Perang Dingin - Sejarah (Soshum) SBMPTN
A. PERANG DINGIN
AS dan Uni Soviet menjadi pemenang perang dunia kedua dan dunia terpecah menjadi dua blok, yaitu:
a. Blok Barat
- Asia: Vietnam Selatan, Korea Selatan, Filipina, dan Thailand
- Eropa: Yunani, Turki, dan Jerman Barat
- Amerika: Meksiko dan Kanada
- Australia dan Selandia Baru
b. Blok Timur
- Asia: Vietnam Utara, Korea Utara, Kamboja, Laos, dan Mongolia
- Eropa: Hongaria, Rumania, Bulgaria, Cekoslovakia, Polandia, dan Jerman Timur
- Amerika: Kuba
B. PERISTIWA VANG TERJADI DALAM PERANG DINGIN
a. Pembentukan Fakta Pertahanan
- Blok Barat: NATO (Atlantik Utara), ANZUS (Amerika, Australia, dan Selandia Baru), SEATO, METO (TimurTengah).
- Blok Timur: Pakta Warsawa.
b. Pembentukan Cominform
Pembentukan Cominform (Communist Information Bureau) di Beograd, Yugoslavia, sebagai wadah kerja sama partai Partai Komunis Eropa.
c. Bantuan Ekonomi
- Blok Barat memberikan Marshall Plan (Eropa Barat), Doktrin Truman (Turki, Yunani, dan Eropa Timur).
- Blok Timur memberikan Molotov Plan dan Comecon.
d. Perlombaan Senjata Nuklir
Perlombaan senjata nuklir menimbulkan Perang Korea sebagai unjuk kekuatan senjata nuklir. Selain itu, perlombaan itu menimbulkan lnsiden Teluk Babi, Kuba, saat Uni Soviet memasang senjata nuklir yang diarahkan ke atas. Maka diadakan hal-hal berikut.
- Perjanjian nonproliferasi nuklir, yaitu AS, lnggris, dan Uni Soviet sepakat tidak menjual senjata nuklir kepada negara yang tidak memproduksi nuklir.
- Kesepakatan pembatasan sistem militer antibalistik.
- Memusnahkan senjata nuklir yang memiliki daya ledak menengah.
e. Perang Intelijen
AS mendirikan CIA dan Uni Soviet mendirikan KGB yang bertujuan untuk mengorek kelemahan lawan.
f. Keterlibatan AS dan Uni Soviet
Keterlibatan AS dan Uni Soviet secara tidak langsung pada saat perang saudara yang terjadi di setiap negara seperti Perang Korea dan Perang Kamboja.
C. PASCA PERANG DINGIN
- a. Perang dingin usai ketika Uni Soviet bubar.
- Pada tahun 1987, keadaan ekonomi Uni Soviet sangat buruk. Presiden Michael Gorbachev mengeluarkan glasnot (kebebasan), perestroika (restrukturisasi), dan demokratisasi terjadi kudeta oleh Dimitri Yazov, menteri keamanan, dan Jenderal Vladimir Krychkow, kepala KGB. Kudeta itu digagalkan oleh Boris Yeltsin.
- Pada tahun 1991, Michael Gorbachev mengundurkan diri. Negara-negara Uni Soviet pecah dan pecahan negara tersebut bergabung, kecuali negara Baltik ke dalam CIS (Commonwealth Independence State) di bawah pimpinan Uni Soviet. Negara-negara pecahan Uni Soviet adalah Rusia, Latvia, Armenia, Tajikistan, Estonia, Lithuania, Azerbaijan, Turkmenistan, Belarusia, Ukrania, Georgia, Uzbekistan, Moldova, Kazakhstan, dan Kirgiztan.
- Pada tahun 1992, negara-negara CIS akhirnya merdeka. Uni Soviet kembali bernama Rusia dengan Boris Yeltsin sebagai kepala negara.
D. KONFERENSI ASIA AFRIKA (KAA)
a. Landasan Terbentuknya
- Masalah kolonialisme, imperialisme, rasialisme, dan diskriminasi di dunia.
- Pertentangan Blok Ba rat (AS) dan sekutunya dengan Blok Timur (Uni Soviet) dan negara• negara komunis.
b. Negara dan Tokoh Pendiri
- Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Mr. Ali Sastroamijoyo
- India diwakili oleh Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru
- Pakistan diwakili oleh Perdana Menteri Muhammad Ali Bogra
- Sri Lanka diwakili oleh Perdana Menteri Sir John Kotelawala
- Burma (sekarang Myanmar) diwakili oleh Perdana Menteri U Nu
c. Konferensi Pendahulu
- Konferensi Kolombo di Sri Lanka tanggal 28 April 1954 - 2 Mei 1954
Hasil dari Konferensi Kolombo ini adalah kesepakatan untuk menyelenggarakan konferensi lanjutan antara negara-negara Asia Afrika. - Konferensi Pancanegara di Bogar, Indonesia pada tanggal 28 - 1 Desember 1954
Pertemuan ini membahas mengenai persiapan penyelenggaraan KAA. Hasil konferensi adalah sebagai berikut.- Mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada April 1955
- Menetapkan kelima negara peserta konferensi pancanegara konferensi Bogor sebagai negara-negara sponsor
- Menetapkan jumlah negara Asia Afrika yang akan diundang
- Menentukan tujuan pokok Konferensi Asia Afrika
d. Konferensi Asia Afrika 1 (KAA 1)
KAA 1 dilaksanakan di gedung Merdeka Bandung pada tanggal 18-25 April 1955. Konferensi ini dihadiri oleh 29 negara: 24 negara Asia dan 5 negara Afrika. Rhodesia dari Afrika Tengah tidak datang. Hasil dari KAA 1 dikenal dengan Dasasila Bandung, yaitu:
- Menghormati hak-hak asasi manusia sesuai dengan piagam PBB.
