Materi Online


Wilayah dan Perwilayahan - Geografi (Soshum) SBMPTN



A.  WILAYAH

 

a. Pengertian

Wilayah (region)  merupakan suatu area yang  memiliki  karakteristik tertentu, yang membuat area tersebut berbeda dengan area lain.

 

b. Konsep Wilayah

  1. Wilayah alamiah (natural region)
    Wilayah alamiah dibedakan sebagai berikut.
    • Berdasarkan iklim: wilayah tropis, subtropis, kutub.
    • Berdasarkan vegetasi: wilayah hutan hujan tropis, hutan musim, sabana, tundra.
    • Berdasarkan topografi:  wilayah topografi  halus dan wilayah topografi  kasar.
  2. Wilayah budaya (cultural region)
    Wilayah  budaya  merupakan   wilayah   bentukan   yang  digunakan   untuk   memenuhi kebutuhan hidup manusia. Wilayah ini terdiri atas wilayah agraris dan wilayah industri.

 

c. Wilayah Formal dan Nonformal

  1. Karakteristik wilayah formal
    • Bersifat homogenitas, statis, dan tidak aktif.
    • Terbentuk oleh adanya kesamaan ketampakan (keragaman kriteria baik fisik maupun sosial).
    • Contoh: wilayah pinggiran  (pedesaan), wilayah dataran  rendah, dataran tinggi,  dan pegunungan.
  2. Karakteristik wilayah nonformal
    • Bersifat heterogenitas, dinamis, dan aktif.
    • Terbentuk oleh adanya keragaman ketampakan.
    • Wilayah yang dapat difungsikan dan dikembangkan.
    • Contoh: wilayah kota, industri, perdagangan, dan konservasi.

 

 

B. PERWILAYAHAN

 

a. Pengertian

Perwilayahan atau regionalisasi merupakan upaya untuk membagi wilayah-wilayah  di permukaan  bumi  untuk tujuan tertentu. Regionalisasi suatu wilayah  harus memperhatikan aspek fisik dan aspek sosial wilayah tersebut. Aspek fisik meliputi iklim, morfologi, dan sumber daya alam, sedangkan aspek sosial meliputi penduduk  dan budaya.

 

b. Tujuan Perwilayahan

Perwilayahan (regionalisasi) diperlukan untuk tujuan berikut.

  1. Analisis wilayah.
  2. Perencanaan pembangunan.
  3. Memantau berbagai aspek perubahan.

 

 

C. PUSAT PERTUMBUHAN

 

a. Pengertian Pusat Pertumbuhan

Pusat pertumbuhan merupakan wilayah dengan pertumbuhan yang lebih pesat jika dibandingkan wilayah lain di sekitarnya dan menjadi pusat berbagai kegiatan ekonomi. Pusat pertumbuhan  berfungsi sebagai pusat pembangunan  yang  memengaruhi perkembangan wilayah di sekitarnya sehingga membantu pemerataan pembangunan.  Pusat pertumbuhan memiliki  hubungan fungsional dengan wilayah-wilayah  di sekitarnya.

 

b. Perkembangan Pusat Pertumbuhan

Perkembangan pusat pertumbuhan dipengaruhi oleh tujuh faktor berikut.

  1. Lokasi: wilayah strategis dengan aksesibilitas tinggi  dapat menjadi pusat pertumbuhan.
  2. Sumber  Daya Alam  (SDA):  wilayah  yang  memiliki  sumber  daya alam  melimpah  dan dikelola dengan baik dapat menjadi pusat pertumbuhan.
  3. Sumber  Daya Manusia (SDM):  wilayah  dengan  sumber  daya  manusia yang  berkualitas dapat menjadi pusat pertumbuhan.
  4. Topografi: wilayah  dataran  rendah akan  berkembang  pesat  dari wilayah  pegunungan. Wilayah dataran  rendah berpotensi  menjadi pusat pertumbuhan  karena pembangunan jaringan  transportasinya lebih mudah.
  5. Fasilitas   penunjang:   wilayah  yang  memiliki  jaringan  jalan,  jaringan   listrik,  jaringan telekomunikasi,  dan sarana kebersihan dapat menjadi pusat pertumbuhan.
  6. lndustri: wilayah yang memiliki banyakaktivitas industri dapat menjadi pusat pertumbuhan.
  7. Sosial  budaya  masyarakat: wilayah  dengan  potensi  sosial  budaya tinggi  dapat  menjadi pusat pertumbuhan.

