-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Sembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India <em>Open Super Series 2016</em>. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di <em>Siri Fort Indoor Stadium</em> pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India <em>Open Super Series</em> tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: <em>http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Kalimat "Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja" memiliki struktur kalimat ....</p>
- S-P-O
- S-O-P-K
- K-S-P-O
- S-P-Pel-K
- S-P-O
Jawaban : dStruktur kalimat pada soal adalah:
Indonesia (S) hanya menjadi semifinalis (P) yang diwakili (Pel) Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (K).
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Sembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India <em>Open Super Series 2016</em>. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di <em>Siri Fort Indoor Stadium</em> pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India <em>Open Super Series</em> tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: <em>http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Kalimat tanggapan yang sesuai dengan isi wacana tersebut untuk mengantisipasi kekalahan Indonesia di turnamen India Open Series 2016 adalah ....</p>
- Kendala yang mungkin dihadapi oleh para atlet juga perlu dipikirkan agar tidak mengalami kekalahan kembali
- Berusaha keras, pantang menyerah, dan memberikan permainan yang terbaik serta maksimal
- Mengoptimalkan kemampuan tiap tim dan memperbanyak berlatih di lapangan
- Kemampuan atlet luar negeri yang tangguh dapat memengaruhi permainan atlet Indonesia
- Tidak menyia-nyiakan waktu latihan dan selalu berusaha yang terbaik saat bermain adalah kunci keberhasilan
Jawaban : bKalimat tanggapan terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Kalimat tanggapan positif, yaitu komentar atau reaksi yang bersifat optimis atau mendukung.
- Kalimat tanggapan negatif, yaitu reaksi atau komentar yang bersifat menjatuhkan atau tidak setuju dengan suatu peristiwa atau teks.
Berdasarkan isi teks dalam wacana, kalimat tanggapan yang sesuai adalah berusaha keras, pantang menyerah, dan memberikan permainan yang terbaik serta maksimal.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Sembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India <em>Open Super Series 2016</em>. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di <em>Siri Fort Indoor Stadium</em> pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India <em>Open Super Series</em> tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: <em>http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Kata berimbuhan yang bercetak tebal dalam wacana di atas memiliki makna ....</p>
- Membuat jadi-
- Melakukan pekerjaan untuk orang lain
- Memasukkan orang ke-
- Sesuatu yang di-
- Hal/keadaan-
Jawaban : eKata berimbuhan per-, dan -an pada kata permainan memiliki makna hal/keadaan main.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Wajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan <strong>mensosialisasikan</strong> kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus <strong>kesekolah</strong> tidak <strong>di bebankan</strong> menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: <em>http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Masalah utama yang diangkat dalam wacana di atas adalah ....</p>
- Penderitaan anak-anak miskin di Makassar
- Alasan anak-anak bekerja sepulang sekolah di Makassar
- Semangat anak-anak di Makassar untuk membantu pekerjaan orang tua
- Bentuk eksploitasi anak di Makassar
- Kritik pemerintah Makassar kepada orang tua yang mempekerjakan anak-anaknya
Jawaban : dMasalah utama yang diangkat oleh wacana adalah bentuk eksploitasi anak di Makassar. Hal ini dapat dilihat dari gagasan utama dari masing-masing paragraf, yaitu ada dua contoh anak yang mengalami eksploitasi anak untuk berjualan di Makassar.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Wajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan <strong>mensosialisasikan</strong> kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus <strong>kesekolah</strong> tidak <strong>di bebankan</strong> menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: <em>http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Perbaikan kata-kata yang bercetak tebal dalam paragraf ketiga wacana tersebut adalah ....</p>
- Menyosialisasikan, kesekolah, di bebankan
- Menyosialisasikan, ke sekolah, di bebankan
- Mensosialisasikan, kesekolah, dibebankan
- Mensosialisasikan, ke sekolah, dibebankan
- Menyosialisasikan, ke sekolah, dibebankan
Jawaban : ePerbaikan kata-kata yang bercetak tebal dalam paragraf ketiga wacana tersebut adalah mensosialisakan = menyosialisasikan, kesekolah = ke sekolah, di bebankan = dibebankan.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Wajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan <strong>mensosialisasikan</strong> kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus <strong>kesekolah</strong> tidak <strong>di bebankan</strong> menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: <em>http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Kritik yang tepat bagi pemerintah berdasarkan isi wacana tersebut adalah ....</p>
- Peran pemerintah untuk menindaklanjuti eksploitasi anak di Makassar sudah baik
