Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis - Geografi (Soshum) SBMPTN
A. PENGINDRAAN JAUH
a. Pengertian Pengindraan Jauh
Pengindraan jauh merupakan pengukuran dari beberapa sifat objek atau fenomena dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji.
b. Komponen Pengindraan Jauh
- Sumber tenaga
Pengindraan jauh membutuhkan tenaga untuk memantulkan atau memancarkan objek di permukaan bumi. Tenaga elektromagnetik yang digunakan berasal dari matahari atau sumber tenaga buatan. - Atmosfer
Atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang sehingga tidak semua spektrum elektromagnetik mampu menembus lapisan atmosfer. Akibatnya, atmosfer berperan dalam menghambat dan mengganggu sinar matahari yang datang. Hambatan atmosfer dapat berupa serapan, pantulan, dan hamburan. Hamburan adalah pantulan ke segala arah yang disebabkan oleh benda-benda yang permukaannya kasar dan bentuknya tidak menentu atau oleh benda-benda kecil yang berserakan. Bagian dari spektrum elektromagnetik yang mampu menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bumi disebut jendela atmosfer. Jendela atmosfer yang paling banyak digunakan adalah spektrum tampak yang dibatasi oleh gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer. - lnteraksi antara tenaga dan objek
lnteraksi antara tenaga dengan objek dibagi menjadi tiga variasi berikut. • Variasi spektral: berdasar pada pengenalan pertama suatu objek, misalkan cerah dan gelap. • Variasi spasial: berdasar pada perbedaan pola keruangan, seperti bentuk, ukuran, tinggi, dan panjang. • Variasi temporal: berdasar pada perbedaan waktu perekaman dan umur objek. - Sensor
Sensor berfungsi untuk menerima dan merekam tenaga yang datang dari suatu objek. Kemampuan sensor dalam merekam objek terkecil disebut dengan resolusi spasial. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi dua jenis, yakni sensor fotografik dan sensor elektronik. - Perolehan data
Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual secara visual, maupun dengan numerik atau digital. Perolehan data dengan menggunakan cara manual, yakni cara memperoleh data dengan menginterpretasi foto udara secara visual. Perolehan data dengan cara numerik atau digital, yakni dengan menggunakan data digital melalui komputer. - Pengguna data (user)
Tingkat keberhasilan dari penerapan sistem pengindraanjauh ditentukan oleh pengguna data. Kemampuan pengguna dalam menerapkan hasil pengindraan jauh dipengaruhi oleh pengetahuan tentang disiplin ilmu masing-masing dan cara pengumpulan data dari sistem yang digunakan. Data yang sama dapat digunakan untuk mencari info yang berbeda bagi pengguna yang berbeda pula.
c. Citra
Citra merupakan data visual atau gambaran yang tampak dari suatu objek hasil pengindraan jauh berupa foto udara, foto satelit, atau data lain. Citra dapat dibedakan menjadi dua, yaitu citra foto dan citra nonfoto. Kegiatan mengkaji citra bertujuan untuk mengidentifikasi objek dan menilai penting atau tidaknya objek tersebut.
d. Interpretasi Citra
lnterpretasi atau proses mengkaji objek pada citra memerlukan unsur-unsur berikut.