 

 

D.  KLASIFIKASI INDUSTRI

 

lndustri  merupakan   kegiatan  ekonomi   mengolah   bahan  mentah  menjadi  bahan  baku, bahan baku menjadi barang setengah jadi, atau barang jadi sehingga mempunyai  nilai bagi masyarakat, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.

 

a. Berdasarkan Hasil Produksi

  1. lndustri berat: industri mesin-mesin pabrik, alat-alat produksi, dan kendaraan baja.
  2. lndustri ringan: industri makanan, obat-obatan, hasil kerajinan, tekstil.

 

b. Berdasarkan Jenisnya

  1. lndustri ekstraktif
    lndustri  yang  bahan  mentahnya  diambil   langsung  dari  alam.  lndustri  ini  dibedakan sebagai berikut.
    • lndustri  manufaktur:  memproduksi  secara  besar-besaran,  baik  untuk  kebutuhan sehari-hari ataupun untuk digunakan oleh industri lain.
    • lndustri reproduktif: mengganti setiap bahan mentah yang diambil dari alam, seperti hasil pertanian.
  2. lndustri nonekstraktif
    lndustri yang bahan bakunya diambil  dari industri  lain. Contoh: industri  mobil, pakaian, dan makanan.
  3. lndustri campuran
    lndustri campuran menghasilkan lebih dari satu macam barang karena saling dibutuhkan. Contoh: industri susu dan kaleng susu.
  4. lndustri fasilitatif (jasa)
    lndustri fasilitatif menyediakan  jasa untuk memenuhi  kebutuhan  orang  lain. Contoh: industri kesehatan, pariwisata, perdagangan, perbankan, transportasi, komunikasi, asuransi, dan pendidikan.

 

 

E. TEORI LOKASI INDUSTRI

 

a. Teori Lokasi lndustri Alfred Weber

Menurut Alfred Weber, lokasi setiap industri bergantung pada total biaya transportasi dan tenaga  kerja di  mana penjumlahan  keduanya  harus minimum.  Artinya, industri berada di tempat yang biaya transportasinya paling mu rah. Orientasi industri dapat ditentukan dengan indeks material sesuai persamaan berikut.

Indeks Material = Bobot bahan baku / Bobot bahan jadi

Keterangan:
Jika indeks material > 1, industri tersebut berorientasi bahan baku.
Jika indeks material < 1, industri tersebut berorientasi pasar.

 

b. Teori Lokasi lndustri Optimal (August Losch)

Menurut August Losch, lokasi industri berada di tempat yang permintaannya paling banyak. Teori lokasi dengan pemintaan sebagai variabel utamanya dapat menjangkau wilayah pemasaran yang  luas.  Menurut  Losch, suatu  wilayah yang datar dan homogen  jika disuplai oleh pabrik akan menghasilkan volume  penjualan yang berbentuk kerucut. Artinya, semakin jauh dari pabrik, volume penjualan barang akan semakin berkurang karena harganya semakin mahal akibat naiknya biaya angkut.

 

 

F. ORIENTASI LOKASI INDUSTRI

 

Penempatan  suatu  industri  pada  lokasi  tertentu  memengaruhi  perkembangan   industri tersebut. Pemilihan tempat industri harus memperhitungkan tujuan ekonomi, yakni memperoleh  keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menekan biaya produksi.

 

a. Lokasi lndustri Dekat Bahan Baku

lndustri dibangun  dekat dengan sumber bahan baku karena faktor-faktor berikut.

  1. lndeks Material (IM) lebih besar dari satu.
  2. Bahan baku yang dibutuhkan banyak dan cepat rusak.
  3. Ongkos angkut bahan baku lebih mahal dibandingkan ongkos angkut barang jadi.
    Contoh: industri semen, batu bara, susu, gula, dan gas.

    Indeks Material = Bobot bahan baku / Bobot bahan jadi

 

b. Lokasi lndustri Dekat Pasar

lndustri dibangun  dekat dengan pasar karena faktor-faktor berikut.

  1. lndeks Material (IM) lebih kecil dari satu.
  2. Bahan baku yang diperlukan  hanya sedikit dan mudah didapatkan.
  3. Ongkos angkut bahan baku lebih mu rah dibandingkan ongkos angkut barang jadi.
  4. Barang jadi bersifat cepat rusak. Contoh: industri makanan, keramik, kaca.

 

c. Lokasi lndustri Dekat Tenaga Kerja

lndustri dibangun  dekat dengan  pusat tenaga kerja karena industri tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja, baik tenaga ahli maupun tenaga kasar. Contoh: industri tekstil, jamu, elektronik.

 

 

G.  AGLOMERASI INDUSTRI

 

a. Pengertian dan Tujuan Aglomerasi lndustri

Aglomerasi industri adalah pemusatan berbagai macam industri di suatu wilayah. Pembentukan aglomerasi industri didukung oleh adanya jaringan transportasi yang memudahkan  proses produksi dan distribusi. Aglomerasi industri memiliki tujuan-tujuan berikut.

  1. Pengelolaan industri secara efisien dan optimal.
  2. Meningkatkan perolehan keuntungan industri.

 

b. Faktor Pendorong Aglomerasi lndustri

  1. Persaingan industri yang sangat tinggi  di dalam dan luar wilayah.
  2. Kebutuhan untuk peningkatan produktivitas industri.
  3. Kebutuhan akan efisiensi industri.
  4. Persiapan menghadapi  globalisasi dan sistem perdagangan bebas.

 

 

H. KAWASAN INDUSTRI DAN KAWASAN BERIKAT

 

a. Kawasan lndustri

Kawasan  industri  merupakan  kawasan tempat  pemusatan  berbagai  industri  pengolahan. Penempatan kawasan industri memperhatikan ketersediaan transportasi, komunikasi, tenaga kerja, bahan baku, pasar, energi, dan kelestarian lingkungan hidup. Contoh kawasan industri Indonesia:

  1. PT. Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung (PT. JIEP) di Jakarta Timur.
  2. PT. Rungkut Industrial Estate Surabaya (PT. RIES).
  3. Kawasan lndustri Makassar (Sulawesi Selatan)

 

b. Kawasan Berikat

Kawasan  berikat  (bounded zone)  merupakan  kawasan dengan  batas-batas tertentu  yang terikat (terkena) peraturan khusus pabean (bea cukai). Fungsi kawasan berikat, antara lain sebagai tempat penyimpanan,  penimbunan,  dan pengolahan  barang yang berasal dari luar negeri dan dalam  negeri. lndustri  berikat  memiliki  keterkaitan  antara  proses, produk, jasa, dan subkontrak. Contoh kawasan berikat Indonesia: kawasan berikat Tanjung Priok Jakarta, kawasan berikat Tanjung  Mas Semarang,  kawasan berikat Tanjung  Perak Surabaya,  kawasan berikat Pulau Batam, Makassar, dan Banten.

 

 

I. RELOKASI INDUSTRI

 

Relokasi industri adalah pemindahan  industri dari negara maju ke negara berkembang.

 

a. Faktor Pendorong Relokasi lndustri

  1. Kebutuhan untuk memperluas pasar dan usaha industri.
  2. Terbatasnya bahan mentah.
  3. Mahalnya upah tenaga kerja.
  4. Ketatnya aturan pemerintah terhadap industri.
  5. Mengurangi  pencemaran lingkungan.

 

b. Dampak dari Relokasi lndustri bagi Negara yang Dituju

Relokasi industri dapat berdampak  positif dan negatif. Dampak negatif yang dihadapi  oleh Negara tujuan  relokasi adalah berkurangnya  sumber daya alam dan semakin bertambahnya pencemaran lingkungan. Ada pun dampak positif relokasi industri sebagai berikut.

  1. Memperluas lapangan kerja.
  2. Menerima alih teknologi  dari negara maju.
  3. Menambah pendapatan negara dari sektor pajak.