- Kurangnya peran pemerintah menyebabkan anak-anak di Makassar menderita perlakuan tak adil dari orang tua mereka
- Maraknya eksploitasi anak di Makassar sebaiknya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah Makassar
- Sebaiknya orangtua dari anak-anak yang mengalami eksploitasi mendapatkan pendampingan intensif agar tidak mengalami hal yang sama kembali
- Seharusnya pemerintah pusat segera turun tangan menangani masalah ini agar tidak meluas ke daerah-daerah lainnya
Jawaban : dKritik adalah suatu ungkapan atau tanggapan mengenai baik atau buruknya suatu tindakan yang akan atau sudah dibuat. Kritik yang sesuai dengan isi wacana di atas adalah sebaiknya orangtua dari anak-anak yang mengalami eksploitasi mendapatkan pendampingan intensif agar tidak mengalami hal yang sama kembali.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Wajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan <strong>mensosialisasikan</strong> kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus <strong>kesekolah</strong> tidak <strong>di bebankan</strong> menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: <em>http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Apa yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial Makassar untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam wacana?</p>
- Mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar dan menyosialisasikan kepada para orangtua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur
- Mendata anak-anak yang dieksploitasi orangtuanya dan melarang orangtua untuk mempekerjakan anak-anak di bawah umur
- Menyosialisasikan kepada para orangtua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur dan mendampingi anak-anak yang dieksploitasi agar tidak mengalami trauma
- Pendampingan menyeluruh baik kepada anak-anak maupun orangtua sehingga kasus eksploitasi ini tidak semakin berkembang
- Mendata dan menelusuri kemungkinan adanya eksploitasi anak di Makassar dan menyosialisasikan kepada para orangtua untuk tidak mempekerjakan anak pada jam sekolah
Jawaban : aBerdasarkan informasi dalam wacana yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial Makassar untuk mengatasi masalah yang terjadi adalah mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar dan menyosialisasikan kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. Hal itu bisa dilihat pada paragraf ketiga kalimat ke-4.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">(1) Petani lahan pasir di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Daerah lstimewa Yogyakarta panen pepaya jenis california dengan hasil yang memuaskan. Petani lahan pasir Kulon Progo Sukarman, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petani lahan pasir mulai menanam pepaya california sejak satu tahun terakhir. (2) "Saat ini, areal tanam pepaya california seluas enam hektar. Mulai Maret ini, petani lahan pasir memanen pepaya," kata Sukarman lagi. la mengatakan harga pepaya california di tingkat petani sangat bagus yakni Rp3.600 per kg dan kualitas AB Rp4.000 per kg.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Dalam sekali panen, petani mendapat keuntungan 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. "Keuntungan menanam pepaya jenis california tidak kalah dengan komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai, semangka, dan melon. (3) Kami sangat beruntung lahan pasir sangat cocok ditanami berbagai komoditas hortikultura," katanya pula. (4) Dia mengatakan, pepaya hasil panenan petani pesisir Kulon Progo dipasarkan di Bandung, Jakarta, dan Pasar Buah lnduk Gamping Sleman. Setiap 10 hari hingga 20 hari, petani panen pepaya. (5) "Pedagang dari berbagai daerah langsung ke lahan milik petani. Jadi, kami tidak kesulitan untuk menjual pepaya," kata dia. la menyatakan pepaya california yang ia jual dijamin berkualitas baik. Biasanya, petani memetik pepaya saat matang.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Pihaknya juga melakukan perawatan secara intensif supaya tidak terserang jamur. "Sampai saat ini, tanaman pepaya tidak diserang jamur. Kami berupaya tidak ada serangan jamur atau hama lainnya," katanya pula. Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas. Bahkan, tak jarang ada beberapa permintaan yang tidak bisa dia penuhi. "Produksi buah ini tidak bisa ditentukan, mengingat pepaya california tidak bisa distok," ujarnya lagi.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mengatakan, sektor pertanian masih mendominasi pembangunan di Kulon Progo. Karena itu, Komisi II DPRD setempat meminta pemerintah kabupaten memfasilitasi bibit, benih, dan bantuan alat pertanian. Berkaitan adanya petani lahan pasir yang panen pepaya california, dirinya sangat mengapresiasi petani tersebut. Menurut dia, petani sangat inovatif dalam mengembangkan pertanian. "Sektor pertanian membutuhkan inovasi sehingga hasil panen dapat memuaskan," katanya lagi. (Sumber: <em>http://jogja.antaranews.com tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Berdasarkan teks di atas unsur <em>what</em> yang tersurat di dalamnya adalah ....</p>
- Hasil pertanian petani Kulonprogo tahun ini
- Keberhasilan pertanian petani Kulonprogo
- Hasil panen raya pepaya california sangat memuaskan
- Petani lahan pasir di Kulonprogo senang menanam pepaya california
- Petani Kulonprogo panen pepaya california
Jawaban : eUntuk mengetahui perbedaan dan persamaan penyajian teks berita dapat dilihat melalui unsur-unsur berita (5W + 1H} yang digunakan.