- Rona
Rona adalah tingkat gelap cerahnya objek pada citra. - Bentuk
Bentuk adalah pengenalan objek pada citra berdasarkan bentuknya. Contoh: gedung sekolah pada umumnya berbentuk menyerupai huruf I, L, atau U. - Ukuran
Ukuran adalah ciri objek berupa jarak, luas, tinggi lereng, dan volume. Contoh: lapangan sepak bola memiliki ciri berbentuk segi em pat dengan ukuran yang tetap sekitar 80-100 m. - Tekstur
Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra. Tekstur dinyatakan dalam ukuran kasar, sedang, dan halus. Contoh: hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, dan semak bertekstur halus. - Pola
Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai banyaknya objek buatan manusia dan beberapa objek alamiah. Contoh: pemukiman transmigrasi dikenal dengan pola yang teratur, yaitu ukuran rumah yang jaraknya seragam dan selalu menghadap ke jalan. Kebun karet, kelapa, dan kopi mudah dibedakan dengan hutan atau vegetasi lainnya, yakni dari pola serta jarak tanamnya. - Situs
Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Contoh: daerah pemukiman pada umumnya memanjang di tepi sungai atau sepanjang jalan raya. - Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan objek yang berada di daerah gelap. Bayangan merupakan kunci pengenalan penting dari beberapa objek. Dengan adanya bayangan, objek akan tampak lebih jelas. Contoh: lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan, begitu juga cerobong asap dan menara tampak lebih jelas dengan adanya bayangan. - Asosiasi
Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek lainnya. Contoh: stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan/rel kereta api yang jumlahnya lebih dari satu atau bercabang.
e. Hasil Pengindraan Jauh
Hasil pengindraan jauh dapat berupa bentang alam ataupun bentang budaya. Beberapa hasil interpretasi citra pada kedua objek tersebut disebutkan dalam tabel berikut.
| Hasil Inderaja | Interpretasi | |
| Bentang Alam | Sungai |
|
| Hutan mangrove |
|
|
| Bentang Budaya | Daerah transmigrasi |
|
| Gedung Perkantoran |
|
|
| Jalan raya |
|
|
| Rel kereta api |
|
|
f. Manfaat Pengindraan Jauh
Citra pengindraan jauh mampu merekam daerah yang luas dengan menampilkan ketampakan aslinya di permukaan bumi. Oleh karena itu, citra dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan berikut.
- Bidang hidrologi (Landsat, ERS, SPOT)
- Pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai.
- Pemantauan luas daerah dan intensitas banjir.
- Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.
- llmu-ilmu kebumian (Geologi, Geodesi, dan Geofisika)
- Pemetaan permukaan bumi.
- Menentukan struktur geologi.
- Pemantauan distribusi sumber daya alam.
- Pemantauan lokasi, kerusakan, dan jenis vegetasi hutan.
- Pemantauan adanya bahan tambang, seperti uranium, emas, minyak bumi, batu bara, timah, dan kekayaan laut.
- Pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.
- Pemantauan di bidang pertahanan dan bidang militer.
- Studi perubahan pantai, erosi sedimentasi (Landsat dan SPOT).
- Bidang tata guna lahan
Dapat memberikan informasi tentang keadaan lahan sehingga citra dapat digunakan untuk membantu perencanaan tata guna tanah, misalnya untuk pemukiman, perindustrian, areal pertanian, dan hutan.
B. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
a. Pengertian SIG
Sistem lnformasi Geografis (SIG) adalah sistem informasiyang digunakan untukmengumpulkan, mengolah, memanipulasi, menganalisis, maupun merepresentasikan informasi yang bersifat keruangan (spasial) untuk suatu tujuan tertentu.
b. Komponen Pendukung SIG
- Brainware
Manajemen atau sumber daya manusia yang mampu mengelola dan memanfaatkan SIG secara efektif. - Perangkat keras (hardware)
Perangkat keras atau instrumen adalah perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem komputer yang dapat mendukung analisis geografis dan pemetaan. Bagian• bagian perangkat keras sebagai berikut.- Alat masukan (input device): Scanner, Digitizer, CD-room
- Alat pemrosesan (processing device): CPU (Central Processing Unit), Disk drive
- Alat keluaran (output device): Plater, Printer, VDU (Visual Display Unit)
- Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak berupa sistem yang berfungsi untuk mengolah data. Contoh: Arcview, Maplnfo, ILWIS, Arclnfo, Erdas, Autocad, dll.
c. Jenis Data SIG
- Data spasial (keruangan)
Data spasial adalah data yang mengacu pada ruang dan lokasi di permukaan bumi yang diperoleh dari hasil pengindraan jauh. Data spasial terdiri atas dua macam, yakni data raster dan data vektor. Data raster menampilkan sisi ruang bumi dalam bentuk pixel. Data vektor menampilkan pola keruangan dalam bentuk koordinat titik, garis, dan poligon. - Data atribut (tabular)
Data atribut adalah data yang memberikan informasi kuantitatif (seperti luas, jumlah penduduk, ketinggian, dll.) dan kualitatif (kualitas air, kesuburan tanah, tingkat pendidikan penduduk, dll.).
d. Tahapan Kerja SIG
Tahapan kerja SIG meliputi masukan data, manipulasi dan analisis data, serta penyajian data.
