,  tenaga  kerja, modal, dan kegiatan  perdagangan  dari luar Jawa masuk ke Pulau Jawa.
  2. Alokasi investasi
    Tingkat investasi di Pulau Jawa dan Sumatra lebih tinggi  sehingga laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan per kapita di sana lebih tinggi.
  3. Tingkat mobilitas faktor produksi
    Mobilitas faktor produksi antarwilayah kurang lancar karena kurang meratanya pembangunan jaringan transportasi dan infrastruktur lainnya. Hal ini menyebabkan transaksi perdagangan antarwilayah menjadi tidak lancar, permintaan/penawaran barang dan jasa tidak seimbang serta menghambat kegiatan ekonomi.
  4. Perbedaan sumber daya alam
    Sumber daya alam Pulau Jawa lebih sedikit, tetapi tingkat pendapatan penduduk  Pulau Jawa lebih tinggi  karena memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan menguasai teknologi.
  5. Perbedaan kondisi demografi
    Pulau-pulau di kawasan barat Indonesia memiliki  pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan yang lebih tinggi.  Hal ini menjadi modal  dasar yang  mendorong   pertumbuhan  ekonomi,  seperti  kelancaran  produksi, perkembangan  industri, perkembangan  pasar, dan aktivitas perdagangan.

 

 

D. KERJA SAMA INTERNASIONAL DAN GLOBALISASI

 

a. Bentuk Kerja Sama lnternasional

Kerja sama ekonomi antarnegara meliputi kerja sama perdagangan, keuangan, dan pertukaran faktor produksi. Kerja sama tersebut didorong  oleh adanya perbedaan  (sumber daya alam, iklim, kesuburan tanah, iptek) dan persamaan (sumber daya alam dan kondisi wilayah).

  1. Kerja sama bilateral
    Kerja sama bilateral adalah kerja sama antara dua negara, contohnya kerja sama Indonesia dengan Jepang dan kerja sama Indonesia dengan Singapura.
  2. Kerja sama regional
    Kerja sama  regional adalah  kerja sama  antara  beberapa negara dalam satu  region atau wilayah. Bentuk-bentuk kerja sama regional sebagai berikut.
    1. ASEAN  (Association of South East Asian Nation)
      ASEAN adalah kerja sama antara negara-negara Asia Tenggara di bidang  ekonomi, sosial  budaya, dan  keamanan. Kerja  sama di  bidang  ekonomi  dilakukan  dengan membentuk "Masyarakat Ekonomi ASEAN" (MEA) yang bertujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar bebas dengan basis produksi tunggal yang berdaya saing tinggi dan terintegrasi. Pasar bebas berupa aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan modal bagi seluruh negara anggota.
    2. APEC (Asia Pasific Economic Cooperation)
      APEC  adalah  kerja sama  antara  negara-negara  di wilayah  Asia  Pasifik.  Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi di Asia Pasifik.
    3. EEC (European Economic Community)
      EEC atau yang disebut jug a MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) merupakan organisasi kerja sama antara  negara-negara  kawasan Eropa.  Kegiatan  MEE  yang terpenting adalah  penghapusan   bea  cukai  dan  pembatasan  masuknya  barang-barang   ke negara anggota.
  3. Kerja sama multilateral
    Kerja sama multilateral adalah  kerja sama antara beberapa negara di dunia yang bersifat global atau internasional.
    1. UN (United Nation)
      UN atau PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) merupakan organisasi internasional yang beranggotakan hampir seluruh negara. Bertujuan untuk mengembangkan ekonomi, memfasilitasi hukum  internasional, perlindungan sosial, hak asasi, dan pencapaian perdamaian dunia.
    2. OPEC
      OPEC merupakan organisasi negara-negara penghasil dan pengekspor minyak bumi.

 

b. Globalisasi

Globalisasi didefinisikan sebagai semua proses yang merujuk pada penyatuan seluruh warga dunia menjadi sebuah kelompok  masyarakat global. Globalisasi terjadi  di berbagai  bidang kehidupan,  salah satunya adalah bidang ekonomi  yang sangat berpengaruh  terhadap  kerja sama antara negara maju dan negara berkembang. Globalisasi di bidang ekonomi  membuka peluang  pasar produk  dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif dan juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.