Pernyataan yang dikategorikan oleh unsur apa (what) adalah berita yang menginformasikan sesuatu peristiwa atau suatu hal.
Dengan demikian, berdasarkan teks di atas unsur apa (what) yang tersurat di dalamnya adalah petani Kulonprogo panen pepaya california.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">(1) Petani lahan pasir di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Daerah lstimewa Yogyakarta panen pepaya jenis california dengan hasil yang memuaskan. Petani lahan pasir Kulon Progo Sukarman, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petani lahan pasir mulai menanam pepaya california sejak satu tahun terakhir. (2) "Saat ini, areal tanam pepaya california seluas enam hektar. Mulai Maret ini, petani lahan pasir memanen pepaya," kata Sukarman lagi. la mengatakan harga pepaya california di tingkat petani sangat bagus yakni Rp3.600 per kg dan kualitas AB Rp4.000 per kg.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Dalam sekali panen, petani mendapat keuntungan 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. "Keuntungan menanam pepaya jenis california tidak kalah dengan komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai, semangka, dan melon. (3) Kami sangat beruntung lahan pasir sangat cocok ditanami berbagai komoditas hortikultura," katanya pula. (4) Dia mengatakan, pepaya hasil panenan petani pesisir Kulon Progo dipasarkan di Bandung, Jakarta, dan Pasar Buah lnduk Gamping Sleman. Setiap 10 hari hingga 20 hari, petani panen pepaya. (5) "Pedagang dari berbagai daerah langsung ke lahan milik petani. Jadi, kami tidak kesulitan untuk menjual pepaya," kata dia. la menyatakan pepaya california yang ia jual dijamin berkualitas baik. Biasanya, petani memetik pepaya saat matang.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Pihaknya juga melakukan perawatan secara intensif supaya tidak terserang jamur. "Sampai saat ini, tanaman pepaya tidak diserang jamur. Kami berupaya tidak ada serangan jamur atau hama lainnya," katanya pula. Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas. Bahkan, tak jarang ada beberapa permintaan yang tidak bisa dia penuhi. "Produksi buah ini tidak bisa ditentukan, mengingat pepaya california tidak bisa distok," ujarnya lagi.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mengatakan, sektor pertanian masih mendominasi pembangunan di Kulon Progo. Karena itu, Komisi II DPRD setempat meminta pemerintah kabupaten memfasilitasi bibit, benih, dan bantuan alat pertanian. Berkaitan adanya petani lahan pasir yang panen pepaya california, dirinya sangat mengapresiasi petani tersebut. Menurut dia, petani sangat inovatif dalam mengembangkan pertanian. "Sektor pertanian membutuhkan inovasi sehingga hasil panen dapat memuaskan," katanya lagi. (Sumber: <em>http://jogja.antaranews.com tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Saran yang tepat untuk wacana di atas adalah ....</p>
- Hasil pertanian para petani Kulonprogo sangat baik dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun
- Keberhasilan panen pepaya california di Kulonprogo akan lebih baik jika difasilitasi oleh pemerintah kabupaten untuk bibit, benih, dan bantuan alat pertanian
- Keberhasilan panen pepaya di Kulonprogo seharusnya ditunjang dengan kualitas bibit, benih, dan pendampingan dari dinas pertanian setempat
- Sebaiknya petani Kulonprogo fokus memperluas lahan pertanian pepaya california di lingkungan yang berpasir saja
- Hasil pertanian di Kulonprogo sudah mengalami peningkatan dan akan semakin baik jika pemerintah menyediakan fasilitas pertanian yang lebih baik
Jawaban : bSaran yang tepat untuk wacana tersebut adalah keberhasilan panen pepaya california di Kulonprogo akan lebih baik jika difasilitasi oleh pemerintah kabupaten untuk bibit, benih, dan bantuan alat pertanian.