- Tahap pemasukan data
Masukan data digunakan untuk memasukkan dan mengubah data asli ke dalam bentuk lain yang dapat diterima oleh komputer. Data yang masuk ke dalam komputer membentuk data dasar (data base) yang dapat disimpan dan dipanggil kembali untuk pengolahan lebih lanjut. - Tahap manipulasi dan analisis data
- Manipulasi data
Tahap ini meliputi pembuatan basis data, menghapus basis data, membuat tabel basis data, menghapus tabel basis data, mengisi dan menyisipkan data ke dalam tabel, membaca dan mencari data dari tabel basis data, mengubah dan mengedit data, menghapus data dari tabel basis data, serta membuat indeks untuk setiap tabel basis data. - Analisis data
Tahap ini meliputi analisis lebar, penjumlahan aritmatik, garis dan bidang, skoring, buffering,jaringan (network), klasifikasi, overlay, analisis tiga dimensi, dan pengolahan citra digital. Metode yang biasa digunakan, antara lain:- Analisis proximity: analisis berbasis jarak antar-layer. Analisis ini menggunakan proses buffering untuk menentukan dekatnya hubungan antara sifat bagian yang ada.
- Analisis buffer: analisis lokasi berdasarkan data spasial dan atribut jarak. Metode ini biasa digunakan untuk analisis pembuatan jaringan pipa, pembebasan tanah, dan pelebaran jalan.
- Analisis overlay: proses integrasi data dari lapisan-lapisan yang berbeda. Misalkan integrasi (spasial join) data tanah, lereng dan vegetasi, atau kepemilikan lahan dengan nilai taksiran pajak bumi.
- Analisis grafis: digunakan untuk memudahkan menganalisis fenomena dalam peta. Grafik ditampilkan bersama-sama dengan peta baik dalam bentuk grafik ataupun dimodifikasi menjadi peta tematik.
- Manipulasi data
- Tahap keluaran data Penyajian data berfungsi untuk mengeluarkan dan menyampaikan informasi hasil pengolahan data. lnformasi yang dikeluarkan berupa peta tematik, tabel, bagan, grafik, laporan, dan lain-lain, baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy yang siap dimanfaatkan oleh pengguna.
e. Kelemahan dan Keunggulan SIG
- Kelemahan SIG
- Diperlukan sumber daya manusia yang harus menguasai teknologi SIG dan perangkat terkait.
- Sistem informasi harus terus diperbaharui sesuai kemajuan teknologi.
- Struktur data rumit dan sukar dimanipulasi.
- Keunggulan SIG
- Data dapat dikelola dengan format yang jelas.
- Biaya lebih murah daripada survei lapangan.
- Data dapat dipanggil dan diulang secara cepat.
- Data dapat diubah secara cepat dan tepat.
- Data spasial dan nonspasial dapat dikelola secara bersama.
- Analisis data dan perubahan data dapat dilakukan secara efisien.
- Data dapat ditampilkan dalam tiga dimensi.
f. Manfaat SIG
- Untuk menginventarisasi sumber daya alam.
- Mempermudah perencaanaan pola pembangunan.
- Dapat menampilkan peta dalam tiga dimensi.
- Dapat mempercepat proses penurunan peta dari peta sebelumnya.
- Mempermudah dan mempercepat proses manipulasi data.
- Untuk perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah.
- Memperoleh informasi mengenai lingkungan, kependudukan, sosial ekonomi, pengelolaan pertanahan, dll.