- Menghormati kedaulatan wilayah setiap bangsa.
- Mengakui persamaan semua ras dan persamaan semua bangsa baik besar maupun kecil.
- Tidak melakukan campur tangan dalam soal-soal negara lain.
- Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendiri atau secara kolektif.
- Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
- Tidak melakukan agresi terhadap negara lain.
- Menyelesaikan masalah dengan jalan damai.
- Memajukan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
- Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
e. Konferensi Asia-Afrika 2
Dilaksanakan di gedung Merdeka Bandung dan di Jakarta Convention Center pada tanggal 19 - 24 April 2005, dihadiri oleh 89 negara.
E. GERAKAN NON BLOK (GNB)
a. Prinsip Gerakan Non Blok (GNB)
- Tidak berpihak terhadap salah satu dari dua blok yaitu Blok Ba rat dan Blok Timur
- Berpihak terhadap perjuangan antikolonialisme
- Menolak ikut serta dalam berbagai bentuk aliansi militer
- Menolak aliansi bilateral dengan negara superpower
- Menolak pendirian basis militer negara superpower di wilayah masing-masing
b. Tujuan Gerakan Non Blok
- Tujuan ke dalam, yaitu mengusahakan kemajuan dan pengembangan ekonomi sosial dan politik yang jauh tertinggal dari negara-negara maju.
- Tujuan ke luar, yaitu berusaha meredakan ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur menuju terwujudnya dunia yang tertib, damai, dan aman.
c. Tokoh GNB
- Presiden Soekarno (Indonesia)
- Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia)
- Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir)
- Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India)
- Perdana Menteri Kwame Nkrumah (Ghana)
d. Konferensi Tingkat Tinggi GNB dan Hasilnya
- KTT GNB 1 di Beograd, Yugoslavia, tanggal 1 - 6 September 1961. Hasilnya adalah perlawanan terhadap kolonialisme dan neokolonialisme serta meredakan ketegangan dunia.
- KTT GNB 2 di Kairo, Mesir, tanggal 5 - 10 Oktober 1964. Hasilnya adalah menghapuskan diskriminasi ras.
- KTT GNB 3 di Lusaka, Zambia, tanggal 8 - 10 September 1970. Hasilnya adalah kerja sama antara negara berkembang.
- KTT GNB 4 di Aljir, Aljazair, tanggal 5 - 9 Agustus 1973. Hasilnya adalah peredaan krisis TimurTengah
- KTT GNB 5 di Colombo, Sri Lanka, tanggal 16 - 19 September 1976. Hasilnya adalah pencegahan perang nuklir.
- KTT GNB 6 di Havana, Kuba, tanggal 3 - 9 September 1979. Hasilnya adalah mendukung penyelesaian masalah Kamboja.
- KTT GNB 7 di New Delhi, India, tanggal 7 - 12 Maret 1983. Hasilnya adalah seruan terhadap perluasan zona bebas nuklir dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
- KTT GNB 8 di Harare, Zimbabwe, tanggal 1 - 6 September 1986. Hasilnya adalah kecaman invasi Uni Soviet ke Afghanistan.
- KTT GNB 9 di Beograd, Yugoslavia, tanggal 4 - 7 September 1989. Hasilnya adalah dialog kerja sama antara negara berkembang atau kerja sama selatan-selatan.
- KTT GNB 10 di Jakarta, Indonesia, tanggal 1 - 6 September 1992. Hasilnya adalah mengupayakan dialog negara maju Utara dengan negara berkembang Selatan.
- KTT GNB 11 di Cartagena, Colombia, tanggal 16 - 22 Oktober 1955. Hasilnya adalah imbauan penghapusan utang negara berkembang.
- KTT GNB 12 di Durban, Afrika Selatan, tanggal 1 - 6 September 1998. Hasilnya adalah hubungan internasional bagi negara dunia ketiga.
- KTT GNB 13 di Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 20 - 25 Februari 2003. Hasilnya adalah mendesak PBB agar meningkatkan pembangunan ekonomi, penghormatan hukum internasional, dan hak asasi manusia.
- KTT GNB 14 di Havana, Kuba, tanggal 11 - 16 September 2006.
- KTT GNB 15 di Sharm El Seik, Mesir, tanggal 15 - 16 Juli 2009.
- KTT GNB 16 di Teheran, Iran, tanggal 26 - 31 Agustus 2012.