-
<p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">(1) Petani lahan pasir di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Daerah lstimewa Yogyakarta panen pepaya jenis california dengan hasil yang memuaskan. Petani lahan pasir Kulon Progo Sukarman, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petani lahan pasir mulai menanam pepaya california sejak satu tahun terakhir. (2) "Saat ini, areal tanam pepaya california seluas enam hektar. Mulai Maret ini, petani lahan pasir memanen pepaya," kata Sukarman lagi. la mengatakan harga pepaya california di tingkat petani sangat bagus yakni Rp3.600 per kg dan kualitas AB Rp4.000 per kg.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Dalam sekali panen, petani mendapat keuntungan 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. "Keuntungan menanam pepaya jenis california tidak kalah dengan komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai, semangka, dan melon. (3) Kami sangat beruntung lahan pasir sangat cocok ditanami berbagai komoditas hortikultura," katanya pula. (4) Dia mengatakan, pepaya hasil panenan petani pesisir Kulon Progo dipasarkan di Bandung, Jakarta, dan Pasar Buah lnduk Gamping Sleman. Setiap 10 hari hingga 20 hari, petani panen pepaya. (5) "Pedagang dari berbagai daerah langsung ke lahan milik petani. Jadi, kami tidak kesulitan untuk menjual pepaya," kata dia. la menyatakan pepaya california yang ia jual dijamin berkualitas baik. Biasanya, petani memetik pepaya saat matang.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Pihaknya juga melakukan perawatan secara intensif supaya tidak terserang jamur. "Sampai saat ini, tanaman pepaya tidak diserang jamur. Kami berupaya tidak ada serangan jamur atau hama lainnya," katanya pula. Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas. Bahkan, tak jarang ada beberapa permintaan yang tidak bisa dia penuhi. "Produksi buah ini tidak bisa ditentukan, mengingat pepaya california tidak bisa distok," ujarnya lagi.</p> <p style="text-align: justify; text-indent: 2em;">Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mengatakan, sektor pertanian masih mendominasi pembangunan di Kulon Progo. Karena itu, Komisi II DPRD setempat meminta pemerintah kabupaten memfasilitasi bibit, benih, dan bantuan alat pertanian. Berkaitan adanya petani lahan pasir yang panen pepaya california, dirinya sangat mengapresiasi petani tersebut. Menurut dia, petani sangat inovatif dalam mengembangkan pertanian. "Sektor pertanian membutuhkan inovasi sehingga hasil panen dapat memuaskan," katanya lagi. (Sumber: <em>http://jogja.antaranews.com tanggal 29 Maret 2016</em>)</p> <p>Apa tantangan para petani di Kulonprogo berdasarkan wacana di atas?</p>
- Pepaya california hanya baik hasilnya jika ditanam dalam lahan pasir
- Kurangnya tanggapan Pemda Kulonprogo terhadap petani pepaya setempat
- Hasil panen yang tidak pasti sehingga belum bisa memenuhi permintaan pasar
- Pertanian di Kulonprogo masih didominasi oleh petani padi
- Masih kurangnya lahan pasir yang dapat digunakan untuk menanam pepaya california
Jawaban : cBerdasarkan informasi dalam wacana tantangan para petani di Kulonprogo adalah hasil panen yang tidak pasti sehingga belum bisa memenuhi permintaan pasaran. Hal ini bisa dicermati pada kutipan berikut "Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas."